Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 27


__ADS_3

Kediaman Roderick Family


Kini suasana di ruang tengah kediaman Roderick di selimuti keheningan mengingat berita yang baru saja di tonton Erika di televisi, dimana berita itu menyiarkan kepulangan putranya yang disambut oleh seorang wanita cantik dan yang paling membuat Erika marah, disaat melihat adegan kiss putranya dengan wanita itu.


Sekarang Erika menyuruh Tania menghubungi putranya. Tapi tidak ada satu pun panggilan yang diangkat putranya dan itu berhasil membuat emosinya makin bertambah.


" Gimana Nia? " Ujar Erika menatap calon menantunya itu yang tengah sibuk menghubungi putranya.


Tania hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" Anak itu bener-bener! " Ujar Erika dengan emosi.


Rai yang sejak tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya. Dia tidak ingin ikut campur masalah putranya itu. Bagaimana pun sejak awal putranya itu juga tidak ingin di jodohkan dan sekarang jika putranya seperti itu wajar-wajar saja, karna dia tidak mencintai tunangannya itu.


Erika yang sedang mencak-mencak itu, menoleh menatap suaminya yang terlihat tenang sambil memainkan ponselnya.


" Yah! " Panggil Erika dengan emosi.


Rai menoleh menatap istrinya dengan tatapan bertanya-tanya.


" Ayah gimana sih! Bukannya bantuin bunda sama Tania! Ini malah sibuk sama Hp!!! " Ujar Erika dengan menatap emosi suaminya itu.


" Percuma, ayah yang nelpon juga gak bakal diangkat. Sejak awal juga ayah bilang apa, jangan ada perjodohan, sekarang bunda lihat kan? Urusin aja sendiri, ayah mau ke kamar. " Ujar Rai yang langsung berlalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Erika menghela nafas melihat sikap suaminya. Sejak awal suaminya itu tidak setuju dengan perjodohan ini. Yang di pikirkan suaminya, mereka masih bisa menjaga Tania tanpa harus menjodohkan putra mereka dengan Tania. Ditambah mereka tau putranya itu sudah mencintai gadis kecilnya.

__ADS_1


Tania yang duduk disebelah Erika merasa tidak enak, melihat pertengkaran suami istri itu. Apalagi karna masalahnya.


" Maafin suami bunda ya Nia, Jangan di masukin hati omongannya. Bunda percaya suatu saat nanti Sean dan suami tante menerima kehadiran kamu. " Ujar Erika membuat Tania tersenyum.


" Gak papa bund, Tania ngerti. Yang dikatakan om Rai bener, seharusnya perjodohan ini gak terjadi. " Ujar Tania membuat Erika langsung menggeser duduknya dekat dengannya.


" Jangan bicara begitu, Sean hanya belum terbiasa saja. Lama kelamaan Sean akan nerima kamu, percaya sama bunda. " Ujar Erika memeluk Tania.


Tania hanya mengangguk dan membalas pelukan Erika. Dia juga tidak ingin terlalu berharap dengan status pertunangannya ini. Bagaimanapun dia dan Sean sama-sama memiliki pujaan hati sendiri.


...-----------------...


" Mau kemana lagi? " Ujar Sean saat mereka sudah turun dari wahana biang lala.


" Naik itu! " Ujar Caca sambil menunjuk wahana komedi putar.


Caca mengerucutkan bibirnya. Sean yang melihat itu pun menghela nafas.


" Huft, ayo kita naik. " Ujar Sean sambil tersenyum, dia tidak ingin terus-terusan melihat wajah cemberut gadisnya itu.


" Yeay! ayo kak! " Ujar Caca dengan semangat dan langsung menarik tangan Sean menuju wahana tersebut.


Sean hanya pasrah mengikuti langkah kaki gadisnya itu.


" Ayo kak cepat duduk disini! " Ujar Caca sambil duduk di kuda depan, sedangkan Sean duduk di kuda belakangnya.

__ADS_1


Sean duduk anteng sambil terus menatap kekasihnya yang terlihat begitu bahagia. Se-simple itu membuat kekasihnya bahagia?.


Kadang gadis-gadis diluaran sana meminta untuk pergi ke mall dan menghabiskan waktu dengan berbelanja. Tapi berbeda dengan kekasihnya itu, yang malah meminta untuk pergi ke taman hiburan.


" AHHHHHH, SERUNYA!!! " Teriak Caca sambil merentangkan kedua tangannya dan menikmati hembusan angin yang menerpanya.


Sean yang duduk dibelakang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekasihnya itu yang seperti bocah kecil.


" KAK, KAKAK TAU?! SEKIAN LAMA, AKU BISA MERASAKAN KEBEBASAN SEPERTI INI!!! DIMANA TIDAK ADA WARTAWAN YANG MENGIKUTI KU!!! " Teriak Caca tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap aneh kearahnya.


" Diamlah, kalau kau terus berteriak seperti ini. Yang ada mereka semua curiga kepada mu, kau mau identitas mu terbongkar? " Ujar Sean membuat Caca terdiam.


Ada benarnya juga yang dikatakan kekasihnya itu. Kenapa dirinya begitu bodoh sampai berteriak seperti itu.


" Dasar pabo kau Caca! " Caca mengumpati dirinya membuat Sean yang ada dibelakangnya menggelengkan kepalanya.


~Bersambung~


Maaf baru up, kemarin aku mau up. Tapi kata penulis-penulis lain, Nt lagi eror. Jadi aku mutusin buat gak up.


Maaf ya buat kalian yang udah nungguin lama🙏🥺


Aku juga minta pengertian dari kalian. Aku lama up juga karna ada alasannya. Aku sibuk kerja, aku juga punya aktifitas lain selain nulis. Waktu ku juga bukan buat nulis doang, aku kerja dari pagi sampai malam. Jadi tolong ngerti😔😥


Kalau aku ada waktu senggang juga bakal nulis. Tenang saja, aku gak bakal lupa kalau aku masih punya tanggung jawab di sini.

__ADS_1


Sekian terimakasih, salam sayang dari author🤗😘


__ADS_2