Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 12


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh πŸ˜ŠπŸ˜—


°°°


Tidak terasa sinar matahari kini sudah berganti rembulan. Sean menjemput Caca di lokasi pemotretannya. Sesuai perkataannya kemarin, dia akan mengajak Caca dinner romantis sekalian dia akan menembak sang pujaan hati.


" Maaf ya kak nunggu lama. " Ujar Caca datang menghampiri Sean yang sudah menunggu di samping mobilnya.


" Gak papa sayang, udah selesai? "


Caca mengangguk tersenyum. Ternyata pemotretannya kali ini memakan banyak waktu sampai dia melewati waktu dinner mereka.


" Yuk berangkat. " Ajak Sean sambil membukakan pintu mobil untuk gadisnya.


" Makasih kak. " Ujar Caca tersenyum dan masuk kedalam mobil.


Btw Sean memakai masker ya buat menutupi identitasnya. Karna kalau tidak besok sudah bisa di pastikan mereka akan menjadi trending topic dan berita dia menjemput Caca akan tersebar luas di media massa atau media cetak.


Mobil yang di kendarai mereka pun melaju membelah jalan ibu kota yang begitu ramai dan cantik dengan hiasan lampu-lampu jalan di malam hari.


" Kita mau makan dimana kak? " Tanya Caca memecahkan keheningan.


" Restoran. " Ujar Sean sambil fokus menyetir.


" Iyaa tau restoran, tapi restoran mana kak? " Ujar Caca membuat Sean terkekeh.


" Rahasia. " Ujar Sean membuat Caca cemberut.


" Ohh sekarang main rahasia-rahasia'an ya. " Ujar Caca dengan melipat tangannya di dada.


" Tenang aja, kamu pasti suka sama tempatnya. " Ujar Sean melirik gadisnya sekilas sambil tersenyum.


" Ya udah deh, awas aja sampai aku gak suka. " Ujar Caca membuat Zeno tersenyum simpul. Tidak mungkin gadisnya tidak menyukai tempat pilihannya.


Tidak terasa mereka pun sampai di depan restoran yang sudah di booking kemarin oleh sekretaris sekaligus orang kepercayaan Sean.


" Wahh cantik ya kak restorannya. " Ujar Caca yang ingin keluar tapi di tahan Sean.


" Tutup mata dulu sayang. " Ujar Sean sambil mengeluarkan kain hitam dari saku celananya.


" Kenapa di tutup kak? Kalau Caca nanti jatuh gimana? " Ujar Caca menolak untuk di tutup matanya.


" Gak bakal sayang, sekarang tutup ya. " Caca mengangguk pasrah.

__ADS_1


Sean tersenyum dan mulai menutup mata gadisnya dengan kain hitam yang dibawanya tadi.


Setelah itu Zeno langsung keluar dari dalam mobilnya dan membukakan pintu untuk gadisnya.


" Ayo sayang. " Ujar Zeno sambil mengenggam telapak tangan gadisnya.


Ana turun dari dalam mobil sambil mengenggam tangan Sean.


" Jangan di lepas genggamannya. " Ujar Caca yang baru turun dari dalam mobil.


" Iyaa sayang. " Ujar Sean menuntun gadisnya masuk kedalam restoran.


Saat masuk kedalam Zeno bisa melihat suasana restoran yang begitu sepi dan gelap. Hanya diterangi lampu-lampu kecil dan lilin di lantai.


" Masih jauh kak? " Tanya Caca sambil terus berjalan mengikuti langkah Sean.


" Dikit lagi sayang, pelan-pelan jalannya. " Ujar Sean yang terus berjalan di tengah-tengah lilin kecil dan lampu lentera di sepanjang jalan menuju satu meja yang sudah di desain seromantis mungkin dan di samping mejanya ada taburan bunga mawar membentuk love dengan di dalam hiasan bunga itu terdapat lilin-lilin kecil di dalam gelas kaca dan tidak lupa di dalam hiasan bunga berbentuk love itu terdapat inisial nama mereka yaitu S dan C.



