KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
TANGGUNG JAWAB?


__ADS_3

Beberapa bulan sudah berlalu, Alina Diandra dan Evano Gibran sudah semakin akrab, mereka pun saling mengetahui sifat satu sama lain lebih dalam.


Walau memang Alina sering patah hati karena Evano, namun mereka akan sangat kompak jika membahas masalah yang tidak seharusnya itu.


Alina sebenar nya adalah gadis yang bisa di bilang agresif, ia suka menggoda pria, tapi jangan salah sangka walau pun begitu, Alina tidak pernah membiarkan tubuh nya di jamah oleh para pria ******** diluar sana.


Sedangkan Evano, seorang pria yang sifat nya hampir sama dengan Alina, ia tidak bisa di goda, karena bisa saja ia langsung menerkam.


***


Waktu sudah larut malam, lebih tepat nya sudah tengah malam, tapi Evano dan Alina masih sibuk ber-chatingan.


Alina mulai menggoda Evano, karena Evano mengirim foto sosis goreng yang mana itu kesukaan Alina, "Ihh sosis nya besar ya" balas nya.


"Iya nih, tadi mau beli yang kecil tapi kehabisan, yaudah deh beli yang besar aja" balas Evano yang sepertinya masih tidak menyadari balasan dari Alina tersebut.


"Muat ga sih kalo sebesar itu".


"Muat kok hehe" jawab Evano dengan emoticon senyum nakal.


"Emang gak sakit?"


"Enggak kok, mau nyoba?"


"Yuk" jawab Alina agar Evano semakin menjadi.


"Beneran nih?, Nanti ya, mau pegang gak".


"Ehhh...enggak mau nyoba... Takut... Kalo pegang boleh lah haha".


"Ishh ni anak... Bikin tegang aja"


"Apa yang tegang Van?" balas Alina seakan tidak tau.


"Eh enggak... Kabel".


"Hati hati ntar kesetrum van".


"Iya, kamu yang kesetrum ntar".


"Ih... Apa apa sih, kok aku, aku kan ga megang kabel".


"Tapi kamu yang buat kabel nya tegang, untuk lagi gak dekat, kalo dekat udah aku tangkap kamu".


"Ngapain coba nangkap aku".


"Biar tanggung jawab haha" jawab Evano.

__ADS_1


"Aku gak salah apa apa juga, udah ah aku mau tidur, bye bye Van".


"Kamu ya... Gak tanggung jawab!" balas Evano.


"Aku ga ngelakuin kesalahan"


"Yaudah deh, awas aja besok, harus tanggung jawab!, night sayang" balas Evano sedikit kesal, karena Alina sudah membuat nya menginginkan sesuatu, tapi malah di tinggal tidur begitu saja.


Ke esokan hari nya di kantor, Evano masuk keruang Alina, kebetulan saat itu Alina sedang sendiri diruangan karena Keyla belum datang.


Alina yang sedang membaca sebuah novel dikaget oleh Evano yang memagang bahu nya, "eh tanggung jawab" ucap Evano dengan senyum nakal nya.


"Ihh, bikin kaget aja, tanggung jawab apa sih, orang ga ada salah juga" jawab Alina dengan sedikit terkekeh.


Evano yang sedang berdiri disamping kanan Alina membuat Alina sedikit gagal fokus, karena saat ia memalingkan wajah ke samping kanan, ia melihat aset milik Evano yang menggembung dari dalam celana nya.


Alina yang tidak sengaja melihat itu, langsung mendongakkan kepala nya dan melihat wajah Evano yang tersenyum nakal terhadap nya.


"Apasih van, kamu nih, balik gih keruangan, ntar ada yang liat gak enak" kata Alina.


"Aku kesini mau nagih tanggung jawab kamu" jawab Evano sambil mengelus rambut Alina.


"Yaudah tanggung jawab nanti aja, kamu balik dulu gih keruangan" ucap Alina sambil mendorong pelan Evano.


