
Alina yang sedang fokus meng-otak atik laptop nya dibuyarkan oleh notifikasi dari Keyla, "pasti ada berita tentang Evano nih" pikirnya. Yang ternyata benar saja.
Keyla mengirim sebuah video, terlihat seseorang laki-laki sedang memasak disitu, namun tidak jelas karena hanya badan bagian belakang nya.
"Evano?" balas Alina.
"iya, lagi dirumah istri nya hahaha" ujar Keyla.
Beberapa kali Alina memutar ulang video itu, sembari mengingat ngingat kejadian kemarin saat dia memasak sosis di rumah Alina.
Dengan senyum nya yang sudah sangat familiar sekarang bagi Alina, ia menatap kamera ponsel yang dipegang Dyra, membuat Alina tersenyum namun hati nya hancur.
"Aduh gak bisa memutar video gue Key" ujar Alina berbohong.
"Yah, sayang bgt, padahal seru tuh wkwk" balas Keyla yang tidak tau perasaan sahabat nya sebenarnya.
"Mending lu makan gih" ujar Alina.
"tadi gue udah nyemil banyak banget" balas Keyla.
"Itu keyang belum?"
"Ya belom hehe"
Alina yang tau bahwa sahabatnya memang suka makan, lalu ia berniat mengajak Keyla untuk mencari makanan.
"Kita nyari makanan yuk" ajak Alina.
"Wahh paham aja lo" balas Keyla.
Keyla datang kerumah Alina, lalu keluar lah ocehan dari mulut nya itu.
"Astaga! Alina Diandra!" jerit nya, "Gue kira pas gue udah nyampe, kita langsung capcus, ternyata gue kesini harus nunggu lo mandi dulu" sambung nya, karena melihat Alina yang baru saja beranjak dari tempat tidur nya, dan mengambil handuk.
"Gue tadi lagi ngumpulin niat dulu baru mandi, ehh loe nya kecepetan datang nya" ujar Alina terkekeh.
"Astaga... salah gue lagi... loe lagian ngapain mandi pake ngumpulin niat segala" tanya Keyla sembari mengernyitkan dahi nya.
"Ya...kan.. biar afdol mandi nya haha" tawa Alina menggelegar itu.
"Udah sana ah cepetan! gue udah laper" cetus Keyla lalu melempar bantal ke arah Alina yang sedang berdiri sambil memainkan ponsel nya.
Buru buru Alina meletakkan ponsel nya, " eh.
__ADS_1
.iya..iya nih.. gue mandi" ucap nya sambil lari.
*****
Mereka makan sambil sesekali mengobrol kecil, membahas tentang perasaan Alina terhadap Evano.
"Loe masih deket sama Evano?" tanya Keyla sambil menyuap makanan nya.
"Hemm" Alina menggelengkan kepalanya.
"Beneran?" Keyla menatap tajam mata Alina.
Alina yang salah tingkah, buru buru menatap kearah lain, "iya" ucap nya cepat.
Namun ternyata Keyla masih saja menatap nya, seakan akan menyuruh Alina untuk jujur terhadap nya.
"Iya masih" ujar Alina, lalu Keyla berhenti menatap nya dan melanjutkan makan nya lagi.
Tiba-tiba hujan turun, Alina terhenti makan, ia menatap lurus kedepan, menatap arah luar, menatap hujan, "Hujan, mengingatkan kembali memori gue saat bersama Evano," ucap nya dalam hati.
"Woy makan" ujar Keyla membuyarkan lamunan nya.
"Eh iya..." ucap Alina lalu kembali menyantap makanan nya.
"kenapa? kok tadi melamun? keingat sama kenangan ya?" ujar Keyla tertawa kecil.
"Kata orang-orang hujan itu pasti mengingatkan sama kenangan"
"Itu sih orang-orang, bukan Alina, masa iya orang secantik Alina ini masih mengingat kenangan" tukas Alina terkekeh.
"Sok sok an loe ya, loe aja sama Evano masih berhubungan kan" bantah Keyla.
"Heee"
"Ha he ha he aja loe"
"Apasih Key, yaudah lah, gue emang gak bisa ngelepas Evano gitu aja"
"Tapi loe tau kan dia udah nyaikitin loe"
Alina hanya mengangguk, tanpa menyahut perkataan Keyla.