Sean puas dengan hasil dekorasinya. Tidak percuma dia mengeluarkan begitu banyak uang untuk malam spesial ini.


" Udah sampai kak? " Ujar Caca saat merasakan langkah kaki Sean yang berhenti.


Caca hanya mengangguk dan mulai merasakan kain yang menutup matanya sudah mulai terbuka.


" Aku hitung satu sampai tiga. "


Caca sudah tidak sabar melihat kejutan yang di berikan kakak tampannya untuknya.


" Satu. " Ujar Sean mulai berhitung dan hitungan ketiga Caca mulai membuka matanya dengan pelan.


Zeno berdiri di samping hiasan berbentuk love itu. Caca menutup mulutnya saking senangnya mendapatkan kejutan seindah ini.


" Kakak yang nyiapin semua ini? " Ujar Caca dan diangguki Sean sambil tersenyum.


" Kamu suka? " Tanya Sean dan Caca mengangguk senang.


" Hmm, Caca suka. Caca kira kita dinner biasa kak, tapi ternyata- " Ujar Caca yang tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi saking senangnya.


" Tapi ada satu tempat lagi yang spesial. " Ujar Zeno membuat Caca terkejut tak percaya.


" Really? "


" Iyaa sayang, yuk kesana. " Ujar Zeno kembali menggandeng tangan gadisnya menuju balkon restoran yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.

__ADS_1


Sesampainya disana, lagi dan lagi Caca dibuat terkejut sekaligus senang melihat kejutan yang diberikan Sean untuknya.


" Cantik sekali. " Ujar Caca menatap takjub dengan hiasan di depannya.


Lilin-lilin yang berada di dalam gelas kaca yang mengelilingi hiasan bunga mawar berbentuk love dengan lilin kecil di dalamnya.


Begitu cantik dengan ditambahkan pemandangan kota di malam hari yang begitu cantik.


" Mau berdiri di sana? " Tunjuk Sean ke bunga mawar merah berbentuk love itu.


Caca mengangguk dan Sean langsung menggandeng tangan gadisnya menuju hiasan berbentuk love itu.


Setelah berdiri di tengah-tengah bunga mawar berbentuk love itu. Sean melipatkan kaki kirinya sambil memegang setangkai bunga mawar.



(anggap Sean lagi megang bunga mawar ditangannya)


Caca menutup mulutnya dengan kedua tangannya, saking terkejutnya dengan sikap romantis Sean saat ini.


" Mau kah kamu menjadi kekasih ku Caca Queen Albert Germani. " Ujar Sean menyebutkan nama lengkap Caca.


Caca tak percaya Sean mengetahui nama lengkapnya. Berarti kakak tampannya itu tau dia berasal dari keluarga Germani.


" Ambil bunganya kalau kamu nerima dan sebaliknya kalau kamu nolak buang bunganya. " Ujar Sean menunggu jawaban dari gadisnya.


" Caca mau. " Ujar Caca yang langsung mengambil bunganya langsung.


Sean tersenyum sambil mencium telapak tangan kanan Caca.


" Terimakasih sayang. " Ujar Sean yang kembali berdiri tegak.


" Sama-sama Kak, makasih juga semuanya. " Ujar Caca sambil menatap semua dekorasi yang ada disana.


" Kita makan ya. " Caca mengangguk dan Sean mulai menggandeng tangan kekasih kembali ke dalam.


Sean menarik kursi untuk di duduki kekasihnya, Caca duduk sambil tersenyum. Sean juga langsung berjalan menuju kursinya dan duduk di depan kekasihnya.


Mereka mulai memakan makanan mereka masing-masing sambil sesekali Sean mengecup punggung tangan Caca.


Hari ini adalah hari yang spesial untuk Caca maupun Sean. Dimana hari ini mereka resmi menyandang status sebagai sepasang kekasih.


~Bersambung~


Likenya jangan lupa ya😘

__ADS_1


__ADS_2