KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
ACARA


__ADS_3

Suasana pagi di pedesaan memang sangat segar, ditemani suara kicauan burung, selain jauh dari ingar-bingar kebisingan kota, area pedesaan juga menyediakan lebih banyak udara bersih.


Alina duduk diteras menikmati suasana segar saat itu, "nak" ujar ibu Evano menepuk pundak nya pelan, sambil tersenyum.


"Iya bu" jawab Alina sedikir terkejut.


"Hari ini akan ada acara disini" ungkap ibu Evano.


"Oh ya?" ucap Alina, "berarti akan ramai" tambahnya.


"Iya... Nanti siang kita akan memasak **** guling" jelas ibunya.


Alina terlihat meneguk saliva nya dan tersenyum kaku.


"Kamu suka nak?" tanya ibu Evano sambil mengelus kepala Alina.


"Ehm...a-aku gak pernah makan itu bu" ungkap Alina.


"Yang benar saja, kamu pasti bercanda" ujar ibu Evano terkekeh.


"Iya...k-karena sa..." ucap Alina terpotong, "ibu...dia muslim" sahut Evano dari dalam karena mendengar percakapan ibunya dan Alina.


"Oh...kamu muslim? Maaf ya ibu gak tau, ibu kira tadi kamu bercanda" jelas ibu Evano.


"Iya bu gak papa...mungkin karena aku gak berhijab juga, jd ibu gak tau" terang Alina.


"Tapi sekarang ibu tau... Nanti kamu ibu masakin ayam ya, buat kamu makan" terang ibunya, "ibu mau kepasar dulu ya" tambah ibunya.


"Bu...boleh ikut?" ujar Alina, laku tersenyum.


Ibu Evano tersenyum kecil lalu mengangguk.


Mereka pergi kepasar dengan berjalan kaki, jarak pasar dengan rumah Evano tidak terlalu jauh, juga tidak terlalu dekat.


"Beberapa bulan yang lalu, Evano juga membawa teman nya kesini, dan kaya nya seumuran dengan kamu" terang ibu Evano.


"Ini pasti Dyra" ujar Alina dalam hati.


"Oh ya? Siapa bu?" ujar Alina menoleh pada ibu Evano.


"Dyra" ujar ibu Evano yang juga menoleh pada Alina.


"Tuhkan" batin Alina, dan kembali melihat pada jalanan.


"Waktu dia main kesini, kebetulan ada acara juga" ungkap ibu evano, "tapi dia satu kepercayaan dengan kami, nah ibu kira kamu juga, ibu benar-benar minta maaf ya nak" jelas nya.


"Oh iya bu...gak papa, tapi aku nanti juga mau liat orang masak nya" jelas Alina.


"Iya...nanti kamu liat aja" ujar ibu Evano.


Tidak terasa mereka sampai dipasar, "ayam nya ya 1 ekor" ujar ibu Evano pada penjual ayam.


"Oke" jawab penjual itu, "cantik banget bu anak nya" tambahnya dengan senyum nya.


"Iya anak saya kan memang cantik yang ganteng juga ada" jawab Ibu Evano lalu membayar.


Alina terkekeh, "ternyata ibu Evano baik" ujar Alina dalam hati.


"Gak bisa liat yang bening- bening emang" ujar ibu Evano menyeringai.


"Kamu suka ayam dimasak apa?" tanya beliau.

__ADS_1


"Apa aja bu" jawab Alina.


"Kita beli bumbu dapur dulu" ujar ibu Evano.


Alina menurut saja, ia sambil melihat-lihat daging yang orang- orang jual.


***


Mereka berjalan pulang, orang-orang didesa tegur- menegue pada ibu Evano, dan memuji kecantikan Alina, membuat nya sedikit malu.


"Kamu memang cantik" puji ibu Evano.


"Hehe makasih bu" ujar Alina salah tingkah.


"Pantas saja Evano suka sama kamu, sudah cantik, sopan" jelas ibu nya.


"Bisa aja ibu nih" ujar Alina terkekeh.


"Ibu serius kok" ujar ibu Evano dan ternyum pada Alina.


Evano terlihat memainkan ponsel nya diteras, "Hai tuan putri" ujar nya melirik pada Alina.


Ibu nya tersenyum dan menggeleng mendengar itu, dan dengan cepat meninggalkan mereka, Alina mencubit tangan Evano, "bikin malu aja" ujar nya pelan.