"Iya iya... Aku balik ke ruangan nih, jangan lupa ya tanggung jawab hehe" ujar Evano sedikit terkekeh.


***


"Harus janji ya" ujar Evano.


"Gak wkwk" balas Alina.


"Tuh kan, masa kamu ga penasaran sih sama ukuran sosis nya"


"Evano!!, aku bisa aja langsung megang punya tiba tiba"


"Kalo kamu berani megang punya aku, aku juga berani megang punya kamu" balas Evano dengan emoticon senyum nakal.


"Nakal kamu ya" ujar Alina.


"Kamu yang duluan nakalin aku tadi malam" balas Evano.


"Coba deh sini kamu ke ruangan aku" ujar Evano.


Beberapa menit Alina tidak membalas.


"Takut ya hahaha ketauan" ujar Evano.

__ADS_1


Tiba tiba saja pintu ruangan Evano dibuka oleh seseorang yang ternyata Alina, "siapa yang takut?" ucap nya, lalu alina duduk disamping Evano, "mana sosis nya? besar ga? Mau liat dong" ucap Alina menatap Evano.


"Wah... Kamu nantangin aku ya" jawab Evano, beberapa detik Evano terlihat memerhatikan sekitar dan...


Evano berpura-pura akan membuka resleting nya, dengan cepat Alina menutup mata nya, "tuhkan, ni anak sebener nya takut" ucap Evano sambil memerhatikan Alina.


"Enggak ko" bantah Alina.


"Yaudah nih beneran" ucap Evano, kembali meletak kan tangan nya di resleting nya.


"Ehh...engga engga" tahan Alina, "ntar ada cctv" ucap nya.


"Disini ga ada cctv, tenang aja" bantah Evano.


"Emm... Ga usah deh, ga mau liat juga" ucap Alina terkekeh, "Aku mau istirahat nih" ucap nya lagi sambil melihat jam di ponselnya, karena Alina tipe perempuan yang tidak suka memakai jam tangan.


"Kamu beneran?" tanya Evano sambil menyenderkan badan dikursi nya yang berhadapan dengan Alina.


"Beneran apa?" tanya Alina bingung yang tidak paham apa yang dimaksud Evano.


"Beneran istirahat sekarang?" Evano menatap nakal Alina.


"Ya iyalah, emang kenapa?" tanya Alina dan mengangkat alisnya, karena benar benar tidak paham apa yang dimaksud Evano.


Evano memajukan badan nya tetapi masih bersender dikursinya, Alina mulai sadar apa maksud Evano, Alina dibuat nya gagal fokus dengan duduk Evano, pandangan nya tertuju pada sesuatu yang membuat baju bagian bawah Evano tersingkap.


Evano menatap nakal Alina sambil menggigit bibir bawah nya, ia berdehem, "heii...mata mu melihat kemana?" tanya Evano membuyarkan Alina.


"Jangan duduk seperti itu!, kamu membuat ku salah fokus" ketus Alina.


"Jadi sekarang? pergi sekarang? atau?" ucap Evano terpotong lalu memberi kode dengan melirik kebawah dan kembali menggigit bibir nya sambil menatap mata Alina.


Alina mendekat pada Evano, lalu menghirup aroma di leher Evano, dan berbisik "kamu nakal" lalu Alina menjauh dan menatap tajam Evano.


Evano menghembus napas dengan cepat lalu tertawa kecil, "tapi kamu suka kan?, sekarang apa kamu berharap aku mencium mu?" tanya nya.


"Tidak" jawab Alina cepat.


Evano mengelus wajah Alina lalu mengusap bibir Alina, dan mendekatkan wajah nya dengan Alina, "jujur saja, aku tau itu" bisik nya.


"Sekarang menjauh dari ku, aku ingin istirahat!" ucap Alina kesal.


Lalu Evano menjauh dan menyeringai, Alina beranjak keluar.


"Hati hati ya sayang" tukas Evano.


Alina tidak menjawab, ia hanya memberi kode dengan mengangkat alisnya, lalu keluar.

__ADS_1


__ADS_2