
Mereka tiba dikantor dengan menaiki mobil alphard milik Evano, Evano hanya memakai celana levis dan kemeja hitam. Alina benar-benar tidak tahan melihat Evano dengan pakaian seperti itu, ditambah badannya yang atletis.
"Aku tidak tahan melihatmu seperti ini" ucap Alina dalam hati.
Saat dimobil pun Alina beberapa kali melihat ke- tangan Evano yang sedang menyetir, entah apa yang ada dipikirannya.
"Alina" panggil seseorang dengan ketusnya dibelakang Alina. Membuat langkahnya terhenti. Ia membalikkan badannya.
"Iya" jawabnya sambil memutar bola mata, karena melihat orang itu yang ternyata Dyra.
"Berangkat sama siapa?" tanya Dyra.
"Bukan urusan lo kan" jawab Alina, lalu kembali berjalan kearah ruangannya.
"Tapi penting!" tegas Dyra.
"Huhh!! Sialan ni cewek!" gerutunya, tanpa menoleh kebelakang, lagi-lagi membuat langkahnya terhenti.
"Sama Evano?" tanya Dyra.
Alina tidak menjawab, ia tidak menghiraukan apa kata Dyra, ia kembali melanjutkan jalannya, tanpa mendengarkan lagi ucapan-ucapan Dyra.
"Lin..."
"Stop!"
"Dengarin gue"
ujar Dyra yang tidak didengarkan sama sekali oleh Alina.
"Pagi-pagi udah dibuat kesal" gumam Alina.
"Dari kemarin tuh muka di tekuk mulu" tegur Keyla.
"Kesal gue!...kesal sama semua orang yang gue kenal" jelas Alina.
"Termasuk gue juga dong" ujar Keyla.
Namun Alina tidak menjawab ujar Keyla itu, ia membuka berkas-berkas yang tersusun rapi dimejanya.
"ALINA DIANDRA!" tegur seseorang dengan tegasnya dari pintu.
"PEREMPUAN SIALAN!... APA LAGI SIH HAH?!" jawab Alina yang sudah tersulut Emosi. Ia berdiri dari tempat duduk nya.
"GUE TADI NANYA SAMA LO YA..." jawab Dyra, "BISA-BISANYA GAK LO DENGARIN, LO ITU ANAK BARU DISINI! INGAT ITU!!" jelas Dyra.
"YA...TERUS?! MAU LO APA?! EVANO?! AMBIL!" tegas Alina.
"LO YANG UDAH NGAMBIL EVANO DARI GUE! WANITA ******!!" umpat Dyra.
"GUE DISINI KERJA! GAK PERNAH ADA NIATAN MENGGODA EVANO! EVANO NYA YANG NGASIH PERHATIAN SAMA GUE!" jelas Alina.
Mereka saling beradu mulut dikejauhan, sampai Keyla yang berada ditengah-tengah mereka tidak tahan mendengarnya.
"STOP!!!" teriak Keyla, yang benar-benar sudah tidak nyaman melihat pertengkaran Alina dan Dyra.
"Lin...udah... emang bukan salah lo kok" ujar Keyla, ia mencoba menenangkan Alina yang sudah tenggelam karena emosi.
"OMONGAN LO DIJAGA YA!" ujar Keyla pada Dyra.
"Brakk!" pintu dibanting oleh Dyra, ia keluar dengan wajah yang merengut.
__ADS_1
"Lo kenapa lagi sih sama si hantu itu" tanya Keyla. Sambil mengeluh bahu Alina yang masih berdiri menatap kearah pintu.
"Dia dari kemarin pagi bikin gue emosi mulu" ungkap Alina, ia kembali duduk.
"Udahlah lin, lupain aja, sekarang lo lanjutin kerjaan lo, ada yang mau gue bantuin?" tawar Keyla.
"Boleh? Tolong bantu ini aja, mintain tanda-tangan Evano" ujar Alina, memberikan berkas itu pada Keyla.
Dengan cepat Keyla pun mengiyakan, ia pergi keruangan Evano.
Tidak lama kemudian Keyla sudah balik lagi, "nihhh" ujar Keyla menyerahkan berkas itu pada Alina.
"Kenapa gak lo aja yang kesana?" tanya Keyla.
"Males aja... Kalau tiba-tiba ketemu lagi sama tuh setan" terang Alina.
Keyla terkekeh, "ngapain juga lo ngurusin si setan itu, diemin aja" suruh Keyla.
Alina hanya menyeringai, sambil terus mengerjakan pekerjaan nya.
