
"Hai sayang" ujar Evano mengirim chat pada Alina.
"Ada apa van?" balas Alina
"Aku lihat lihat kamu pasti punya teman yang nakal kan"
"Maksud nya?" jawab Alina penasaran.
"Kupu kupu malam" ujar Evano.
"Oh... gak ada, emang kenapa van?"
"Ada orang yang minta carikan perempuan sama aku" jelas Evano.
"Oh... pantas lah orang minta carikan kamu, kamu kan pengoleksi wanita hahaha" balas Alina.
"Tapi kan tidak untuk ku pakai" bantah Evano, "kamu bisa carikan sayang?" lanjut nya.
"Hmm... aku gak banyak kenal sama para kupu kupu malam" ujar Alina, "gimana kalau teman ku saja yang mencarikan" sambungnya.
"Tapi ini aman kan? jangan sampai ada yang tau" ujar Evano.
"Ya tenang saja... tapi aku gak ikut tanggung jawab kalau pun wanita itu penipu" terang Alina.
***
Alina mengirim chat pada teman laki laki nya yang sudah biasa mengurus hal seperti ini, dan dapatlah seorang wanita muda,cantik, dikira kira anak kuliahan.
Alina mengirik foto pada Evano, "ini?"
"Wow cantik, oke tunggu aku tanya sama orang nya dulu" ujar Evano.
Beberapa menit kemudian, "dia mau freelance, berapa?"
"Short time atau long time? tanya Alina.
"Long time" ujar Evano.
Alina menyebutkan harga dan mereka deal.
Sudah jam 11 malam, namun wanita itu juga belum datang di hotel yang sudah di tentukan.
"Lin... gimana ini? dia belum datang" ujar Evano menelpon Alina dengan panik.
"Udah di transfer?" tanya Alina.
"Iya udah di transfer semua nya" ujar Evano.
"Sekarang dia ngechat aku minta transfer lagi untuk beli pulsa" terang Alina.
__ADS_1
"Bukan nya tadi udah di transfer semua, kenapa gak pakai uang itu aja buat beli" ujar Evano, "dia juga ngechat aku minta tambahan" sambung nya.
"Sekarang jam 12 malam, gimana ini? dia bilang lagi ada urusan" ujar Evano.
"Tunggu, dia bilang sama aku dia ada masalah dengan mami di tempat kerja nya" jelas Alina.
"Aghh... bisa bisa nanti dikira aku yang pakai wanita itu" ujar Evano.
"Van... kalau pun wanita itu memang tidak datang, aku benar benar minta maaf, ini bukan kehendak ku, dan aku sama sekali tidak kenal dengan nya, nanti aku tanyakan lagi dengan teman ku" jelas Alina.
"Kenapa kamu bicara seperti itu? kenapa kamu yang minta maaf?" tanya Evano.
"Aku hanya takut kalau kaamu menuduh ku untuk menyuruh wanita itu agar tidak datang, dan aku minta maaf karena yang mengurus ini teman ku, jadi aku juga merasa bersalah" jelas Alina.
"Aku tidak menuduh mu macam-macam sayang, aku percaya dengan mu, tapi kalau begini bisa saja aku yang dituduh memakai wanita itu, karena dia kira kan aku yang mengurus ini" terang Evano.
"Sekarang, apa dia sudah datang?" tanya Alina ketakutan.
"Tunggu aku akan mengirim chat lagi pada teman ku" ujar Evano, "Belum" sambungnya.
"Huhh" Alina menghela nafas kasar, "kalau dia penipu bagaimana?" sambungnya.
"Mau tidak mau aku harus bersiap siap dimarahi" ujar Evano.
"Kenapa teman mu berani memarahi kamu?" tanya Alina.
"Dia ketua kejaksaan" ungkap Evano.
" Tapi dia baik, tapi mungkin juga dia tidak akan percaya lagi dengan ku karena hal ini" jelas Evano.
Alina menghubungi teman nya, dan betapa terkejut nya ia saat teman nya mengirim foto sedang video call dengan wanita itu.
