KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
DETECTIF DADAKAN


__ADS_3

 


"Lin!!!" teriak Alina dari luar dan mendorong pintu dengan kasar.


"Apa key. Jangan teriak teriak gitu, ntar ganggu orang" Alina mencubit lembut Keyla.


"Lin! Sakit" Keyla mengelus tangan nya


"Alay deh, ga keras juga, lo juga sih kenapa teriak teriak."


 


Keyla langsung duduk dan menatap serius Alina.


 


"Gue punya berita tentang suami lo."


"HAH?? Suami?? Siapa?!" Alina heran


"Evano!!."


"Gila aja lo suami suami, ntar dia marah, emang ada apa sih sama Evano?."


"Gue ada kabar berita."


"Kabar burung mana tuh hahaha."


"Ini gue beneran yang tau."


"Yaudah apa apa."


"Tadi gue kaya denger gitu suara dari ruangan Evano."


"Suara apa???."


"Nah kan tadi di dalam ruangan Evano ada orang lain cowok juga. Terus Evano kaya bercanda gitu sama dia, kaya pura pura marah gitu, abis itu dia ketawa. Si cowok yang satu nya lagi bilang gini "Giliran sama Dyra aja lo lembut banget ga pernah marah."


"What??!! Dyra??! Siapa Dyra?!!."


"Yaaahhh mana gue tau Alina.."


 


Alina terdiam, pikiran tertuju pada wanita yang ia lihat waktu itu.


 


"Lin? Alina?" Keyla melambai lambai kan tangan nya tepat di depan wajah Alina yang sedang melamun itu.


"Ih apa sih" Alina menepis tangan Keyla.


"Lo kenapa tiba tiba diem gitu, gue tau kok lo sakit hati kan?."


"Engga ko, ngapain juga gue sakit hati, gue juga cuma nganggep dia atasan doang". Alina berbohong.


"Kirain lo cemburu atau kepo gitu, gue mau ko bantu nyari tau."


"Emmm kalo kepo sih iya. Beneran mau? Kalo ada waktu luang kita cari tau yuk."


"Ayokk ajaa gue mah."


 


Jam istirahat Evano menghubungi Keyla...


 


"Lin?. Mau makanan ga, barusan aku beli nih, kalo mau ambil aja diruangan aku."

__ADS_1


"Ehh key... Evano nge chat gue, gue iya in aja kali ya, sekalian gue pancing pancing gitu tentang Dyra." Kata Alina


"Nah tu pinter, sana gih, nanti gue coba tanya orang lain deh tentang Dyra."


"Yaudah misi masing masing, bye Key, semoga lancar haha."


"Lo juga ya biar terungkap nih, ahaha udah kek apa aja ya, bye Lin."


"Tok tok tok..." Alina mengetuk ruangan Evano.


"Masuk" ucap Evano dari dalam ruangan nya.


"Hai cantik, nih makanan buat kamu, tadi aku pesen makanan, karna aku keinget kamu terus yaudah aku beliin sekalian."


"Terus punya kamu mana?" ucap Alina


"Udah abis hehehe."


 


Entah kenapa Alina merasa Evano bohong, bisa saja ia membeli makanan untuk Alina dan Dyra.


 


"Eh van... Kemaren aku liat cewek pagi pagi diruangan kamu. Siapa?"


"Oh itu Dyra. Dia juga karyawan disini".


"Pacar kamu ya."


"Ya enggak lah" Jawab Evano cepat


 


Di lain sisi Keyla menjalan kan tugas nya. tetapi ia memilih untuk makan terlebih dahulu, ia berpapasan dengan Afnan, keyla memang agak dekat dengan Afnan yang salah satu karyawan disitu. Ia ingat kalau afnan akrab dengan Evano.


 


"Kenapa key?"


"Bapak Evano itu punya hubungan ya sama yang nama nya Dyra?."


"Kalo untuk itu aku ga bisa ngasih tau."


"Dih gitu, kasih tau lah" Keyla memelas


"Engga bisa. Intinya kalian jangan terlalu dekat sama pak Evano ya, karna aku liat kalian berdua akrab banget sama dia."


