KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
DYRA STALKING


__ADS_3

Hari yang sejuk membuat mood Alina sangat baik, ia menelusuri foto-foto di galeri ponselnya, satu foto menarik perhatian nya, foto nya dengan Keyla, saat mereka baru belajar makeup, Alina terkekeh mengingat kejadian lucu saat itu.


Ia berpikiran untuk mengunggah foto itu di sosial media nya, setelah mengunggah beberapa jam, ia melihat siapa saja yang sudah menonton story nya itu, Alina yang sedang melihat-lihat sambil meminum air putih, ia tersedak saat melihat nama Dyra disitu.


Dengan cepat Alina menanyakan pada Keyla yang saat itu juga mengunggah foto tersebut.


"Key..."


"Dyra tau sosmed gue" ujar nya mengirim chat.


"Yang bener aja lo?, tau darimana dia" balas Keyla.


"Iya gue juga kaget, gue gak tau dia tau dari mana, kan nama sosmed gue susah, pasti ada yang ngasih tau sama dia" jelas Alina.


"Tunggu... kali aja dia juga nyasar ke sosmed gue" balas Keyla, dan benar saja, "Anjjjj Alinaaaa... Dyra juga liat story gue...."


"Berarti ada yang ngasih tau sama dia username sosmed kita" ujar Alina.


"Coba deh lo telpom Evano, tapi jangan langsung bilang, kek di kode-kode aja dulu" suruhKeyla.


Alina menelpon Evano, dan mengundang Keyla...


"Hai guysssss" ujar nya berteriak lalu tertwa.


"Eh ini ada siapa?" sahut Evano.


"Gue mah nyamuk, numpang lewat aje nih ye" sahut Keyla.


"Itu Keyla, biar kalian akrab aja gitu" ujar Alina lalu terkekeh.


"Oh Alina" jawab Evano datar, "lalu gimana? hubungam Keyla sama Afnan" ledeknya lalu tertawa kecil.


"Apaansih van... baru akrab langsung ngecengin kaya gitu" ujar Alina nada kesal.


"Jangan marah yaaa Keyla camtikss" ujar Alina, "Eh guys ada yang ngestalk gueee" bebernya.


"Siapa??siapa?" sahut Evano penasaran.


"Eh jangan lupaaa... gue juga distalk sama orang nya" timpal Keyla.


"Eh...iya... kami di stalk sama orang yang sama" ujar Alina lalu tertawa, disusul dengan tawa Keyla.


Evano yang tidak tahu apa-apa dibuat bingung oleh Alina dan Keyla, "cewek apa cowok" tanyanya.


"Emm...cewek" ujar Keyla mencoba menahan tawanya, namun gagal.


"Shutt Keyla... ntar ketahuan" ujar Alina menyuruh Keyla untuk diam.


"Ekhemm..." Evano berdehem, "orang yang iri hati sama kalian?" sambungnya, yang ia maksud adalah Dyra.


"Hah? iri hati? siapa yang iri hati sama kami... kami yang buriq kaya gini" sahut Keyla.


"Terus siapa?" ujar Evano lagi.


"Coba aku bantu buat liat yang ngestalk kalian" sambungnya.


"Gimana?" ujar Alina.


"Yang di kunjungan profil itu kan?" tanya Evano.


"Bukann..." teriak Alina dan Keyla bersamaan.


"Di penonton story doang ko" ujar Alina.


"Oh, berarti kalian tau dong siapa orang nya?" ujar Evano.

__ADS_1


"Iya dong" timpal Keyla.


Alina mematikan telpon nya...


tidak lama setelah itu, Evano kembali menelponnya, mereka berbincang berdua tanpa Keyla.


"Siapa yang ngestalk tadi?" ujar Evano masih bertanya-tanya.


"Gak tau juga" ujar Alina terkekeh, "emang kenapa? kok kamu kaya penasaran banget?" tanya Alina.


"Iya takutnya itu cowok, lebih dari aku" ujar Evano terkekeh.


"Idihh...emang kalo cowok juga kenapa?"


"Takut kamu diambil sayang" ujar Evano manja.


"Andai itu benar, sekarang aku mencintaimu, tanpa tau kamu mencintai ku atau tidak" ucap Alina dalam hati.


"Hei.. kok diam" tegur Evano.


"Eh iya...maaf... gara-gara termakan gombalan mu nih" terang Alina.


Evano tertawa... "Tapi benar, aku sekarang sedang merindukan mu."


"Tolonglah berhenti berbicara manis seperti itu, apalagi ini sudah malam, bisa-bisa aku tidak akan bisa tidur" protes Alina.


Evano terkekeh, lalu Alina langsung mematikan telpon.


"kenapa dimatikan?" ujar Evano mengirim chat.


"Jaringan ku tidak bagus" ucap Alina berbohong.


***


"Aku nyaman dengan orang yang membuatku bahagia sekaligus membuat luka" gerutu nya, lalu menghembus napas pelan, dan tersenyum.


"Hallo... kenapa lagi van?" tanyanya bingung.