"Van..." telpon nya lagi.
"Jadi gimana lin?" ujar Evano.
"Dia penipu, foto itu bukan foto dia, ini aslinya" ujar Alina lalu mengirim foto yang tadi dikirim teman nya.
"Kamu tenang saja, sekarang wanita itu sedang chatan langsung dengan teman ku" jelas Evano.
"Lalu? apa katanya?" tanya Alina.
"Dia minta di transfer uang lagi, agar masalah nya selesai dengan mami nya" terang Evano.
"Teman mu mau mentransfer lagi?"
"Iya" jawab Evano.
Alina tidak habis pikir dengan teman Evano, ia pasti sudah tau bahwa wanita itu penipu, tapi kenapa mau mau saja metransfer uang lagi.
__ADS_1
"Yasudah, kamu tidur saja, biar aku yang mengurus ini, mungkin wanita itu bukan benar benar perlu uang untuk menyelesaikan masalah nya dengan mami di tempat kerjanya" ucap Evano.
Alina mematikan telpon lalu berpikir sejenak, kenapa orang orang pintar seperti mereka bisa dengan mudah nya percaya dengan orang lain, sedangkan di pikiran Alina, wanita itu sudah jelas penipu.
***
Pagi nya, ia bangun kesiangan karena tidur sangat larut tadi malam, tapi untung nya hari ini libur.
Alina membuka ponsel nya deg deg an, karena teringat kejadian tadi malam.
"DEGG" tangan Alina mendadak gemetar, badan nya terasa panas dingin karena membaca chat dari Evano, "Aku kecewa dengan mu."
Dengan cepat ia membalas, "Van... aku benar benar minta maaf, aku tidak tahu ini akan terjadi, sudah ku bilang dari awal aku tidak ingin terlibat dengan urusan ini kalau wanita itu penipu" jelas Alina.
Chat dari Alina hanya di read saja oleh Evano.
"Van..."
"Aku mohon jangan marah."
"Aku tau kamu sekarang sudah tidak percaya lagi dengan ku"
"Tapi kan sudah ku jelaskan aku tidak tanggung jawab kalau dia penipu" ujar Alina.
Lagi lagi chat Alina hanya diread Evano, tanpa sadar Alina meneteskan air matanya, ia menyesal karena sudah mau membantu Evano dalam hal ini, Alina memberanikan diri untuk menelpon Evano, tapi di tolak oleh Evano.
***
Beberapa hari berlalu, Alina dan Evano juga sudah beberapa hari tidak berhubungan, termasuk dikantor mereka juga tidak bertemu sama sekali.
ponsel Alina bergetar karena pesan dari Evano, "sudah jangan minta maaf terus, ini salah ku" ujar Evano.
Alina hanya mendiamkan chat dari Evano, karena bingung akan membalas apa.
Tiba-tiba Evano menelpon nya, "hallo" ucap Alina sayu.
"Hei kenapa kamu? sakit?" ujar Evano.
"Kamu marah dengan ku?" tanya Alina.
"Mana bisa aku marah dengan kesayangan ku ini" ucap Evano, "oh iya, kamu mau tau kasus selanjutnya tentang wanita itu?" tanya Evano.
"Apa?" jawab Alina, "oh iya, dia minta tolong dengan ku, katanya tolong cabut laporan di kepolisian, karena tadi pagi dia ditelpon oleh pihak kepolisian" jelas Alina.
"Iya, teman ku menyuruh anak buah nya untuk menyelidiki wanita itu, dan semua nya sudah ketahuan" jelas Evano.
"Oh ternyata sudah dilaporkan, lalu bagaimana? tanya Alina.
"Ya...dia memohon sampai menangis nangis agar dicabut laporan nya" ujar Evano.
__ADS_1
"Dia beberapa kali menelpon ku dari tadi pagi, tapi tidak ku angkat" jelas Alina.
"Iya... tidak usah, biarkan saja" suruh Evano.