
"Lo tau lebih parah nya apa?" tatap Alina tajam.
"Apa?" tanya Keyla serius.
"Dia bilang gini, anak jaman sekarang sukanya sama makanan milenial aja ahaha" ucap Alina tertawa dan memukul meja.
"Ngambek ceritanya haha" Jawab Keyla.
Dari kejadian itu membuat mereka semakin bertambah tidak suka terhadap Dyra.
Semakin hari Dyra juga semakin memperlihatkan bahwa antara dia dan Evano memang ada hubungan.
Alina yang akan menemui Evano, terdiam didepan ruangan Evano, karna melihat Dyra yang sedang ada disana, dan sepertinya Dyra menyadari ada Alina diluar sana.
Dyra beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Evano yang sedang fokus dengan laptop nya, Dyra seakan akan memperhatikan apa yang sedang Evano kerjakan di laptop nya, dengan tangan nya yang merangkul bahu Evano.
Lalu ia berbalik badan ke belakang dan menyeringai licik kepada Alina.
Alina sangat muak melihat tingkah Dyra seperti itu, seakan akan Dyra sangat menjaga Evano agar tidak direbut oleh nya.
Alina kembali keruangan nya dengan kesal nya,
"Lo kenapa?". Tanya Keyla mengernyit.
"Muak banget liat tingkah Dyra, kek nya dia sengaja manas manasin gue deh, tadi dia sadar gue ada didepan ruangan Evano, terus dia berdiri dan ngerangkul bahu Evano."
"Idih... Cewek nya yang kegatelan haha" Jawab keyla sambil tertawa.
"Lagian Evano kenapa ga jujur aja sih, biar gue juga ga berharap banyak sama dia" Alina menghela nafas.
"Nah itu yang bikin bingung nya, atau mungkin Evano emang kek gitu kesemua perempuan?."
"Kalo emang kaya gitu, kenapa Dyra nya ga marah sama dia" Alina mengangkat alis nya.
"Mungkin, semua apa yang Dyra mau selalu dikabul kan oleh Evano, makanya dia ga mau ngelepas Evano, biar gimana pun" tatap Keyla.
"Maksud lo? Karna harta Evano?."
"Iya, kalo ga gitu ga mungkin kan Dyra mau bertahan sama Evano."
"Masuk akal sih" Alina mengangguk pelan.
"Btw gue nanti malam mau dinner sama Evano" ucap Alina tersenyum.
"Hati hati lo sama calon suami orang ahaha."
"Bodo ah selama Evano nya masih ga ngakuin Dyra di depan kita, gue mah tetep bodo amat" Jawab Alina memutar bola mata nya.
Kembali mereka mengerjakan pekerjaan nya masing masing. Dan Alina yang mengerjakan sambil ber-chatingan dengan Evano sesekali tertawa tawa kecil, yang membuat Keyla menggelengkan kepala nya berpikir bahwa sahabat nya itu sudah agak sedikit tidak waras.
*****
Rencana dinner malam itu seperti nya akan gagal, karna bumi diterjam hujan yang deras.
"Hujan lagi, tiap kali mau pergi sama Evano, pasti dihalangin hujan" Ia menghela nafas.
Ponsel Alina berdering, bergegas ia masuk dan mengangkat ponsel nya.
"Iya van?"
"Aku jemput sekarang" ucap Evano
"Tapi kan hujan"
"Gapapa. Pokonya aku gamau batal" ucap Evano.
"Emm... Ok, aku siap siap dulu" ucap Alina salah tingkah
Alina mematikan telpon nya, dan mencium cium ponsel nya itu.
Kurang lebih 1 jam sudah ia selesai bersiap siap, dan hujan juga belum reda, sambil menunggu Evano, ia memperhatikan dirinya dikaca rias nya dengan memakai baju gaun yang sangat indah pemberian dari Evano.
"Kenapa Evano bersikap kaya gini sama gue?, apa dia beneran suka sama gue?. Gimana kalo dia punya hubungan sama Dyra,, dan gue... Gue cuma di jadikan nya pelarian" ucap Alina sambil menatap dirinya di kaca.
"Ting...tong.." Bel rumah nya berbunyi.
__ADS_1
Bergegas ia keluar dan ia temui Evano yang sudah rapi dan terlihat gagah.
"Ingin sekali aku langsung memeluknya". Batin Alina.
"Pergi sekarang?" tanya Alina tersenyum.
Evano mengulurkan tangan nya, dan Alina menyambutnya, mereka berpegangan tangan menuju mobil yang hanya beberapa langkah itu.
"Deg..deg...deg." Jantung Alina berdetak kencang seakan mau melompat.
Ia tak pernah segugup ini sebelum nya pada Evano.
Evano membuka kan pintu mobil untuk Alina, dan sedikit membungkukan badan mempersilahkan Alina masuk, Alina terkekeh melihat itu.
Mereka sampai di salah satu restoran yang cukup terkenal di kota itu.
"Kenapa sepi?" tanya Alina sambil melihat sekitaran yang tidak ada pelanggan selain mereka berdua.
"Malam ini khusus untuk kita berdua" Evano mengelus wajah Alina.
Degg!! Bagai di sambar petir disiang bolong, Alina terdiam mendengar ucapan Evano.
Semua makanan yang ada sudah dipesan oleh Evano, mereka makan dengan lilin lilin beraroma menenangkan di meja itu, dan di iringi alunan biola yang menambah suasana semakin romantis.
Mereka bertatapan dan Evano menggenggam tangan Alina, "kamu cantik" Ucapnya.