"Kamu sedang apa?" tanya Evano, lalu terdengar suara Evano seperti sedang mengobrol dengan orang yang ada didekatnya.


"Lagi bikin makanan" jawab Alina.


"Aku didepan Alfarmat dekat rumah mu" ungkap Evano.


"Ngapain?" tanya Alina yang bingung dengan Evano kenapa jauh-jauh ke alfarmat dekat rumahnya.


"Ya untuk membelikan mu makanan" ujar Evano "sekarang cepat kesini, kamu pilih sendiri apapun yang kamu mau" timpalnya.


"Terserah kamu saja, aku sedang malas untuk kedepan" jelas Alina.


"Gak... kamu aja, ayolah, jalan sebentar aja kesini, aku mohon" pinta Evano.


"Oke-oke tunggu sebentar" ujar Alina dengan malas nya berjalan menghampiri Evano, dari jauh ia melihat mobil Evano, tiba-tiba Evano menelpon nya.


"Cantik banget sihh Alina" ujarnya yang melihat Alina dari kejauhan yang hanya mengenakan daster dan rambut yang ia sanggul, amun Alina tidak melihatnya, karena matanya yang minus.


Hampir saja ia membuka pintu mobil, "Aku gak didalam mobil, aku didepan sini" ujar Evano terdengar berteriak di telpon, lalu Alina menyipitkan matanya untuk melihat kedepan, dan terlihatlah Evano yang sedang melambai padanya.


"Astaga disitu ternyata" ucapnya, lalu Evano mematikam telpon, dan tertawa, "kamu gak lihat?" tanyanya.


"Iya... apalagi inikan sudah malam, semakin tidak jelas" terang Alina. Mereka masuk kedalam, Evano mengambil tas belanja, "sekarang ambil saja yang kamu mau" ujar Evano, menatap Alina.


Alina mengambil makanan yang semuanya varian coklat, "tidak mau ice cream sekalian?" tawar Evano.


"Ehmm...boleh" ujar Alina, lalu pergi kearah tempat ice cream, dan mengambil beberapa ice cream.

__ADS_1


Evano merangkul Alina, "mau apa lagi?" ujarnya.


Mata Alina menyipit menyoroti seluruh yang ada disitu, dan terpikir membeli yogurt, "kamu suka yogurt juga?" tanya Evano.


"Iya" ujar Alina, sambil memilih varian rasa yogurt, "sudah" ujarnya, menandakan bahwa tidak ada lagi yang ingin dia beli.


Evano membayar belanjaan itu...


"Kamu mau langsung pulang? atau mau jalan dulu?" tanya Evano, berharap Alina tidak ingin langsung pulang.


"Kemana?" tanya Alina.


"Keliling sekitar sini aja" jawab Evano.


"tapi baju ku..." ucap Alina, "kan cuma didalam mobil" sela Evano.


"Okelah" ujar Alina menyetujui.


Dijalan Evano melihat minuman yang sedang banyak digandrungi oleh milenial, "kamu mau itu gak?" tawar Evano sambil menunjuk ke tepi jalan di kiri nya, Alina tidak sempat melihat karena mobil masih berjalan, "Apa?" tanyanya.


"Minuman yang lagi viral" jawab Evano terkekeh.


"Oh itu..." ucap Alina, "mau?" timpal Evano.


"Boleh" jawab Alina.


Mereka berputar arah, "Ayo" ajak Evano.


"Gak ah... kamu aja ya... aku malu keluar" rengek Alina.


"Gak papa, lagi gak banyak orang kok" ujar Evano.


"Kamu aja yaaa" ujar Alina memohon.


"Yasudah, mau rasa apa?" tanya Evano.


"Terserah" jawab Alina cepat.


Evano beranjak pergi...


Alina mengirim foto makanan yang dibelikan Evano.


"Haii Keyla... gue banyak makanan nih" ujarnya.


Hanya dalam hitungan detik, Keyla langsung membalas.


"Anjay... dimana lo? pasti sama Evano nih" balas Keyla.


"Iya... sekarang dia lagi keluar dari mobil, beliin gue minuman, uwu gak tuh" ujar Alina, lalu ia terkekeh.


"Awas aja lo ntar sakit hati lagi" balas Keyla dengan emoticon merengut.


"Eh iyaiya... " balas Alina tertawa.


Evano kembali, dam membawakan 2 minuman size besar, "kok 2?" tanya Alina, "buat kamu satu nya ya?" sambungnya.


"Enggak... itu buat kamu" bantahnya.


"Kebanyakan kalo 2, kamu aja 1 nya" ujar Alina menyodorkan minuman itu.


"Enggak sayang, itu buat kamu keduanya" ujar Evano.


"Makasih ya" ujar Alina tersenyum, begitupun Evano.


***

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Alina, "peluk dulu" rengek Evano, dan Alina mengangguk, lalu Evano mencium bibir Alina. Alina keluar dari mobil melambai pada Evano, "hati hati" ucapnya. dan Evano mengacungkan jempolnya.


__ADS_2