
~Sepertinya memang hanya untuk dikagumi~
Alina berpapasan dengan Dyra, terlihat Dya melirik sinis padanya, sambil mengibarkan rambutnya yang terurai panjang sebahu itu.
Alina semakin kesal melihat Dyra seperti itu, ia melangkahkan kakinya semakin cepat, dan mendorong pintu ruangannya dengan tidak santai.
"Kenapa lin..." tegur Keyla.
"Biasa hantu" ketus Alina, sambil memeriksa pekerjaan nya.
"Dyra lagi?" tanya Keyla, "nih" tambahnya menunjukkan foto Dyra dengan Evano yang sedang berduaan dimobil.
"Kapan tuh story nya?" tanya Alina yang langsung memandang Keyla.
"Tadi malam" jawab Keyla
"Oh" ujar Alina, karena pikirnya itu foto lama, Evano tidak mungkin mengaktifkan ponsel nya saat bersama Dyra, tapi tadi malam ia berchattingan, video call, dan telpon dengna Evano.
"Evano lagi di luar kota ya tadi malam" celetuk Keyla.
"Bukan nya itu story Dyra tadi malam? dia keluar kota sama Dyra?" tanya Alina berpura-pura tidak tahu, dan ia juga bingung dari mana Keyla tahu tentang Evano yang pergi keluar kota.
"Hah key? kok bisa keluar kota, gue masih gak paham" ujar Alina pura-pura.
Namun Keyla malah mengalihkan topik pembicaraan, "Eh...lin... ada yang mau gue bantuin?" ujarnya.
"Enggak" jawab Alina dengan cepat membuang pandangannya dari Keyla.
Alina sedikit kesal dengan Keyla, karena akhir-akhir ini Keyla juga tahu tentang Evano, namun ia menceritakannya selalu menggantung.
Keyla kembali duduk ketempatnya dengan santai nya, Alina melihay dengan tatapan kesal.
"kenapa lin?" tanya Keyla yang merasa diperhatikan.
"Oh...gak..." ujar Alina.
"Eh lin, nomor alamat perusahaan ini berapa? gue lupa" ujar Keyla.
"Nomor yang baru gue lupa" jawab Alina.
"Tanya Evano dulu" ujar Keyla, entah ia menyuruh Alina untuk tanya dengan Evano, atau maksud nya, ia yang akan bertanya dengan Evano.
Alina mencari alamat nomor perusahaan itu di google, karena ia tidak mau mengganggu Evano.
"10" ujar Keyla.
"Iya 10" jawab Alina pelan, Ia semakin curiga dengan Keyla, berarti tadi Keyla bertanya dengan Evano, pikirnya.
Tapi Alina mencoba menepis pikiran nya itu, karena Keyla sahabatnya, dan tidak mungkin Keyla menyukai Evano, karena ia tahu Evano sudah punya Dyra, dan Evano juga dekat dengan nya.
"Ah sudahlah, itu kan cuma chat tidak berarti suka, kalaupun Keyla suka sama Evano, gue juga gak ada hak marahin dia, gue kan juga bukan siapa-siapa Evano" batinnya, namun tetap saja ia penasaran.
Waktu istirahat...
"Lin yuk keluar" ajak Keyla.
__ADS_1
"Duluan aja" tolak Alina dengan senyumnya, agar Keyla tidak mengira ia marah.
Keyla keluar, tidak lama Evano masuk...
"Hei sayang, kenapa gak istirahat?" tanya Evano lalu mengecup kening Alina.
Alina senang tapi juga tidak, perlakuan Evano seperti seorang kekasihnya, tapi mereka tidak ada hubungan. Alina menghela napas pelan.
"banyak kerjaan?" tanya Evano lembut.
"Emm...ya..." jawab Alina sayu.
"Aku pesenin makanan aja ya" tawar Evano, dan Alina mengangguk setuju.
"Pilih" ujar Evano lalu menyerahkan ponselnya pada Alina.
Alina yang sedang memilih, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah notifikasi dari 'ORANG' entah siapa itu, yang jelas isinya "syg pesenin minuman boba ya" ujar orang itu.
Alina kembali fokus mencari-cari makanan, dan ia menemukan salad buah yang membuatnya tergiur.
"Aku mau ini aja" ujar Alina mengembalikan ponsel Evano.