"Emang kenapa sih?. Kasih tau aja, biar kami tau alasan nya, jadi bisa membatasi diri."


"Ga enak aja diliat orang."


"Ga jelas nih alasan nya, yaudah deh aku mau keluar dulu, dadahh see you hehe" Keyla terkekeh.


 


Alina yang merasa sudah lama mengobrol dengan Evano pamit untuk istirahat...


 


"Yaudah aku istirahat ke ruangan aja ya. Makasih banyak makanan nya banyak banget."


"Iya biar kamu gendut."


"Aihhh kamu" jawab Alina.


 


Alina kembali keruangan dan menunggu Keyla balik...

__ADS_1


 


"Eh makanan dari Evano banyak banget ya, nanti gue bagi sama Keyla deh. kenapa Evano sebaik ini sama gue ya, kalo dia punya pacar kan ga mungkin kaya gini, apa Evano sama Dyra emang ga ada apa apa ya" Pikiran itu berkecamuk di otak Keyla.


"Alinaa!!" Keyla datang dengan teriakan nya itu.


"Shuttt!! teriak teriak mulu, ntar kedengeran orang."


"Lin tadi kan gue nanya sama Afnan tentang Evano, tapi dia ga mau ngasih tau tentang hubungan Evano sama Dyra, gue curiga sih ada yang disembunyiin."


"Gue juga tadi nanya sama Evano dia punya pacar atau enggak, tapi dia jawab enggak, oh iya ini makanan dari Evano, gue juga curiga dia bohong sih". Alina menatap sudut ruangan karna memikir kan sikap Evano.


"Emang kenapa? bohong apa?" Keyla menyempitkn mata nya.


"Dia bilang dia beli makanan buat gue sama dia, terus gue tanya makanan dia mana, dia jawab udah abis."


"Kok gue juga ngerasa Evano bohong ya."


"Nah kan... lo tau kan Evano itu orang gimana? dia jarang makan siang kan, kalo pun makan siang dia makan nya waktu istirahat bukan jam kerja. Sedangkan tadi gue nyamperin dia kan pas awal waktu istirahat."


"Iya... gue mikir nya juga gitu Lin. kok nyembunyiin hubungan gitu ya dia."


"Kenapa dia ga jujur aja ya kan, biar gue bisa ngejauh juga, gue juga ga enak kalo beneran mereka ada hubungan, seakan akan gue Pho disini."


"Gimana kalo mereka ga punya hubungan? itu semua cuma gosip?."


"Kalo gitu kan bagus, jadi gue ga merasa bersalah, kalo kek gini kan gue ga tau, bisa bisa gue jadi orang ketiga" ucap Alina sambil melamun.


"Sabar aja deh lin kita coba ungkap lagi misteri ini ahahaha" Keyla tertawa


"Yaudah nih makan, banyak tu makanan ringan yang lo suka" ucap Alina.


"Gue mau pergi bentar ya" ucap Alina sembari keluar ruangan.


"Mau kemana loo?!!!. teriak Alina."


"Shuttt". Alina menyuruh Keyla diam dari balik pintu.


 


Alina keluar untuk pergi bersama Evano...


 


"Emang kita mau kemana Van?" tanya Alina sambil membuka pintu mobil


"Cuma mau beli coklat, kamu suka kan, biar mood kamu bagus."


"Ih ada ada aja, hehehe" Alina menggeleng kecil


"Beli yang banyak ya."


"Kalo ga banyak bisa bisa di oceh Keyla, dia kan suka makanan" Alina terkekeh


 


Evano menggenggam tangan Alina, "Kalo aku ga suka makanan."


 


"Bohong nih, kalo ga suka terus gimana makan."


"Aku suka nya kamu hehe" jawab Evano


"Ihh apaasi kamu gombal terus ,nanti aku baper, ribet kalo udah urusan sama hati."


"Kata siapa ribet? simpel ko, tinggal nikah hehehe."


"Van... udah dong baper nih."

__ADS_1


 


Evano semakin erat menggenggam tangan Alina.


__ADS_2