
Tidak ada yg nyaman jika hanya dijadikan "pelarian".
Kau sudah benar benar mempunyai "perasaan".
Dan dia benar benar hanya"mempermain kan".
~~~
Lambat laun sikap Evano semakin berubah, ia yang tadi nya selalu menghubingi Alina, kini sudah jarang, jarang main kerumah, jarang bertemu bahkan di kantor pun, sampai akhir nya itu semua tidak pernah lagi terjadi.
Alina bingung, mau tidak mau ia harua berusaha melupakan Evano, tapi semakin ia melupakan, semakin sakit yang ia rasa, karena kenangan-kenangan itu malah muncul.
Ingin ia menyapa Evano lebih dulu, tapi ia juga tidak enak hati, apalagi Evano sekarang sudah sombong dengan nya, tidak pernah lagi menelpon, bahkan mengirim chat pun pada nya juga tidak pernah lagi.
"Evano sekarang sombong ya sama kita" ujar Keyla.
"Oh ya?" ujar Alina yang berpura-pura tidak tahu.
"Iya...gue nge chat juga sekarang dia jawab nya singkat, gue minta tolong dia gak ngerespon lagi" jelas Keyla.
Alina menelan ludah "Oh... Gitu?" tanya Alina.
Keyla mengangguk.
"Sama lo sudah pasti enggak kan" ujar Keyla.
"Gak tau...gue udah jarang kan chat sama dia, bahkan dia ke luar kota pun gue gak tau kan, malah elo yg tau" terang Alina lalu menyeringai.
"Iya dia sombong sekarang...entah kenapa" ujar Keyla sedikit terpaku.
"Lo udah gak sayang lagi sama Evano?" tanya Keyla, menajam kan mata nya pada Alina.
__ADS_1
"Gak tau" jawab Alina singkat.
Ternyata benar saja, sikap Evano benar-benar berubah, tidak hanya dengan nya saja ternyata, "apa mungkin karena dia sibuk akhir-akhir ini" batin Alina.
***
Hari-hari dilalui nya tanpa Evano.
Hampir setiap malam sejak Evano berubah, Alina selalu membuka dan membaca chat-chat dari Evano yang terdahulu, mengingat saat itu, menit itu, dan detik itu, ia sangat merasa diistimewakan oleh Evano.
Alina tahu ia salah, ia se-akan-akan menjadi duri di hubungan Evano dan Dyra. Tapi Dyra...Dyra seperti tidak memperdulikan hubungan Evano dengan Alina, walau sesekali ia memang sangat marah pada Alina.
Alina menposting foto nya di story sosmednya, tidak berselang lama ada yang mengomentari foto itu. Ya...dari Evano.
"Cantik banget, jadi mau cubit pipi nya" ujar Evano.
"Hehe bisa aja" balas Alina.
"Evano sekarang sombong" balas Alina.
Tidak lama kemudia panggilan video masuk dari Evano.
"Haii" ujar Alina pelan, ia menjawab panggilan dari Evano biasa saja, tidak seperti dulu, dimana dia sangat semangat.
"Maaf ya sayang, aku sekarang sibuk banget...bahkan di kantor pun aku jarang keluar dari ruangan" jelas Evano, "kamu juga gak pernah lagi ke-ruangan aku."
"Aku mau kesana, tapi aku gak enak, kan kita udah jarang banget chat-chatan" ungkap Alina.
"Astaga...padahal aku gak ada maksud nyuekin kamu loh, besok-besok keruangan aku lagi ya" jawab Evano.
"Iya" ujar Alina.
__ADS_1
"Sudah dulu ya...aku mau nyari makan" ujar Evano.
"Iya" jawab Alina.
"Dadah...sayang, nanti kalau kamu belum tidur, aku telpon lagi" ujar Evano.
"Iya van" ucap Alina, dan memutus panggilan itu.
Hati nya sedikit bahagia, hanya sedikit...karena Alina sudah berusaha melupakan Evano, tapi Evano kembali datang lagi, dengan sikap manis nya itu.
~Konsekuensi jika sudah menjadikan seseorang sebagai candu~
~~~
Alina mempercayai perkataan Evano, ia menunggu panggilan dari Evano lagi, sampai larut malam,tapi tak kunjung ada.
Ia menghela napas, sambil memerhatikan ponsel nya, "pasti dia lupa" ucap Alina pelan, dan tersenyum paksa.
"Aku ingin tidur, tapi gimana nanti kalau ada panggilan dari Evano" batin nya.
Alina sudah jarang saling bertelpon, atau saling mengirim chat dengan Keyla. Karena ia merasa Keyla seperti ingin membuat nya cemburu.
"Kalau saja gue gak ada masalah sama Keyla, udah gue musuhin tuh anak" ujar nya pelan.
Akhir-akhir ini Keyla menghubungi Alina kalau ia sedang butuh saja, Alina benar-benar jengkel dengan sikap Keyla yang sekarang. Kalau dia ada perlu, dia akan spam chat pada Alina.
"Untung gue baik" batin nya.
Alina memang masih sering membantu Keyla, tapi itu karena ia punya masalah dengan Keyla. Kalau tidak begitu, ia tidak bisa beralasan apapun kalau ia sedang tidak ada uang untuk membayar.
Tapi ia juga tidak begitu benci dengan Keyla, mengingat Keyla juga sangat baik padanya, namun entahlah sekarang. Semuanya sangat-sangat berubah.
__ADS_1