KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
TAKLUK ?


__ADS_3

" SESEORANG MEMANJAKAN MU BELUM TENTU KARNA MENGINGINKAN MU"


 


“Kamu bisa sayang?”. Tanya Evano dengan lembut.


“Bisa apa van?”. tanya Alina seolah tidak mengerti, padahal ia tau isi pikiran Evano yang menjurus ke hal nakal karena Alina sudah mengenal Evano lebih banyak dalam beberapa bulan.


“Tidur dengan ku malam ini”


“Oke siapa takut hahaha”. Jawab Alina sambil tertawa karna ia hanya menganggap Evano bercanda.


“Oke. Sehabis pulang kerja kita langsung check in”


“Apa kamu mau pulang dulu?, atau langsung ke hotel?”


Sontak saja Alina terkejut, ia pikir Evano hanya bercanda, karna sudah sering Alina menggoda Evano dengan nakal, dan Evano pun begitu, tetapi itu hanya bercanda, siapa sangka untuk kali ini Evano serius.


“Van? Kamu serius?”. Tanya Alina dengan heran nya.


“Iya sayang, aku serius, aku ingin tidur dengan mu malam ini”


 


Aku akan mengajarkan mu sesuatu yang membuat mu nyaman” bisik Evano dengan lembut.


Perkataan itu membuat pikiran Alina terbang ke hal yang nakal.


 


“Sepertinya ga bisa van, orangtua ku akan marah jika aku tidak pulang semalaman” Alina mencoba mencari alasan.


 


"Ayolah hanya malam ini,besok pagi kita pulang, gimana? atau hanya tidur sebentar, jam 9 malam nanti kita pulang" Evano mencoba merayu Alina.


"Ga van, aku di marahin" tolak Alina yang hampir kesal.


 


“Hei sayang aku tau kamu bohong, kamu hanya takut jika aku macam macam kan?


 


Begini saja, kita hanya akan tidur, aku janji aku tidak akan menyentuhmu sama sekali jika tidak kau suruh” Evano mencoba meyakinkan Alina.


 


Alina masih memikirkan alasan apalagi yang harus dia katakan, karna Alina tidak mempercayai perkataan Evano itu.


"Mana mungkin tidak akan macama macam, apalagi kalo hanya berdua" Benak Alina.


“Gak van!!!” bentak Alina.


“hmm, yasudah aku tidak akan memaksa, mungkin lain kali kamu mau” ucap Evano seperti orang putus asa.


"ma...maaf, aku ga maksud membentak mu, tolong jangan marah"


"Iya sayang aku ga marah, aku paham dengan mu" ucap Evano menenang kan Alina.


Tiba tiba notif dari keyla masuk yang merasa heran dengan Alina karna ia sedari tadi tidak kembali keruangan karna ke toilet, padahal Alina pergi keruangan Evano.


“Lin..”


“Lo kemana?, tadi gue cek ke toilet depan lo ga ada?


 


"Lagian tumbenanan lo ke toilet depan sendirian?"


Notif dari keyla membuat Alina menyudahi pembicaraan nya dengan Evano saat itu.


 


“Aku balik keruangan dulu ya"


 

__ADS_1


udah di cariin sama Keyla nih, sekalian mau isitirahat dulu”.


 


“oke cantik, hati hati ya, nanti kita chat lagi ya?” ucap Evano dengan nada menggoda.


“Dasar mesum! Hahaha, yasudah bye bye sayang” pertama kali nya Alina memanggil Evano dengan sayang.


 


Sesampai nya diruangan, Alina sudah disambut dengan ocehan ocehan Keyla yang panjang lebar itu.


 


“nih anak baru balik, kemana aja lo?"


 


Katanya ke toilet depan sebentar, ini ko lama banget?!" oceh Keyla


 


“Lo ya udah kaya emak yang kehilangan anak nya gitu, emang kenapa sih nyari gue?” tanya Alina penasaran, ia pikir Keyla akan curiga dengan nya.


“Mau ngajak istirahat lah, udah demo ini cacing diperut gue”


“Yaudah ayo, jangan ngemeng mulu” Alina menarik tangan keyla


 


“HUHFF syukur dah,gue kira Keyla bakalan curiga sama gue” batin Alina.


 


Sudah hampir jam istirahat berakhir, tetapi Keyla masih saja ingin membeli makanan, dan Alina sudah jengkel dengan sahabat nya itu.


“Cepet Key, beli makan mulu lo” ucap Alina sambil merengut.


“kan masih ada waktu juga Lin, masih ada beberapa menit."


 


 


“Hallo sayang...”


“Kamu udah makan?"


 


Sekarang mau apalagi, biar aku pesenin nih?”


 


“Ga van, Udah kenyang juga” balas Alina.


