
Drttt ...
Drttt ...
Sean yang tengah fokus mengerjakan tugas kantornya harus terganggu dengan bunyi deringan panggilan masuk di ponselnya.
" Ck, siapa yang menganggu ku. " Ujar Sean sambil mengambil ponselnya yang dia taruh di atas meja kerjanya.
" My sweety. " Sean tersenyum cerah saat melihat nama panggilan di ponselnya.
" Halo baby, ada apa? " Ujar Sean saat panggilan terhubung.
" Maaf kak, apa aku menganggu mu? " Ujar Caca.
" Tidak baby. " Ujar Sean walaupun kenyataannya kekasihnya itu menganggunya.
" Emm, ada yang mau Caca sampaikan sama kakak. Nanti jam makan siang apa kakak bisa menemui Caca di restoran depan kantor kakak? " Tanya Caca.
" Tentu bisa baby. " Ujar Sean walaupun sebenarnya dia ada meeting bersama clietnya saat jam makan siang.
" Baiklah, terimakasih kak. Sampai bertemu nanti siang. " Ujar Caca yang langsung mematikan sambungannya.
" Untung sayang. " Ujar Sean dengan tersenyum dan meletakkan ponselnya kembali.
Sean juga langsung menghubungi sekretarisnya untuk membatalkan meeting nanti siang dan mengubahnya menjadi besok.
Walaupun meeting kali ini sangat penting untuk kemajuan perusahaannya, tapi Sean rela membatalkan itu semua demi sang kekasih.
Sean hanya tidak ingin membuat kekasihnya itu kecewa padanya dan dia ingin menghabiskan waktu jam makan siangnya berdua dengan kekasihnya.
...-----------...
Caca Pov
__ADS_1
Di mobil, sehabis menghubungi kekasihnya. Caca kembali menghubungi mommynya untuk mengatakan bahwa dirinya malam ini akan berkunjung.
Dirinya ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya sebelum dia berangkat ke Jerman. Walaupun dia tidak ingin berangkat ke Jerman, karna sebentar lagi hari ulang tahun mommynya. Tapi mau tidak mau iya harus tetap berangkat, karna ini sudah menjadi tugasnya sebagai seorang model.
" Pak nanti mampir ke tempat aksesoris langganan Queen ya. " Ujar Queen kepada pak supir.
" Baik non. " Ujar supir itu dan langsung membelokkan mobilnya ke kiri dimana tempat Accesories langganan nona mudanya.
" Ada yang ingin Queen beli? " Tanyq Lika di sampingnya.
" Iya kak, aku mau belikkan sesuatu buat dia sebelum aku pergi. " Ujar Caca dengan tersenyum dan bersiap-siap akan turun.
" Baiklah, jangan lupa pakai masker mu Queen. " Peringat Lika.
" Baik kak. " Queen pun langsung memakai maskernya, topi serta kacamata hitamnya untuk menutupi identitasnya. Takut-takut ada paparazi yang mempergokinya.
Alika pun menemani Queen masuk kedalam toko accesories itu. Queen mengambil tas kecil yang sudah di siapkan disana untuk menaruh barang belanjaan yang akan mereka beli.
" Maaf Queen, apa sudah selesai? Seperti ada yang sudah mengenali mu. " Ujar Lika yang sejak saat tadi memperhatikan suasana di sekitar dan ada seorang wanita muda yang sepertinya mengenali Queen dan memberitahukan ke temannya yang lain.
" Sudah kak, ayo kita bayar. " Ujar Queen dan diangguki Lika.
Untung saja tidak banyak orang di kasir dan membuat mereka cepat selesai. Queen langsung masuk kedalam mobilnya saat kelima orang wanita ingin menghampirinya dan dia yakin wanita ini yang dimaksud Lika tadi.
" Nona Queen! " Salah satu wanita ingin menahan Queen masuk kedalam mobil dan Alika langsung menahannya.
" Maaf nona, nona Queen sedang sibuk. " Ujar Alika menahan tangan wanita itu.
" Saya hanya ingin meminta foto dan tanda tangannya. " Ujar Wanita yang terlihat kesal di halangi untuk bertemu dengan idolanya.
" Maaf nona lain kali saja, nona kami sedang sibuk. " Ujar Alika yang menahan wanita itu dan teman-temannya.
Karna kali ini nona mudanya tidak membawa bodyguard, membuat dia kewalahan menahan kelima wanita itu.
__ADS_1
" Menyingkirlah! Kami hanya ingin bertemu nona Queen!!!" Teriak salah satunya sambil mendorong Alika.
Alika sempat terjatuh dan langsung di tolong supir. Sedangkan Caca di dalam khawatir melihat asistennya dan supirnya dengan kuat menahan kelima wanita itu yang ingin mendorong mereka.
Security toko yang melihat kegaduhan itu langsunh menghampiri mereka dan berusaha menjauhkan kelima wanita itu.
" Ada apa ini? " Ujar security yang satunya.
" Ini loh pak mereka ngalangin saya dan teman-teman saya untuk bertemu nona Queen. " Ujar wanita itu yang menjadi ketuanya.
" Tapi nona kami harus pergi. " Ujar Lika dengan kesal.
" Tapi pak kami hanya ingin bertemu sebentar. " Ujar salah satu dari mereka.
Security itu yang mengetahui itu langsung menahan kelima wanita itu yang ingin kembali mengetuk-ngetuk kaca mobil.
" Kalian berlima bisa di laporkan menganggu ketenangan nona Queen. " Ujar securiy yanh menjadi ketua dari kedua securty itu.
Kelima wanita itu seakan tuli, terus mendorong ketiga security itu untuk bertemu dengan idola mereka.
Alika dan sang supir yang melihat ketiga security itu berusaha menahan kelima wanita bar-bar itu mengambil kesempatan untuk masuk kedalam mobil dan meninggalkan toko tersebut.
" Bahaya sekali ketemu fans kaya gitu. " Ujar Alika kepada Caca dan Caca pun mengangguk mengiyakan.
" Sangat agresif. " Ujar Caca yang sudah bisa bernafas lega saat mobil mereka sudah jauh dari toko.
~Bersambung~
Maaf ya baru up, sibuk banget sama kerjaan🤠apalagi otak buntu banget. Ini aja aku sempetin karna sepiðŸ¤ðŸ˜‚
Masih ada yang nunggu gak nih?🤔
Jangan lupa like and komennya ya😊😘
__ADS_1