
Paris, Prancis.
Diruangan sekretaris Will, kini Sean tengah menikmati coffe yang baru saja diantarkan office girlnya. Sambil sesekali Sean menatap sekretarisnya yang tengah mengerjakan laporan yang akan diberikan kepada dirinya.
Sean terlalu malas untuk kembali ke ruangannya. Dia takut wanita itu masih berada di dalam ruangannya. Ya, katakan saja dia menghindari wanita itu yang sialnya adalah tunangannya sendiri.
Ingin sekali dia menyingkirkan wanita itu dari hidupnya. Mudah bagi Sean untuk menyingkirkan Tania, tapi dia masih memandang status Tania yang sialnya putri dari sahabat orang tuanya.
" Will... " Panggil Sean membuat Will yang tengah duduk di bangku kerjanya menoleh menatap Sean.
" Bagaimana aku menyingkirkan wanita itu? " Walaupun di hatinya menolak untuk melakukan hal keji itu tapi pikirannya terus menyuruh dirinya melakukan hal itu.
" Maksudnya? Menyingkirkan gimana? " Tanya Will yang masih ambigu dengan kata menyingkirkan.
" Hmm, mungkin membunuhnya. " Ujar Sean membuat Will melototkan matanya.
" You crazy? "
Will langsung menghampiri sahabat sekaligus bosnya itu di sofa yang tidak jauh dari meja kerjanya.
" Itu salah satu cara ampuh untuk aku bisa bersama kekasih ku. " Ujar Sean yang langsung menatap serius Will yang kini sudah duduk disebelahnya.
" Tidak! Kau jangan gila Sean. Walaupun nantinya kau bisa menghilangkan semua buktinya, tapi tetap saja itu bukan pilihan yang tepat, kalian bisa selesaikan dengan baik-baik tanpa mengorbankan nyawa. " Ujar Will menentang keputusan keji itu.
" Ck, dia sudah mulai terobsesi. Tidak seperti dulu yang menolak perjodohan gila ini. " Ujar Sean yang bisa melihat tatapan ingin memiliki dari Tania tadi.
" Begini saja, kau bisa membujuk bunda Erika buat membatalkan perjodohan ini, karna kuncinya ya bunda Erika. Jika bunda Erika membatalkan perjodohan ini, kalian bisa lepas dan kau bisa bersama dengan kekasih mu. " Ujar Will memberikan saran.
" Bodoh, kalau aku bisa membujuk wanita tua itu. Aku tidak mungkin masih terjebak di perjodohan gila ini. " Ujar Sean membuat Will menghela nafas.
Will sangat menyayangkan dengan sikap egois ibu sahabatnya itu. Semua permasalahan ini akibat ke egoisannya. Jadi jangan salahkan Sean jika dia nekat melakukan hal keji itu.
" Ini salah satu cara, tapi aku kurang yakin akan berhasil. " Ujar Will membuat Sean penasaran akan ide nya.
__ADS_1
...----------------...
Berlin, Jerman
Sesudah melakukan pemotretan, Caca kembali keruangan wardrobenya. Gadis cantik itu tengah menghapus makeup di wajahnya sesudah mengganti pakaiannya.
" Mari saya bantu nona. " Ujar Vio yang ingin mengambil pembersih makeup.
" Tidak usah kak Vio, aku bisa sendiri. Santai saja, kau bisa istirahat. Kak Zelin tolong bantu aku melepaskan hiasan di kepala ku ini. " Ujar Caca menatap Zelin yang tengah membereskan peralatannya.
Caca memutuskan untuk memanggil mereka semua dengan sebutan kakak, karna umur lebih tua darinya. Ya, walaupun mereka menolaknya dan menyuruh dirinya menyebutkan nama saja, tapi menurut dirinya kurang sopan memanggil dengan sebutan nama.
" Baiklah nona, mari saya bantu. " Ujar Zelin berjalan menghampiri Queen, sedangkan Vio memutuskan untuk mengecek kembali peralatan makeupnya, takut ada yang tertinggal.
Cklek ...
Mereka semua menatap kearah pintu, masuklah Miss Renata dan juga asisten Lika. Mereka berdua baru kembali setelah mengecek hasil pemotretan tadi, takut-takut ada yang kurang dengan penampilan Queen tadi.