"Udah Key...gak ada yang perlu dibantuin lagi" ujar Alina, sedikit cemburu karena Keyla keruangan Evano.
Keyla kembali ke meja kerjanya.
***
Ponsel Alina bergetar, ia sedikit melirik pada notifikasi yang muncul, "EVANO" bergegas ia membuka chat dari Evano itu.
"Sayang"
"Sayang"
"Bisa jalan hari ini?"
"Bisaaa" balas Alina.
"Okey jam 20.00 aku jemput" ujar Evano.
"Oke deh" balas Alina.
19.30 Alina bersiap-siap, ia tidak nau Evano menunggu nya lama.
20.00 Evano belum ada memberi kabar pada Alina.
20.30 Tidak juga Evano datang.
"Jadi gak sih" gumamnya yang setiap menit memeriksa ponselnya.
Ia duduk diruang tamu sesekali melirik kearah jam dinding yang sudah lewat dari jam yang sudah ditentukan Evano.
Ia menghela napas, sejenak ia berpikir mengapa hari ini dunia tidak terasa ramah dengan nya. Tidak terasa memberi izin untuknya bahagia.
Ia mematikan ponselnya dan melangkah menuju kamarnya dengan lunglai, mengingat Evano tidak juga menghubunginya. Mengganti bajunya dengan baju rumahan.
Ia berusaha menutup matanya agar tertidur, namun percuma, ia selalu mengharap ada seseorang yang mengetuk pintunya, maksudnya Evano.
21.30 tidak ada jua, kali ini sudah mengantuk, tanpa menghapus makeup nya, ia tertidur.
01.45 Dini hari ia terbangun, ia mengaktifkan ponselnya, dan masuklah chat dari Evano, dan beberapa kali telpon tidak terjawab dari Evano.
"Susah banget ditelpon"
__ADS_1
"Padahal tadi aku sudah didepan"
"Aku sudah ngetuk pintu lama"
"Dia nih sibuk"
"Rubah janji"
"Mengilang"
"Susah ditelpon"
Alina menghembus napas pelan setelah membaca itu.
"Aku kira gak jadi, makanya aku tidur, aku gak dengar kamu ngetuk pintu" jelas Alina.
"Kamu gak aktif sayang" balas Evano.
"Iya, karena aku kira gak jadi" terang Alina lagi.
"Kalau gitu besok aja" saran Alina.
"Oke besok ya" balas Evano.
"Jangan alasan lagi" tambah Evano.
"Padahal gak ada alasan" balas Alina diiringi stiker sedih.
Evano juga membalas dengan stiker sedih.
"Aku harap kamu gak marah" balas Alina, tapi lagi-lagi hanya dibalas stiker oleh Evano.
"Evano" ujar Alina lagi, "aku jadi gak enak"
"Yaudah santai aja...aku gak marah juga" balas Evano.
Evano mengirim sebuah file dimana tanda jadi pemesanan hotel.
"Hah? pesan hotel?" balas Alina terkejut.
"Iya...buat kita, liat aja tanggalnya" balas Evano.
"Enggak...aku gak mau" balas Alina, "Aku gak bisa."
"Kaya perempuan kemarin nih" balas Evano.
"Kenapa? siapa?" balas Alina yang tidak mengerti.
"Kupu-kupu malam kemarin, udah janji, malah gak dateng" terang Evano.
"Kenapa kaya aku?" tanya Alina.
"Kamu juga janji hari ini, tapi malah gak jadi" ungkap Evano.
"Aku kan gak sengaja, aku benar-benar gak tau kalau kita jadi jalan, soalnya kamu lewat banget waktunya dari yang kamu bilang" jelas Alina.
"Aku tadi sibuk" balas Evano.
"Kalau sibuk, jangan bikin janji, aku orangnya gak suka kalau seseorang bikin janji, tapi dia sendiri yang gak nepatin. Kamu tau, aku tadi udah siap-siap setengah jam dari jam yang kamu tentuin, sampai akhirnya aku ngantuk, makanya tidur" jelas Alina panjang lebar.
"Hmm...iya, iya, salah aku, aku yang minta maaf, aku gak bilang kalau aku juga masih ada urusan ternyata jam segitu" terang Evano.
__ADS_1
"Makanya kamu pastiin dulu, baru kamu bikin janji, kalau kaya gini seakan-akan jadi salah aku, padahal aku benaran udah siap-siap" jelas Alina sedikit kesal.
"Bilang aja tadi masih ada Dyra diruangan" gumam Alina.