 


Pesan itu hanya diread oleh Evano.


 


“Dih bikin kesel aja nih, udah dibalas malah diread doang, mending ga usah nge chat gue lah” omel alina sambil mendekatkan ponsel nya ke mulut karna sudah saking jengkel nya.


“Ayo Lin, udah selesai nih” kata Keyla mengajak Alina kembali keruangan.


 


Aura kekesalan di wajah Alina membuat Keyla tidak berani mengoceh sepatah kata pun, karna ia tau Alina jika sudah marah memang mengerikan, karna itu selama dijalan menuju ruangan mereka hanya diam.


 


Sesudah diruangan Keyla mencoba membuka pembicaraan dengan Alina yang masih terlihat kesal.


“Lin, lo tau ga?” kata Keyla dengan serius.


“Apa!” jawab keyla dengan kesal nya.

__ADS_1


“Kemaren gue ga sengaja denger orang ngomong tentang Evano, katanya Evano punya dekatan gitu."


“HAHH!! Lo serius?” Alina menatap keyla


“Serius, tapi ga tau juga sih,


mungkin aja gue salah denger,


lagian lo denger kabar tentang Evano kok gitu banget?


Lo ada hubungan ya sama dia?


Atau cewek yang dimaksud orang orang itu elo?!."


 


“Key stop ya!!. Alina melototi Keyla.


 


"Udah gue bilang itu gak mungkin, dia ga bakal mau sama gue yang jelata ini, lagian juga di sini banyak cewek cantik mulus."


 


Alina memikirkan perkataan Keyla itu.


“Siapa ya cewek nya Evano apa yang dimaksud itu gue? karna kan akhir akhir ini gue deket banget sama dia, tapikan ga ada yang tau tentang gue sama Evano, jadi udah pasti bukan gue, aduh apa apaan sih gue, udah lah Lin bukan urusan lo juga, lo juga ga suka kan sama dia. Dia juga ga bakal suka sama lo!!" batin Alina mencoba tidak peduli tentang hal Evano.


Alina mencoba mengirim pesan pada Evano.


 


“Van, sikap lo yang kaya gini emang ga dimarahin pacar lo? Gimana kalo dia tau?."


“PACAR???, aku gak punya pacar lin." balasan Evano sedikit menenangkan Alina.


“Tapi gue denger denger lo punya pacar di perusahaan ini?." Alina terus memancing.


“Apasih cinta, siapa yang bilang gitu? Kasih tau aku."


“Banyak sih, ahahaha udah lah lupakan."


“Aku kan cinta nya sama kamu." ujar Evano dengan senyum nakal nya.


“Apa apaan sih, lanjut kerja gih, maaf udah ganggu." Alina menutup obrolan mereka.


Isi chat dari Evano membuat Alina senyum seyum sendiri, tetapi karna Keyla yang berada disamping nya sudah memperhatikan sikap nya sedari tadi, Alina langsung mencoba bersikap biasa aja.


“Lo sakit lin? Dari tadi senyum senyum mulu." Keyla mencoba mengarahkan tangan nya ke dahi Alina, tetapi langsung ditepis oleh Alina.


“Ga usah ngecek gue panas apa engga deh, gue sehat walafiat bege, Cuma senyum doang apa salah nya coba." Alina membuang muka.


“Key. Kok gue penasaran ya, sama cerita lo tadi.” Alina kembali menatap Keyla.


“Tuhkan kepo tentang Evano, beneran suka ya?, atau jangan jangan lo senyum senyum sendiri karna lagi chat sama dia ya?, udah tukeran nomor aja nih hahaha”


“Souzon mulu idup lo sama gue ya, lagian darimana gue tukeran coba, yaaa... gue kan Cuma penasaran aja siapa wanita beruntung yang sudah mendapatkan hati pangeran tampan itu, hahaha." Alina membela diri


“Ya siapa tau kan lo suka, lo kan cantik lin."


“Tumben lo muji gue ya, biasanya kek ogahan gitu untuk mengakui gue cantik."


“Dah lah males muji lo, dipuji udah terbang aja, ehhh!!tapi kali ini gue serius lin, kalo lo sampai jadian sama dia,lo harus neraktir gue terus ya."


“Gila aja lo!! sekaya apa pun orang kalo udah ngasih lo makan , bakalan langsung bangkrut, jangan sampai ini perusahaan kejual Cuma buat neraktir lo makan ya."


 


"Dari pada gue makan elo" kata keyla sambil membereskan barang barang nya.


"Giliran pulang aja lo cepet."


"iya dong. yaudah ya lin gue duluan ya" pamit Keyla.


"Yaudah ,See you keyla ku yang banyak bacot" ucap Alina.


 

__ADS_1


__ADS_2