"Gak mau makanan berat?" tanya Evano.
"Enggak" jawab Alina singkat.
"Minumannya?" ujar Evano lagi.
"Kopi susu aja, kaya punya kamu itu loh" terang Alina.
Alina mengangguk dan Evano kembali mencium keningnya lalu keluar.
5 menit setelah Evano keluar, samar-samar Alina seperti melihat Dyra saat ia melirik ke arah pintu, ia ingat betul baju Dyra yang ia pakai hari ini, warna pink mocca.
Bergegas ia mengikuti Dyra keluar, dan melihat Dyra sedang mengambil pesanan minuman boba, "oh jadi yang tadi ngechat Evano itu Dyra" batinnya, lalu ia kembali keruangannya.
"Kenapa di kontak Evano nama Dyra cuma 'Orang' ya...sedangkan dikontak Dyra nama Evano 'masa depan'" Pikiran Alina benar-benar penuh dengan hal itu, ia tidak habis pikir dengan hubungan Evano dan Dyra.
"Alinaa..." suara itu membuyarkan nya, Evano masuk dengan membawa makanan dan minuman pesanan Alina.
"Repot-repot banget sih kamu, padahalkan aku bisa ambil sendiri kedepan" terang Alina.
"Iya...gak repot kok kalo untuk kesayangan, aku gak mau kamu cape" ujar Evano lembut, membuat Alina semakin luluh dengan nya.
"Makasih ya udah mau beliin" ujar Alina memandang Evano.
"Iya...sama kesayangan kan gak boleh pelit" jawabnya, dan mencubit pipi Alina, "aku balik ya" ujarnya.
Alina mengangguk, "hati-hati" ucapnya.
Evano berbalik badan, "kayak dimana aja" jawab Evano terkekeh.
"Kali aja ada begal" ujar Alina tertawa kecil.
Evano menyeringai, lalu meneruskan langkahnya keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Haiii lin..." ujar Keyla yang sepertinya sangat gembira.
"Kenapa lo?" ujar Alina sambil memasukan sesendok salad buah kemulutnya.
"Tadi Afnan..." ucap Keyla menggantung.
"Kenapa?" tanya Alina, "nembak lo?" tambahnya.
"Dia ngajak gue jalan, tapi dia bilang nginep dihotel aja, gak usah pulang kerumah masing-masing" jelas Keyla.
"Yaudah terima aja, asal gak ngapa-ngapain" terang Alina.
"Ya...tapi...dia orang nya gampang sangean" ungkap Keyla pelan.
Alina terhenti memakan saladnya, "yang bener? muka nya kaya gak gitu deh" ujar Alina.
"Iya...sumpah... dia nyeritain semua yang pernah dia lakukan sama mantannya, terus ngajak gue kaya gitu juga" ungkap Keyla.
"Gak nyangka" ujar Alina lalu tertawa.
"Ngeri juga sih" ujar Keyla.
"Jaga diri aja" ujar Alina.
"Tapi gue takut, kalo sampe dia ngapa-ngapin gue" terang Keyla.
"Paling dicium" ujar Alina terhenti.
"Ya gapapa kalo cium doang mah" jawab keyla.
"Bibir" sambung alina.
"Alinaaa" ujar Keyla sambil tertawa-tawa.
Alina mencoba menahan tawanya, karena mulutnya sedang berisi, bisa-bisa menyembur ke Keyla.
"Mau?" tawar Alina.
Alina menyupkan salad itu pada Keyla.
"Enak banget...beli dimana lo" tanya Keyla.
"Lupa... pesan tadi" terang Alina.
"Evano yang mesanin ya" ujar Keyla menggoda, membuat Alina malu, "Oh iya, Dyra juga pesen minuman, dia bikin story chat nya saka Evano makanya gue tau" jelas Keyla.
"Iya...tadi gue liat dia kedepan ngambil pesanan nya" terang Alina.
"Barengan sama lo?" tanya Keyla.
"Enggak... gue dianterin sama Evano kesini" ujar Alina.
"Waduh...lebih dari pacarnya lagi" ujar Keyla terkekeh.
Tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini, hanya saja kita harus menunggu semesta menjadi kan ini mungkin. Tetapi kali ini aku percaya ketidak mungkinan itu ada.
__ADS_1
-Banjarmasin,21 Juni.