
Jerman
Di salah satu tempat wisata terkenal di Jerman. Caca yang baru saja tiba dan memarkirkan mobilnya dengan rapih. Kini mulai memasuki tempat wisata landmark paling ikonik di kota Berlin yaitu gedung Reichstag, Karena gedung ini adalah sebuah simbol peringatan akan persatuan Jerman.
Note : Reichstag adalah gedung parlemen Jerman yang memiliki cerita sejarah yang menarik. Dulunya, gedung dengan nama resmi Deutscher Bundestag ini memang sudah berfungsi menjadi gedung dewan legislatif dari zaman Kekaisaran Jerman, sebelum akhirnya dibakar dalam peristiwa Reichstag Fire yang kontroversial di tahun 1933. Setelah Perang Dunia ke-II ketika Berlin terbagi menjadi dua, gedung ini ditelantarkan, hingga akhirnya gedung ini direstorasi oleh pemerintahan Jerman setelah unifikasi Berlin di tahun 1990.
Sejak tahun 1999, gedung bersejarah ini sudah berfungsi menjadi gedung parlemen pemerintahan Jerman modern. Pengunjung yang pergi ke destinasi wisata Berlin ini dapat melakukan reservasi untuk naik ke puncak gedung parlemen yang berupa sebuah kubah transparan yang terletak di atap gedung. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan panorama kota Berlin yang indah.
Caca terus berjalan memasuki gedung Reichstag yang kini sudah dipenuhi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing, seperti dirinya.
" Cantik sekali. " Gumam Caca yang menatap kagum isi dalam gedung.
Saat sedang asik berdiri menatap kagum bangunan parlemen Jerman modern itu. Seseorang dari arah belakang menepuk bahunya. Refleks Caca pun menengok menatap seorang pria yang tengah mengenakan pakaian casual dengan kaca mata hitam.
"Excuse me, miss."Sapa pria itu.
"Yes, can I help you?" Tanya Caca menatap pria itu sambil membuka kacamatanya.
Caca sejak tadi menggunakan kaca hitam, masker dan juga topi. Agar tidak menarik perhatian publik.
"Sorry miss, where is the information room? I just lost my daughter." Ujar Pria itu yang juga melepaskan kacamatanya.
"Sorry sir, I don't know much and I happen to be a new tourist here." Ujar Caca sambil menatap ekspresi wajah pria itu yang terlihat cemas.
"But I can help you find your daughter." Sambung Caca membuat pria itu tersenyum senang kearahnya.
" Thanks you." Caca mengangguk dan tersenyum dibalik maskernya.
Caca senang bisa membantu orang lain, walaupun liburannya hari ini harus gagal. Tapi tidak papa asal dia bisa membantu pria muda di depannya ini untuk mencari anaknya.
"Yes, may I see a photo of your missing daughter?" Tanya Caca.
__ADS_1
Pria itu langsung menunjukkan foto seorang gadis kecil yang tengah tersenyum manis sambil memeluk boneka.
"Let's look upstairs first, who knows, maybe your daughter will be upstairs looking at the view." Ujar Caca dan diangguki pria itu.
Tidak ada salahnya mereka mencari keatas. Mengingat diatas mereka bisa melihat pemandangan kota Berlin. Ditambah lagi, anak kecil sangat suka melihat pemandangan bukan?.
Kedua mulai berjalan menuju lift untuk naik keatap gedung.
......................
Paris
Disisi lain, disebuah restoran mewah. Sean tengah menikmati makan siangnya disalah satu ruang VIP. Sambil menunggu kedatangan rekan bisnis yang tiba-tiba mendadak ingin bertemu membahas kerja sama yang baru beberapa minggu mereka sepakati.
Tingg ...
Bunyi notifikasi pesan masuk di ponselnya. Sean membaca pesan yang baru saja dikirimkan Will.
Seperti itulah pesan yang dikirimkan sekretaris Will. Tidak lama ada panggilan masuk dari sekretarisnya itu bersamaan dengan kedatangan rekan bisnisnya.
