
Kediaman Germani
Sehabis menikmati waktu bersama dengan sang kekasih. Queen memutuskan untuk pulang ke kediaman keluarganya. Dia akan memberitahukan kepergian dirinya ke Jerman kepada kedua orang tuanya.
" Nona muda. " Kepala pelayan yang habis membuang sampah di luar pun terkejut melihat kedatangan nona mudanya.
" Bibi habis kemana? " Tanya Caca yang keluar dari dalam taksi.
Perlu kalian ketahui Caca tidak membawa mobil sendiri. Karna saat makan siang dia diantarkan oleh supir pribadinya di agensi dan kenapa Sean tidak mengantarnya pulang?, Karna Caca menolaknya.
" Habis buang sampah non, Nona naik taksi? " Tanya kepala pelayan sambil berjalan masuk di samping Queen.
" Iyaa bi, Caca tadi habis keluar terus mampir kesini. Mommy sama Daddy ada kan bi? " Tanya Caca sambil tersenyum dan sempat menyapa beberapa Security yang sedang bertugas berjaga.
" Ada non, Nyonya lagi nonton Tv, kalau tuan besar lagi di meeting di ruang kerjanya dan tuan muda belum pulang non. "
" Arsen jam segini belum pulang bi? " Tanya Caca sambil melihat jam tangannya dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
" Belum non, tuan muda lagi ke pesta ulang tahun temannya non. " Caca hanya mengangguk saja dan mereka sudah sampai di ruang keluarga.
Caca bisa melihat mommynya yang masih menonton televisi sambil sesekali tertawa. Entahlah apa yang di tonton mommynya itu hingga tertawa seperti itu.
" Non bibi pamit ke dapur dulu, nona ingin minum apa? Biar bibi buatkan. " Ujar kepala pelayan itu.
" Gak usah bi, Ana gak haus."
" Kalau gitu bibi ke dapur dulu ya non. " Caca mengangguk mengiyakan dan dia pun langsung menghampiri mommynya yang tengah asik dengan televisi itu sampai tidak menyadari kehadirannya.
" MOMMY!!!" Teriak Caca saat sudah berdiri di sebelah Mommynya.
" Astaga! Caca kamu bikin mommy kaget sajaa. " Ujar Ana sambil mengelus dadanya.
" Hehehe, habisnya mommy asik banget nontonnya sampai Caca datang aja gak tau. " Ujar Caca yang langsung duduk di sebelah mommynya.
" Dasar anak nakal! Pulang-pulang bikin kaget mommy! " Ujar Ana membuat Caca terkekeh.
" Mom, daddy mana? " Tanya Caca walaupun dia sudah tau dari bibi atau kepala pelayan keluarganya.
" Di ruang kerjanya, ada meeting dadakan sama kliennya yang dari Jepang. " Ujar Ana sambil kembali fokus ke televisi.
" Hmm, padahal mau ada yang Caca sampaikan. " Ujar Caca membuat Ana kembali menatap kearahnya.
__ADS_1
" Ada apa? Katakan kepada mommy, biar nanti mommy sampaikan ke Daddy. " Ujar Ana menatap serius ke putrinya.
" Ana- " Belum selesai Caca menjawab, dari arah luar terdengar teriakkan heboh dari adiknya, Arsenio.
" KAK CACAAAA!!!" Teriak Arsen sambil berlari dan
Bruggg ...
Arsen menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh sang kakak sambil memeluknya eratnya.
" Uhhh, ber-at arsennn! " Ujar Caca sambil memukul mukul punggung adiknya itu.
" ARSENN KAKAK KAMU SESAK ITU!!!" Ana menarik tubuh putranya dari atas tubuh putrinya.
" Kebiasaan kamu ini! Kamu mau bunuh kakak kamu hahh?! " Ujar Ana sambil berkacak pinggang.
" Maaf mommy, Arsen gak sengaja. " Ujar Arsen dengan terkekeh.
" Ada apa ini berisik-berisik?! Suara kalian tuh sampai kedengeran dari ruang kerja daddy. " Ujar Zeno sambil menuruni anak tangga dan masih belum menyadari kehadiran putrinya.
" Ini loh dad, Arsen tiban tubuh Caca. Gak tau apa kalau badan dia lebih gede dari Caca! " Ujar Ana membuat Arsen mendengus kesal mendengar kata gede.
" Mana ada, kamu tuh yang gede. Kakak aja sampai kalah. Udah gitu tinggian kamu lagi daripada kakak. " Ujar Caca yang mengatakan kebenaran bahwa tinggi dirinya kalah dengan adiknya.
" Lohh Caca kapan sampai sayang? " Zeno terkejut mendapati kehadiran putrinya itu dan langsung memeluknya.
" Baru saja sampai, Dad. Caca kesini mau kasih tau ke kalian, bahwa Caca akan ke Jerman selama sebulan. " Ujar Caca membuat mereka semua terkejut mendengarnya.
