
Sudah beberapa hari, hari selalu saja hujan, dan hari ini Alina memutuskan untuk memakai baju merah saat kerja karna pikirnya itu akan membuat hari cerah.
Seperti biasa, pukul 6 ia bangun dan bersiap siap untuk berangkat kerja.
Saat sudah dikantor Alina berharap bertemu dengan Evano, tetapi kenyataan nya nihil.
"Pagi lin...." sapa Keyla.
"Pagi juga Key...." balas Alina.
"Ish ish ish....Baju merah biar panas ya harini hehehe." Keyla terkekeh.
"Iya biar ga ujan mulu, kali aja kan hari ini panas."
"Eh Lin istirahat nanti makan d tempat langganan kita waktu sekolah yu, sekalian ajak mia, gimana?." ucap Keyla.
Alina mengangguk pelan sambil merapikan tempat kerja nya, "oke, lagian gw juga rindu nih makan disitu, oh iya kasih tau dulu gih Mia nya."
Keyla memberitahu Mia, dan Mia setuju.
Mia adalah teman akrab dari Keyla dan Alina. Memang awal nya Keyla dan Alina kemana mana hanya berdua. Tapi sudah beberapa bulan ini Mia berteman dengan mereka, karna Mia bermasalah dengan teman se-geng nya, itulah yang membuat ia berteman dengan Alina dan Keyla.
Saat sudah jam istirahat mereka langsung menuju tempat makan langganan mereka itu.
"Mau kemana....?"ucap salah satu karyawan yang melihat mereka menuju parkiran.
"Mau makan pak." jawab mereka
"Makan dimana? ga kekantin aja, biar bareng bapak."
"Mau makan deket playover itu pak."
"Jauh banget, yaudah hati hati ya kalian."
"Iya pak. kami pergi dulu ya." pamit mereka.
"Lin coba lo telpon Mia gih."
"Tunggu deh."
__ADS_1
"Ayo dah jalan, dia dah otw juga."
"Lin pegangin hp sama dompet gw dong ... ya." itip Keyla. karna saat itu Alina di bonceng Keyla.
Alina mengangguk pelan sambil memasang helm nya.
Sesampai nya di tempat makan, mereka memarkir motor nya.
"Banyak amat neng hp nya, pasti 1 hp buat chat 1 pacar ya hehehe." ucap salah satu tukang parkir disitu pada Alina.
"Iya nih banyak banget punya pacar hahaha." Alina membalas candaan tukang parkir itu.
"Aduh eneng nya cantik pantesan banyak pacar, langsung aja neng ke atas."
Alina, Keyla, Mia langsung naik keatas, karna tempat makan nya bertingkat.
Sesampai nya diatas mereka lihat tempt nya penuh, mereka memutuskan untuk turun, dan mencari tempat makan lain.
Saat memasang helm, Alina ingat betul ia menaruh Hp dan dompet keyla di saku motor keyla. karna ia kerepotan memegangi, saat itu Keyla berbincang dengan Mia.
Beberapa menit mereka berkeliling, mereka memutuskan untuk makan di Kfc saja, saat sudah memarkir motor, Keyla memasuk kan tangan nya ke saku motor nya, tiba tiba ia panik, karna hanya ada dompet nya, sedangkan hp nya tidak ada.
"Lin!!! hp gw ga ada.!!!" ucap Alina dengan gemetar.
Mereka bertiga langsung kembali ke tempat makan pertama.
"Mang, disini tadi ada hp ketinggalan ga?." ucap Alina pada tukang parkir yang tadi
"Ketinggalan diatas kali ya neng.."
"Kayanya engga mang, aku tadi pegang hp 2 kan sama dompet, nah hp 1 nya engga ada, kali aja ada jatoh deket sini.." Alina menjelaskan
Tukang parkir itu bergegas menanyakan pada pelanggan yang ada diatas, tetapi hasil nya nihil.
Sudah beberapa menit mereka bertiga bolak balik tempat makan itu dan Kfc, berharap hp Keyla ketemu di jalan yang mereka lewati, tetapi tidak ada sama sekali, Alina semakin cemas, ia dan Mia mencoba menelpon hp Keyla itu, Setelah beberapa menit bisa ditelpon, tiba tiba hp keyla tidak bisa di hubungi lagi.