Cklek ...
Sean menatap kedatangan pria paruh baya yang masih terlihat sangat muda dan sekretarisnya dibelakangnya.
" Maaf menunggu lama Mr Sean. " Ujar sekretaris pria paruh baya itu.
Sean menatap pria paruh baya itu. Sepertinya mereka sebelumnya pernah bertemu. Tapi dimana?.
" Tidak papa, silahkan duduk. " Ujar Sean yang langsung menolak panggilan masuk dari sekretarisnya dan tidak lupa dirinya mengaktifkan mode diam di ponselnya.
" Perkenalkan tuan, ini tuan Zeno Albert Germani. Ceo perusahaan kami." Ujar sekretaris Dave yang memperkenalkan pimpinannya.
__ADS_1
Selama meeting bersama, Sean hanya sering bertemu dengan Dave selaku sekretaris perusahaan Z'A Company.
" Senang bisa bertemu dengan anda Mr Albert." Ujar Sean dan hanya diangguki Zeno yang kini terus menatap datar Ceo Roderick Company di depannya ini.
Kali ini Sean baru ingat, pria di depannya ini adalah pria paruh baya yang mobilnya pernah dia tabrak.
" Sebelumnya saya secara pribadi sangat berterimakasih karna Mr Sean sudah mempercayakan perusahaan saya untuk pembangunan hotel baru Mr dan mohon maaf juga dengan pertemuan mendadaknya. " Ujar Zeno membuka pembicaraan.
" Tidak masalah Mr Albert, kebetulan jadwal saya hari ini tidak terlalu padat dan bagaimana dengan perkembangan sistem keamanaan untuk hotel baru saya? " Ujar Sean terus terang.
Sean baru-baru ini membangun hotel ketiga di Paris. Sean meminta perusahaan Z'A Company untuk membangun sistem keamaan terbaru di Hotelnya. Karna Sean ingin membangun sebuah hotel dengan sistem keamaan yang bagus dan canggih pastinya.
"Baru sembilan puluh lima persen dan sebentar lagi akan sepenuhnya sempurna. Pertemuan kali ini saya ingin rekomendasikan sebuah alat yang baru-baru ini kami ciptakan, belum ada satu pun yang menggunakannya dan saya pastikan alat ini sangat bagus dipergunakan di Hotel baru Mr. " Ujar Zeno dan menyuruh sekretarisnya menjelaskan keunggulan serta fungsi alat yang baru saja mereka ciptakan.
Zeno mendengarkan dengan serius presentasi yang dilakukan sekretaris Z'A Company itu. Dari hasil presentasi yang dilakukan, Sean menyimpulkan keuntungan jika mempergunakan alat terbaru itu di hotel barunya.
" Baiklah, saya akan mempertimbangkan kembali." Ujar Sean yang perlu kembali mempertimbangkan usulan dari Z'A Company itu dan dia akan meminta saran dari sekretarisnya Will.
" Baiklah, untuk bahan pertimbangan sekretaris saya akan mengirimkan file presentasi tadi ke email perusahaan." Sean mengangguk mengiyakan.
Tidak lama para pelayan restoran datang membawa semua makanan serta minuman yang di pesan Sean sebelum rekan bisnisnya itu datang.
" Mari kita makan. " Ujar Sean mengajak keduanya untuk menikmati semua hidangan diatas meja.
" Terimakasih. " Ujar Zeno dan mereka bertiga pun mulai menikmati makanan mereka.
~Bersambung~
Updatenya kemalaman🤭 author daritadi bolak balik baca dari episode 1 buat nyari nama perusahaan Sean😭 ternyata belum ada🤭 ditambah author baca ulang S1 nya buat nyari tau perusaah Zeno sebelumnya bergerak di bidang apa🤭
Maaf juga kalau author up gak menentu dan kadang suka lama. Author biasanya kalau nulis nunggu mood bagus dulu🤭
__ADS_1
Likenya jangan lupa ya😉