Mr Peter, salah satu juri diajang kontes MUIEM(Miss Universe Europe International Model). Mr Peter yang di pilih untuk mengawasi aktifitas pemotretan para model dari Eropa Barat. Para model sudah diberikan jadwal kapan saja mereka melakukan pemotretan untuk di balik layar.
" Mr Peter juga rencananya mau merekrut kamu untuk jadi model di agensinya. " Ujar Miss Renata dan diangguki Lika disampingnya.
" Tapi Queen, kau harus menetap di Jerman jika kau menerima tawaran Mr Peter. " Ujar Lika dan kini diangguki Miss Renata.
" Nanti aku pikirkan lagi, kontrak ku dengan agensi masih sebulan lagi. " Ujar Caca menatap keduanya.
" Baiklah, nanti biar Miss yang memberitahukannya. Pikirkan baik-baik Queen, ini kesempatan yang sangat bagus, jarang-jarang Mr Peter merekrut model dari luar negri dan kau perlu tau Queen, agensinya sangat ternama, sudah banyak penghargaan yang mereka dapatkan. " Ujar Miss Renata yang ingin sekali Queen bisa menjadi model di negaranya ini, apalagi menjadi model dari agensi Mr Peter.
" Baiklah-baiklah, nanti aku pikirkan lagi. Aku sudah boleh pulang kan? " Ujar Caca saat Zelin sudah selesai menyingkirkan hiasan di kepalanya dan merapikan rambutnya.
" Tentu, oh ya selama dua hari kau libur. Kita tukeran jadwal dengan Gracia, model Jerman. " Ujar Miss Renata yang tadi menerima kabar di grub bahwa jadwal Queen besok di tuker dengan Gracia.
Seharus besok masih jadwal Queen untuk pemotretan, tapi karna Gracia di hari kamis ada jadwal pemotretan di tempat lain, membuat penanggung jawabnya meminta tukeran jadwal dengannya.
__ADS_1
Para model di berikan jadwal seminggu dua kali. Queen mendapatkan jadwal di hari Senin dan Selasa. Jadi sehari dia tukeran jadwal dengan Gracia.
" Jadi jadwal ku terakhir hari kamis? " Miss Renata mengangguk mengiyakan.
" Untuk minggu besok jadwal mu kembali seperti semula, setiap senin dan selasa. " Caca mengangguk mengerti.
" Baiklah, aku pulang dulu Miss. Makasih semuanya atas bantuannya hari ini. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Sudah tugas kita nona Queen. " Ujar mereka berlima serempak.
" Baiklah, kapan-kapan kita bisa dinner bareng. " Ujar Queen yang ingin sekali makan malam bersama dengan mereka, hitung-hitung buat mempererat hubungan mereka.
" Tentu, kita siap kapan saja, benarkan? " Ujar Miss Renata menatap yang lainnya.
" Iyaa, tinggal nona atur jadwal saja. " Ujar Vio dengan tersenyum, ternyata nona Queen asik tidak seperti model-model yang pernah dia bantu.
" Baiklah, sampai jumpa di hari kamis. " Ujar Queen sambil mengambil tasnya di meja rias.
Mereka semua mengangguk dan Queen pun berlalu pergi diikuti asisten Lika dibelakangnya.
" Nona Queen ternyata asik ya. " Ujar Vio menatap kepergian Queen.
" Iyaa, sopan banget lagi. " Ujar Zelin menambahkan.
" Makanya kita harus bisa ngasih yang terbaik untuk nona Queen. " Ujar Miss Renata diangguki mereka.
" Ayo kita pasti bisa membantu nona Queen sampai menjadi juaraaa! " Teriak mereka semua serempak sambil terkekeh, baru kali ini mereka semangat ini untuk membantu model diajang bergengsi ini.
~Bersambung~
Maaf ya aku jarang banget up, soalnya aku lagi bikin naskah buat novel baru🤭 Mau bikin novel tentang mafia lagi😂 aku tergila-gila dengan mafiaaa🤭
Nanti mampir ya ke novel baru author kalau udah dipublish😂 Jangan lupa likenya ya biar author semangat up🥰 see you😘
__ADS_1