KEKASIH ORANG LAIN

KEKASIH ORANG LAIN
KEYLA dan EVANO?


__ADS_3

Hujan turun menghujam bumi, membuat cuaca malam itu benar-benar dingin. Alina menyembunyikan badannya dibawah selimut tebal itu. Mood nya benar-benar bagus untuk tidur.


Hampir terlelap, namun dering ponsel nya membuatnya tersadar, sebuah panggilan video dari Keyla.


"Ada apa key?" tanya Alina.


Keyla mengubah kameranya menjadi kamera belakang dan menunjukan laptopnya dengan layar yang menghitam,"ini gimana ya lin? laptop gue gak bisa nyala, terus touchpad nya gak berfungsi juga" jelas keyla panik.


"Yahhh...gue gak paham juga masalah begituan" terang Alina.


"Gimana ya...gue mau nyelesain kerjaan tadi, tinggal dikit kan nanggung" jelas Keyla, "coba gue tanya Evano deh ya" tambahnya, membuat Alina benar-benar curiga kali ini.


"Iya gih...coba chat dia" ujar Alina yang sebenarnya kesal, belum sempat keyla menjawab, panggilan itu sudah d matikan oleh Alina.


"Padahalkan ada Afnan, kenapa gak coba tanya Afnan" gerutunya.


Membuat mood nya yang kala itu baik untuk tidur, berangsur-angsur memburuk, ia menjadi tidak bisa tidur, karena sikap Keyla yang sekarang seperti mencari perhatian pada Evano.


Namun ia juga berpikir, Evano memang laki-laki yang suka mendekati perempuan, dan dia juga bukan siapa-siapa Evano jadi ia tidak bisa marah dengan Evano ataupun dengan Keyla, kalau memang Keyla juga menyukai Evano sekarang.


"Udah bisaaaa" ujar Keyla mengirim chat pada Alina.


"Oh ya?...syukur deh" balas Alina.


Keyla menyalinkan percakapannya dengan Evano, dimana Evano juga mengatakan...


"Tunggu ya cinta, nanti aku jelasin, sekarang aku lagi dijalan" balasan dari Evano pada Keyla.


Hanya itu yang disalin Keyla, "untuk apa sihhh B*ANGS*T!" teriak Alina dibawah selimutnya.


"Cinta-cinta gak ingat apa sama Dyra wkwk" balas Alina yang sebenarnya wajah nya benar-benar jengkel.


"Tau tuh... Sekarang dia off" balas Keyla.


"Oh..." balas Alina yang sudah mulai malas melanjutkan percakapan itu.


"Lo gak chat sama dia? kok gak tau, kemarin dia keluar kota, lo gak tau juga" tanya Keyla.


"Iya gak" balas Alina.


"Sebenarnya gue tahu lebih dulu dari lo!! gue cuma pura-pura aja ANJING!" umpat Alina membentak ponselnya yang masih membuka chat dari Keyla, lalu melempar ponsel nya itu ke samping badannya.


"Huuhhhh, tenang Lin...tenang" ujarnya pada dirinya sendiri, ia menutup matanya, dan mulai menghirup napas dan mengeluarkannya perlahan, kembali mengambil ponselnya, dan mencoba tersenyum sambil membalas chat Keyla lagi.


"Lagi perang dunia kaya nya nih" ujar Keyla.

__ADS_1


"Wkwk kaga juga" balas Alina, yang sama sekali tidak tertawa saat itu.


Ia tidak menghiraukan lagi chat dari Keyla. ia mencoba kembali menutup matanya, lagi-lagi digagalkan oleh suara, kali ini suara ketukan, "siapa lagi sihh..." ketusnya sambil merengut, ia sangat malas untuk keluar dari selimutnya, tapi ketukan itu semakin keras, membuatnya juga tidak bisa tidur.


Dengan wajah yang sangat kesal, ia pergi keluar, ia membuka pintu, tanpa melihat dulu siapa yang ada diluar.


"Iya, ada ap..." ujarnya tercekat, saat membuka pintu, dan terlihat Evano yang sudah menggigil kedinginan.


"Astaga Van...abis dari mana?" ujarnya sambil menuntun Evano ke sofa.


"Ka-mu lama bangettt" ucap Evano dengan bibir yang bergetar, dan kedua tangan nya ia silangkan untuk memeluk badannya.


"Aku tadi mau tidur...jadi gak dengar" jelas Alina lalu beranjak dari tempat duduknya, ia pergi kekamar mengambil selimut tebal yang tadi ia pakai. Lalu menyelimutkan kebadan Evano.