"Bu menantu nya nakal, main cubit- cubit aja" teriak Evano.


"Terusin aja cubit nya nak Alina" sahut ibunya.


"******" ledek Alina.


"Kaya nya ibuku pilih kasih sekarang" ujar Evano merengut.


"Lebih sayang sama aku dong" ujar Alina dan menjulurkan lidah nya.


"Biarin" ujar Alina.


"Eh kata ibu kamu hari ini ada acara ya?" ujar Alina.


"Iya...nanti mereka akan memasak **** di depan sini" jelas Evano. Karena halaman Evano lebih luas dari warga yang lain, jadi sering di jadikan tempat untuk menyiapkan acara.


"Aku mau liat nanti" ujar Alina, "Dyra juga pernah ke sini ya" tambah nya.


Evano mengangguk pelan.


"Kenapa kaya gitu, tinggal bilang iya aja" ujar Alina terkekeh.


"Eh liat" ujar Evano mengalihkan pembicaraan, menunjuk pada orang- orang yang mulai menyiapkan untuk mengguling, "orang mau nyiapin" tambahnya.


Alina menajamkan mata nya pada Evano, "mau ngalihin topik ni yee" ledek nya.


Evano menarik tangan Alina yang sedang berdiri dihadapan nya, "jangan ih...nanti jatuh ke badan kamu" ujar Alina, melepas tangan nya dari Evano.


"gakpapa" jawab Evano pelan.


"Nakal" ujar Alina lalu dengan lembut menepuk pipi Evano.


Evano kembali memegang tangan Alina, lalu mencium- cium nya.


Ibu Evano tiba- tiba saja sudah berada di depan pintu, membuat Alina terkejut, dan dengan cepat ia menarik tangan nya dari Evano.


"Eh maaf mengganggu" ujar ibu Evano tertawa kecil, lalu kembali masuk.

__ADS_1


"Bikin malu aja" ujar Alina pelan.


"Ngapain malu sayang" ujar Evano, kembali meraih tangan Alina.


"Cie cie" ujar orang yang menyiapkan itu, dan melihat mereka mesra.


"Tuhkan Evano" tegas Alina dengab wajah nya yang mendadak memerah karena malu.


Alina buru- buru masuk dan meninggalkan Evano yang tersenyum nakal itu.


Ia masuk ke kamar dan mengambil ponselnya, terlihat beberapa panggilan dari Keyla. Ia mencoba memanggil balik.


"Hallo key" ujar Alina.


"Hallo lin. lo dimana?" tanya Keyla.


"Di kampung Evano" jawab Alina.


"Oh" ujar Keyla singkat.


"Kenapa?" tanya Alina penasaran.


"Gakpapa, gue kemarin kerumah lo, tapi lo nya gak ada" terang Keyla.


"Iya kemarin berangkat, baru sekarang gue ngecek ponsel" jelas Alina.


"Seru gak" ujar Keyla.


"Seru kok, kebetulan nanti ada acara nih" ungkap Alina.


"Acara apa?" tanya Keyla penasaran.


"Gak tau, gue gak nanya, bakar- bakaran nanti nih" jelas Alina.


"Bakar apa?" tanya keyla.


"Ibab" jawab Alina singkat.


"Gue pengen liat ihh..." rengek Keyla.


"Yaudah, samperin sini" ujar Alina terkekeh.


"Jauh gak?" tanya Keyla.


"Enggak kok, cuma 6 jam" terang Alina.


"Astaga Alina, itu cuma? cuma?" ujar Keyla sedikit kesal.


"Iya cuma...gue mah tidur doang" ujar Alina terkekeh.


"Enak lo berdua...gue kalau nyetir sendiri bisa- bisa tabrakan gara- gara ketiduran" jelas Keyla.


"Sama afnan dong" ejek Alina.


"Dia gak bakalan mau pergi jauh- jauh, tukang tidur" ujar Keyla, Alina terkekeh.


"Videoin ya" ujar Keyla.


"Gak...gak mau main ponsel gue" ujar Alina.


"Yah Alina Diandra...ayolah" ujar Keyla memelas.

__ADS_1


"Isshh...gak enak" ujar Alina, "orang lagi kerjain macam- macam, masa gue asik main hp nge- video" ujar Alina. "udah ah ya...bye Keyla" tambahnya.


"Alinaaa..." ujar Keyla. Alina langsung mematikan panggilan itu, dan ia kembali keteras.


__ADS_2