Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 37


__ADS_3

Bandara Internasional Brandenburg Berlin


Kehadiran Caca sebagai perwakilan model dari Prancis, mengundang banyak media yang turut hadir meliput kedatangannya di bandara.


Begitu banyak bodyguard menjaga ketat keamanan nona mudanya. Caca terus berjalan di kelilingi oleh beberapa bodyguard dengan Lika sebagai asistennya yang berjalan di belakangnya.


" Nona Queen mohon waktunya untuk wawancara sebentar. " Ujar salah satu wartawan membuat Queen berhenti sejenak.


" Bagaimana perasaan anda terpilih menjadi perwakilan model dari Prancis? " Wartawan sudah mulai melontarkan pertanyaan.


" Saya sangat senang sudah di percayai oleh agensi dan juga negara, terimakasih. " Ujar Queen dengan tersenyum sebelum kembali berjalan.


Mereka terus berjalan dengan susah payah menuju loby bandara, dimana mobil jemputan mereka menunggu.


" Selamat datang di Kota Berlin nona Queen. " Ujar Mr Gio dengan membungkukkan badannya.


" Terimakasih Mr Gio. " Ujar Caca dengan tersenyum.


" Mari silahkan masuk nona. " Ujar Mr Gio mempersilahkan Queen dan Lika untuk masuk dan dirinya pun ikut masuk dan duduk di sebelah supir.


Berbincangan mereka tidak luput dari sorotan media. Banyak yang menyimpulkan bahwa model perwakilan dari Prancis sangatlah ramah dan rendah hati.


..................


Di sebuah mansion mewah yang telah di sewakan oleh agensi, mobil yang ditumpangi Caca mulai memasuki perkarangan mansion.

__ADS_1


Disana sudah berjejer beberapa maid yang sudah di siapkan oleh Zeno tanpa sepengetahuan putrinya dan pastinya Zeno sudah meminta ijin kepada Bram sebagai kepala agensi untuk mengirimkan maid dan sepuluh orang pengawal untuk di mansion. Zeno hanya ingin memastikan keselamatan putrinya terjamin selama disana.


" Selamat datang di mansion nona muda. " Ujar serempak maid dan juga para pengawal yang bejejer rapih di pintu masuk.


Caca terkejut melihat kehadiran sepuluh maid dan sepuluh pengawal di mansion itu. Karna dia hanya diberitahukan kepada Mr Bram bahwa di mansion hanya dirinya dan Lika, sedangkan Gio tinggal di apartemen yang tidak jauh dari mansion.


" Maaf Mr Gio, Mr Bram mengirimkan mereka? " Tanya Caca dan Gio hanya menggelengkan kepalanya, dia juga sama terkejutnya melihat kehadiran maid dan juga pengawal tambahan.


Drtt ....


Drtt ....


Ponsel yang berada di dalam tas selempang Caca pun berbunyi. Gadis itu pun langsung mengambilnya dan melihat nama daddynya yang tertera di layar ponsel.


" Halo Princess, kau sudah sampai? "


" Maksud mu apa princess? Daddy tidak mengerti apa yang kau katakan. "


" Stop dad, stop pura-pura gak tau. Daddy kan yang mengirimkan maid dan juga pengawal tambahan di mansion? " Ujar Caca membuat Lika dan Gio di belakangnya paham.


" Baiklah-baiklah. Apa salahnya daddy mengirimkan mereka? Daddy tidak ingin princess kesayangan daddy ini sampai terluka, jadi nikmati saja princess, gud luck princess nya daddy. " Ujar Zeno yang langsung mematikan sambungannya sebelum putrinya itu memarahinya.


" Huhh, dasar daddy. " Ujar Caca mendengus kesal membuat Lika dibelakangnya terkekeh.


" Nikmati saja Queen. " Ujar Lika terkekeh membuat Caca mendengus kesal.

__ADS_1


" Aku disini kerja kak bukan untuk berlibur, selalu saja mereka kaya gini, huhh menyebalkan. " Ujar Queen yang langsung berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Dia ingin memilih kamarnya sendiri yang menurutnya bagus dan juga nyaman.


Lika hanya menggelengkan kepalanya saja melihat sikap nona mudanya itu ketika sedang marah.


" Kalau begitu saya pamit nona Lika, Sore nanti saya akan jemput untuk pemotretan besok. " Ujar Gio menatap Lika.


" Baik Mr Gio, terimakasih sudah mengatarkan kami. " Ujar Lika dengan tersenyum membuat Gio terpanah melihat senyumannya.


" Ahh, baik. Kalau begitu saya pamit nona Lika, semoga kalian betah disini. " Ujar Gio yang langsung berlalu pergi dengan jantung yang berdegub kencang.


" Ada apa dengannya? " Ujar Lika yang menatap aneh Mr Gio.


" Tolong bawakan koper ini ke kamar nona Queen. " Ujar Lika kepada salah satu maid.


" Baik nona, saya bawakan juga koper nona. " Ujar salah satu maid yang juga membawakan koper lika.


" Terimakasih. " Ujar Lika dengan tersenyum dan berlalu menaiki anak tangga untuk memilih kamarnya sendiri.


~Bersambung~


Maaf ya baru up, kemarin² author revisi episode sebelumnya. Dimana waktu itu aku nulis ajang kontes Caca di Jepang di ganti menjadi Jerman🤭 Author juga lagi nyari busana buat para kontestan yang lainnya😂


So, semoga suka, walaupun likenya udah gak sebanyak dulu, mungkin dah pada lupa sama karya author yang ini karna jarang up juga🤭😂

__ADS_1


See you guyss😘


__ADS_2