"Aku bikinin teh hangat ya van" ujar Alina menawarkan, dijawab dengan anggukan pelan oleh Evano, yang sepertinya benar-benar kedinginan walau ia tidak kebasahan.


Alina datang membawakan secangkir teh hangat dan meminumkannya pada Evano.


"aahh" ujar Evano seperti lega setelah meminum teh hangat itu, "makasih ya" ujarnya sambil menatap Alina.


"Iya... kamu habis darimana? tanya Alina.


"dari nyari makan, pas balik hujan lebat banget, sampai susah untuk nyetir" jelas Evano.


"Ohh... kalo mau tidur, tidur aja" ujar Alina.


"Iya...tadi dia bilang juga kok sama aku" ujar Alina cepat, menandakan ia sedang kesal.


"Oh udah bilang sama kamu" ujar Evano.


"Iya...masalah laptop kan" ujar Alina.


"Iya..kata aku nanti aku jelasin, tapi sampai sekarang aku belum ngejelasin juga" jelas Evano lalu tertawa terbahak-bahak.


"Sampai segitunya ketawa, gak ada yang lucu" ujar Alina datar, ia bingung dengan Evano.


"Dia pasti sekarang lagi nungguin aku buat jelasin" ujar Evano dengan pedenya.


"Kesian tau" ujar Alina terkekeh.


"Dia juga haha...coba deh kalau kamu yang minta bantuan sama aku, pasti langsung aku bantuin, ini kan Keyla, sedikit malas ah" jelas Evano.


"Nanti kalau kalian berdua ada yang gak paham tentang apa aja, tanya aja sama aku, tapi kamu aja yang nanya, kalau kamu yang nanya langsung aku bantuin meskipun aku lagi diluar kantor" jelas Evano.


"Kok gitu" tanya Alina terkekeh.

__ADS_1


"Iya lah...aku kan sayang kamu" rayu Evano.


"Sayang semua perempuan lebih tepatnya" ketus Alina.


Evano terkekeh mendengar itu, "aku kangen kamu" ujar Evano.


"Kangen mulu" jawab Alina salah tingkah.


"Iya beneran, tau gak pas aku ke luar kota, aku tuh kepikiran sama kamu, kita video call terjeda terus ya...karena benar-benar sinyal gak mendukung, padahal kan orang mau rindu-rinduan" ujar Evano lalu mencium pipi Alina.


"Suka banget nyium tiba-tiba, kemarin dikantor juga gitu" ujar Alina menatap Evano.


"Aku gak tahu kenapa bisa senyaman ini sama kamu" ujar Evano menatap dalam mata Alina.


Alina mengagkat bahunya, tanda ia tidak tahu.


"Kamu jago bikin nyaman si, pantesan banyak cowoknya" ujar Evano.


"Kamu yang banyak ceweknya" bantah Alina menyipitkan matanya.


"jangan sok kesel gitu deh, jadi lucu" ujar Evano mencubit pipi Alina.


Ponsel Alina berdering dikamar, buru-buru ia pergi mengambil ponselnya.


"Hallo key, kenapa?" tanya Alina.


"Hallo Lin...ini gimana ya... Evano nya gak balas-balas chat gue lagi, malahan dia off sampai sekarang" jelas Keyla.


Alina sedikit terkekeh mendengar itu, "Gue gak tau Evano dimana" ujar Alina sambil kembali duduk disamping Evano. Evano terkekeh dan mengacungkan jempolnya pada Alina.


"Dirumah Dyra kali ya" ujar Keyla.


"Bisa jadi tuh...Evano kan kalau lagi dirumah Dyra pasti ponselnya dia nonaktif" terang Alina.


"Iya kan...bercinta mulu" ujar Keyla.


"Terus gimana tuh? gak jadi ngelanjutin kerjaan dong" ujar Alina.


"Iya. mau gimana gue gak bisa benerin laptop" jawab Alina.


"Udah yah Key...gue mau tidur" ujar Alina.


"Iya...mentang-mentang Evano gak aktif, mau tidur aja lo" ledek Keyla.


"Iya nih haha" ujar Alina lalu tertawa dan langsung mematikan panggilan itu.

__ADS_1


Ia menepuk badan Evano, "ih kamu kesian loh" ujar Alina.


"Aku kedinginan" ujar Evano lalu merebahkan badannya, dan menjadikan paha Alina sebagai bantalnya. Ia menutup matanya.


__ADS_2