Keyla yang sudah menangis langsung menelpon Ayah nya pakai hp Alina, dan Alina,,, Alina takut jika dituduh yang tidak tidak oleh Ayah Keyla.
Alina terpikir untuk minta bantuan Evano.
"Hallo van. Bisa bantu ga? lacak hp Keyla, hp nya hilang.."
"Beneran?? tunggu" Evano mencoba melacak hp Keyla dengan Email keyla.
__ADS_1
Setelah beberapa jam mereka mencari, Alina dan Keyla memutuskan untuk kembali kekantor, sedangkan Mia, Mia sudah kembali ke kantor nya lebih dulu.
Saat mereka kembali, ternyata Evano sudah berada diruangan mereka, dan menanyakan kejadian itu.
Hari sudah menjelang senja, Alina pergi kerumah Mia untuk menanyakan apakah Mia memang tidak melihat hp Keyla. Alina harus pergi kerumah Mia langsung karna Mia tidak bisa dihubungi.
"Eh lin tau dimana rumah gw?" Mia heran karna alina tidak pernah kerumah Mia.
"Dari orang lah," Lalu Alina menjelaskan panjang lebar.
Malam hari nya Alina mencoba menceritakan kejadian ini dengan Evano.
"Van. mau bantu gw ga?"
"Bantu apa syg?."
"Ngeganti Hp Keyla"
"Kok kamu yang ganti?" Evano mengeryitkan dahi nya karna heran.
Alina menceritakan semua yang terjadi.
"Sekarang lagi nunggu keputusan ayah Keyla." ucap Alina
"Yasudah. apapun keputusan nya nanti bilang sama aku." Evano menenangkan Alina.
"Iya van. makasih ya."
"Iya sama sama. nanti aku chat lagi ya, sekarang aku mau main badminton."
Evano memang suka bermain badminton dengan teman teman nya malam hari, karna memang tidak ada waktu jika main siang hari.
Beberapa hari berlalu, dan Alina semakin tidak enak dengna Keyla. Ayah nya menyuruh Alina untuk mengganti, dan Alina meng iyakan ,karna memang ia tidak suka berurusan panjang karna ayah Keyla menganggap Alina penggelapan.
"Gilaa! ngapain juga gw penggelapan hp satu doang, kga jadi hasil" ucap alina dalam hati.
Ayah Keyla memberi waktu dua bulan untuk Alina mengganti Hp Alina. Alina bingung bagaimana ia mengganti, karna ia tidak mungkin menceritakan kepada orang tua nya masalah ini, dan karna Alina memang selalu menyelasaikan masalah nya sendiri.
Dengan cara apapun ia lakukan untuk menghasil kan uang, ia tidak menceritakan keputusan ayah Keyla pada Evano. karna ia rasa, itu hanya akan merepotkan Evano.
Sudah hampir 2 bulan, Uang Alina hanya ada setengah dari uang yang harus ia ganti. Dan ayah Keyla sudah menanyakan kapan Alina mengganti.
Alina langsung menghubungi ayah Keyla.
"Assalamualaikum om, saya Alina, mohon maaf masalah uang, saya ga bisa ganti sepenuh nya sekarang, kalau boleh setengah dulu, besok saya kerumah,buat ngasih uang nya."
Ayah Keyla membalas. "Ya Lin."
Alina sedikit lega...
Alina benar benar memutar otak nya agar menghasilkan uang, karna ia tidak ingin masalah ini berkepanjangan. Alina termasuk gadis yang tidak bisa tertekan oleh masalah, Ia akan langsung berubah, dari anak yang ceria,mendadak pendiam,murung,jarang makan,susah tidur. Dan lain lain...
Dengan kejadian itu tidak membuat pertemanan nya dengan Keyla hancur, hanya saja Alina sering merasa tidak enak dengan Keyla.
Alina sadar ia sudah ceroboh, Tetapi ia memaksakan diri agar tidak terlalu memikirkan itu, karna semakin membuatnya tertekan.
__ADS_1