Tanpa sepatah kata pun, Alina hanya tersenyum manis mendengar itu.
*****
Setelah menyelesaikan makan nya, mereka berdansa dengan saling menatap satu sama lain, benar benar malam yang indah.
Beberapa jam mereka berada disitu, Evano mengajak nya untuk ketaman, Ditaman sudah banyak mawar mawar dan balon berbentuk hati.
Alina terkejut kagum."kamu yang siapin ini?"
"Ya" Jawab Evano tersenyum.
"Siapa apa?" Alina menatap Evano dengan penuh penasaran.
Tiba tiba... Kembang api memenuhi langit langit. Alina tertegun melihat itu, dan Evano memandang wajah Alina dengan bahagia nya.
*****
Sesampainya dirumah Alina. Mereka mengobrol sebentar dan Evano pamit untuk pulang.
Malam itu malam yang sangat berkesan bagi Alina, entah bagi Evano, mungkin iya mungkin juga biasa saja.
Alina berniat merebahkan badan nya sejenak di kasur ternyaman nya itu, tapi malah membuatnya terbuai dan larut dalam tidur.
\*
Esok nya ia terbangun lebih pagi dari biasanya. Ia sadar ia masih memakai baju gaun nya, lalu ia mandi dan membuat sarapan.
Alina yang hanya tinggal sendiri dirumah itu, membuat nya harus hidup mandiri, karna kedua orang tuanya tinggal di kota yang berbeda dengan nya.
\*
Sesampainya di kantor ia langsung masuk ruangan dan sudah menemukan Keyla disana.
Keyla yang tidak biasanya sepagi ini sudah tiba dikantor dan terlihat murung membuat Alina mempercepat langkah nya, karna penasaran apa yang terjadi dengan Keyla.
"Tumben udah nyampe duluan" tegur Alina
"Males aja di rumah, lagi sakit hati" tatap Keyla dengan mata nya yang berbinar seakan ingin mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Masalah sama Afnan ya?" tanya Alina.
"Iya." Jawab Keyla dengan cepat.
*****
Seakan pintu di dorong dengan keras yang membuat Alina dan Keyla menoleh kearah pintu.
Ternyata itu Afnan yang tergesa gesa karna ingin minta maaf pada Keyla.
Alina yang tidak ingin mengganggu mereka pun memilih untuk pergi keruangan Evano dan membawa sebagian berkas yang harus ia kerjakaan.
*****
Dari jauh terlihat seorang wanita berjalan sambil menunduk karna memainkan ponsel nya.
"brakkk..." Berkas Alina berjatuhan dilantai karna tertabrak seseorang. Belum sempat ia melihat orang tersebut, buru buru ia membereskan berkas nya itu, setelah itu medongak kan wajah nya, untuk tau kaki siapa yang berada dihadapan nya itu.
Tanpa Alina sangka, itu Dyra dengan senyum licik nya memerhatikan Alina yang masih menjongkok, "Eh maaf, Enak ga?" Cibir Dyra.
Buru buru Alina berdiri."Lain kali hati hati ya Dyr" ucap Alina berusaha menahan emosi nya.
"Lo tuh yang harus nya jalan pakai mata!" Ucap Dyra menyolot.
Alina yang tidak bisa terpancing emosi pun membalas bentakan Dyra. "Dari jauh gue udah liat lo lagi jalan sambil main handpone, kok malah nyalahin gue!!!" ucap Alina melotot.
"Heii.!!!! j*lang!!!" Malah nyalahin gue lagi!" bentak Dyra.
"Gue ga pernah nyebut lo macam macam ya!! Di jaga tu mulut!!" ucap Alina sambil menunjuk wajah Dyra.
"Kan emang bener. Lo kan penggoda Evano" ucap Dyra tertawa kecut dan memutarkan bola matanya.
"Gue tegaskan ya kepada lo!!! Dyra!!! Dengerin baik baik!!! Gue ga pernah ada niat buat menggoda atau pun mendekati Evano!! Dia yang pertama kali ngajak gue kenalan!!" Jelas Alina pada Dyra.
"Gue ga percaya omong kosong lo itu" ucap Dyra merengut.
Lalu ia beranjak pergi tanpa merasa bersalah terhadap Alina.
Alina mendengus kesal pergi keruangan Evano.
"Kenapa sayang?" ucap Evano.
"Ditabrak sama orang. Udah jelas dia yang salah, malah nyalahin aku, pake nyebut aku j*lang" Alina menutup wajah nya yang menahan tangis.
"Heii!!. Siapa yang bilang begitu?" Evano mencoba membuka tangan Dyra dari wajah nya.
"Udah lah kamu juga gak bakal marah sama dia" Alina menatap kelain arah.
"Emang nya siapa?"
"Dyra" tatap Alina dengan mata berkaca-kaca.
"Nanti aku marahin dia" ucap Evano sambil mengelus rambut Dyra.
Tanpa berucap apa pun Dyra beranjak pergi dari ruangan Evano, setelah mendengar ucapan Evano yang ia anggap hanya omong kosong.
Diruangan hanya ada Keyla yang sedang memainkan ponsel nya. Ia melihat Alina datang dengan wajah kesal nya "kenapa lin?". Ucap Keyla hati hati.
"Gapapa" Jawab Alina pelan.
"Lo mau tau sesuatu?" ucap Keyla.
Alina menatap Keyla dengan penasaran nya.
"Gue rasa nanti aja deh... Tenangin diri lo dulu" Kata Keyla.
__ADS_1