" Kakak liburan gak ngajak-ngajak Arsen! " Ujar Arsen tidak terima melihat kakaknya liburan ke Jepang sendirian.
" Kamu mau liburan kesana sayang? Kenapa gak ngajak Mommy, Daddy dan Arsen? Kita kan bisa kesana bareng-bareng, udah gitu kenapa lama banget sebulan lagi? " Ujar Ana diangguki Zeno setuju.
" Agensi Caca terpilih untuk mewakili ajang kontes model Se-eropa dan tahun ini diadakan di Jerman. Karna kinerja dan popularitas Queen lagi diatas, Mr Bram meminta Caca untuk menggantikan rekan Caca untuk Kontes itu. Lagian Mom, Dad, Ini mimpi Caca untuk bisa membanggakan kalian, agensi dan juga negara. Bukannya bagus kalau Caca pulang nanti membawa piala dan mengharumkan nama negara?. " Ujar Caca menatap semua keluarganya.
" Mommy dan Daddy pasti sangat bangga bila Caca menang kontes itu. Tapi sayang apa kamu yakin untuk ikut kontes itu? Ini dihadiri setiap negara loh, pastinya banyak banget persaingan. Mommy takut mereka melakukan persaingan kotor untuk bisa menang. Karna apa? Mereka bisa membanggakan mereka bukan?. Mommy tau tidak semua orang punya pemikiran picik seperti itu, tapi mommy pastikan ada beberapa yang akan berpikir kotor seperti itu untuk bisa menang. " Ujar Ana sambil duduk menatap putrinya yang tengah duduk di sebelahnya.
Apa yang dikatakan mommynya benar. Tapi namanya sudah di tulis dan di serahkan kesana. Mau bagaimanapun hasilnya dan rintangannya, dia harus melewatinya.
" Mom, Caca janji. Caca akan baik-baik saja, Mommy doakan saja, supaya Caca aman dan yang pastinya menang. " Ujar Caca dengan tersenyum.
" Huftt, ya sudah kalau itu keputusan kamu. Mommy bisa apa, yang penting kamu baik-baik saja. " Ujar Ana sambil memeluk putrinya.
__ADS_1
" Tapi Caca harus janji sama Mommy, kabarin Mommy terus selama disana. " Ujar Ana dan diangguki Caca.
" Arsen ikut ya kak. " Ujar Arsen membuat Caca mendelik ke arahnya.
" Kau kira kakak disana liburan! Gak bolehh. " Ujar Caca menolak.
" Dad, mom. Arsen pengen ikut kesana! Lagian Arsen bisa nginep di hotel berbeda dengan Kak Caca. " Ujar Arsen yang tidak ingin melepaskan kakak satu-satunya itu pergi jauh.
" Arsen lupa ada lomba band di sekolah? " Ujar Ana membuat Arsen menepuk jidatnya.
" Iyaa, Arsen lupa. Kalau gitu setelah lomba selesai Arsen boleh ya ke Jerman Mom. " Ujar Arsen membuat Ana menatap tidak suka kearahnya.
" Kamu ini, selalu aja ngikutin kakak kamu. " Ujar Ana mengacak-ngacak rambut putranya itu dengan gemas.
" Kalau gitu Arsen bareng Daddy, seminggu lagi daddy harus menemui klien daddy di Jerman. " Ujar Zeno membuar Arsen tersenyum gembira.
" Yeayy, Jerman I'm comingg!!!" Teriak Arsen dengan gembira tanpa memerdulikan tatapan sinis dari sang kakak.
" Daddd! " Rengek Caca menatap Daddynya itu.
" Daddy dan Arsen kesana bukan untuk menganggu kamu Princess. Daddy, Arsen sama mommy pengen liburan kesana, sudah lama daddy gak ngajak kalian liburan. " Ujar Zeno diangguki Ana dengan setuju.
" Aku sama dad dan mom liburan, kakak kerja, wlee. " Ujar Arsen menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya itu.
Pukkk ...
Caca melempar bantal sofa kearah adiknya itu. Sungguh dia kesal mendengar adiknya, mommynya dan daddynya akan berlibur tanpanya. Ya, walaupun di negara yang sama. Tapi tetap saja dia tidak bisa ikut karna ada kontes disana.
" Sudah gak usah kesal gitu, nanti kalau kakak sudah selesai. Kita liburan lagi, ya kan dad? " Bujuk Ana dan diangguki Zeno.
" Betul, sekalian daddy bisa awasin princessnya daddy dari jauh bukan? " Ujar Zeno mengelus pucuk kepala putrinya itu.
" Baiklahhh kaptennn..." Ujar Caca dengan tersenyum.
" Baiklah, karna sudah malam. Mari tidur anak-anak ku sayang dan suami ku tercinta. " Ujar Ana sambil mematikan televisi.
Mereka pun mengangguk mengiyakan dan menaiki lift bersama menuju kamar masing-masing.
~Bersambung~
Author banyakkin nih episod nya🤭 Jangan lupa likenya😉
__ADS_1