*****
__ADS_1
Mereka pulang...
"Key... loe tidur dirumah gue aja ya" ujar Alina sambil menggerak gerakan tangan Keyla.
"Yaudah Lin... gue tidur dirumah loe, lagian gue juga males dirumah sendirian juga"
"Yeyyy... malam ini kita cerita ceritaaaaa" teriak Alina lalu memeluk Keyla.
Mereka turun dari mobil, dengan cepat lari kedalam rumah, lagi lagi... kejadian itu mengingatkan nya ketika bersama Evano, "kenangan indah itu lah yang perlahan membuat gue sengsara ketika kembali mengingat nya" ucap nya dalam hati.
"Ngapain sih lin... malah diem didepan pintu, kesambet baru tau rasa loe" cetus Keyla, lalu menarik Alina untuk masuk, dan menutup pintu.
"Andai dia tau bahwa gue juga udah lelah sama kepura-pura an ini" Kata Alina menatap Keyla.
"Gue tau kok sama perasaan loe, loe juga gak bisa maksain buat ngilangin perasaan loe, semakin loe berusaha, perasaan itu juga akan semakit melekat, tapi disatu sisi loe juga gak bisa terus terusan menipu diri loe sendiri dengan seakan baik-baik aja" ujar Keyla lalu memeluk Alina.
"Rasanya ingin semua yang ada dalam hati gue, otak gue, gue ungkapin sama dia, tapi setelah gue pikir-pikir lagi sebaiknya dan seharus nya memang hanya gue simpan dalam dalam" ujar Alina sambil berusaha menahan air matanya.
"Udah lin... lo harus tetap ingat, bahwa Evano hanya teman, walau gimana pun sikap nya ke loe"
"Gue benci mengakui itu, tapi memang benar diantara gue sama Evano emang gak ada ikatan apapun selain pertemanan" Ucap Alina, lalu melepas kan diri nya dari Keyla, dan tertunduk, "tapi Evano sudah menyelinap masuk kedalam ruang yang telah lama kosong ini" lanjut nya, dan meletakkan tangan didadanya.
"Lin... mungkin sebaiknya, loe harus mempersiapkan diri loe untuk kenyataan yang akan datang selanjutnya" terang Keyla, menatap Alina yang masih tertunduk.
"iya, gue akan mencoba, gue yakin Tuhan pasti akan menggantikan dengan yang lebih baik" ujar Alina, lalu perlahan menatap Keyla.
"Iya, gue yakin loe kuat dengan ini semua, masa seorang Alina sakit hati" ujar Keyla sambil tertawa kecil.
"Bisa aja loe" ucap Alina pelan sambil menyeringai.
"Loe sama Afnan gimana?" tanya Alina.
"Ya gitu, sebenarnya gue sama Afnan lagi ada masalah beberapa hari ini", ungap Keyla.
"Masalah apa??? cerita dong sama gue, jangan gue mulu yng cerita sama loe" pinta Alina.
"Gue juga bingung, salah gue dimana, tapi dia beberapa hari ini slow respon sama gue, terus cuek, jutek, pokonya bertolak belakang lah sama sifat dia yang biasanya sama gue" jelas Keyla.
"Coba loe ingat ingat lagi, gak mungkin dia berubah kaya gitu."
"Enggak Lin, gue yakin kok, gue gak ngerasa ada salah sama dia" tegas Keyla.
"Loe sok-sok an nasehatin gue tentang kepura-pura an, loe nya aja pura pura baik baik aja, padahal hati loe juga ambyar kan" ujar Keyla, menaikkan alis nya.
__ADS_1
"Udahlah... memang kita berdua gak bisa terus terusan membohongi diri sendiri, seakan akan memang kita kuat dengan keadaan, dan kita juga gak bisa memaksa seseorang untuk membalas perasaan kita" kata Keyla lalu meneteskan air mata nya.
Alina mengelap air mata Keyla, ia paham betul dengan apa yang Keyla rasakan, karena jauh sebelum Evano bersikap manis terhadap nya, Evano juga pernah tidak memperdulikan dirinya.