Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 38


__ADS_3

Kediaman Roderick


Di meja makan kini sudah berkumpul nyonya dan tuan besar Roderick. Mereka tengah menunggu kehadiran putra mereka yang masih berada di dalam kamarnya.


Takk ...


Takk ...


Takk ...


Bunyi sepatu pantopel bergesekkan dengan anak tangga terdengar. Membuat keduanya menoleh menatap ke arah tangga dimana putra mereka tengah menuruni anak tangga.


" Sean kemari sarapan bersama, bunda masak makanan kesukaan mu. " Ujar Erika dengan senyuman di wajahnya.


Sean hanya melirik kedua orang tuanya yang tengah menatap kearahnya. Laki-laki itu kembali berjalan keluar meninggalkan keduanya tanpa berminat untuk sarapan bersama.


" Apa dia masih marah? " Tanya Erika menatap suaminya.


" Sepertinya. " Ujar Rai dengan menghela nafas, dia kembali mengingat pertengkaran ibu dan anak itu semalam.


Flashback On


Di ruang tengah sepasang suami istri itu masih berkumpul di ruang tengah sambil menyaksikan berita terbaru dimana seorang model muda cantik terpilih menjadi perwakilan ajang kontes di Jerman mewakili negara mereka.


Ya, mereka berdua tau siapa model itu. Caca, gadis cantik yang menjadi cinta pertama putra mereka dan sampai saat ini putra mereka masih menyayangi dan mencintainya.


Cklek ...


Pintu Utama terbuka memperlihatkan kedatangan Sean yang terlihat sangat berantakkan.


" Apa yang terjadi dengan mu nak? " Tanya Erika yang langsung bangkit menghampiri putranya.


Dia mencium bau alkohol menyengat. Erika bisa menyimpulkan bahwa putranya itu habis mabuk-mabukkan.

__ADS_1


" Sudah berapa kali bunda ingatkan, jangan mabuk mabukkan, apa kau tidak mengerti Sean?! " Ujar Erika dengan sangat marah.


Sean tidak memperdulikan ocehan bundanya itu. Justru dia menatap kearah televisi yang tengah menyiarkan berita keberangkatan kekasihnya.


" Dia pergi. " Lirih Sean yang masih bisa terdengar oleh Erika.


" Bagus kalau dia pergi, bunda harap dia tidak akan kembali lagi kesini dan dengan begitu hubungan kau dan Tania akan berjalan dengan lancar. " Ujar Erika dengan santai tanpa dia tau perkataannya membuat Sean mengepalkan tangannya.


" Sebulan lagi pernikahan kalian akan dilangsungkan. Bunda harap kau memperbaiki hubungan kalian sebelum pernikahan berlangsung. " Ujar Erika menatap putranya itu.


" Tidak akan! Jangan harap aku akan memperlakukan wanita murahan itu dengan sangat baik!!!" Tekan Sean membuat Erika menggeram kesal.


" SIAPA YANG KAU SEBUT MURAHAN?!!" Teriak Erika disaat Sean ingin menaiki anak tangga.


" Siapa lagi kalau bukan dia! " Ujar Sean dengan tersenyum sinis.


" Dan satu lagi, anda tidak akan pernah bisa memisahkan aku dengan gadis yang ku cintai nyonya Roderick. " Ujar Sean yang langsung berlalu pergi menaiki anak tangga tanpa memperdulikan tatapan amarah yang terpancar di wajah bundanya.


"KITA LIHAT SAJA, SEJAUH MANA KEKASIH MU ITU BISA BERTAHAN!!!" Teriak Erika dengan penuh emosi.


Rai tahu bagaimana keras kepala putranya. Dan dia juga tahu bagaimana keras kepala istrinya itu. Jika mereka berdua menginginkan sesuatu, mereka harus bisa mendapatkannya bagaimanapun caranya. Dan ya, dia baru tau sifat keras kepala putranya itu menurun dari istrinya.


" Apa kau masih ingin berperang dengan putra mu sendiri? " Tanya Rai membuat Erika menghela nafas.


" Sebenarnya aku tidak ingin terus bermusuhan dengan putra ku, tapi aku tidak bisa merestui hubungan mereka dan aku juga tidak bisa membatalkan perjodohan ini. " Jeda Erika dengan menatap suaminya itu.


" Apa kau ingat dengan janji dan perkataan mereka sebelum pergi? " Tanya Erika membuat Rai mengangguk mengiyakan.


" Aku tau, mereka menitipkan putri mereka ke kita. Tapi Erika, apa harus dengan perjodohan ini? Kita bisa menjaga Tania seperti putri kita sendiri dan juga nona Veronica tidak mempersalahkan jika kita membatalkan perjodohan ini. " Ujar Rai membuat Erika terdiam.


" Aku ingin yang terbaik untuk putra ku Rai dan Tania pilihan yang terbaik untuk masa depan Sean. " Ujar Erika membuat Rai menghela nafas.


" Erika dengarkan aku, putra kita sudah dewasa dan sudah bisa memilih pendamping hidupnya sendiri. " Erika menatap suaminya itu.

__ADS_1


" Bukannya pilihan Sean sangat tepat? Dia gadis yang cantik, baik, berwawasan tinggi dan karirnya juga bagus. Dan satu lagi dia dari keluarga baik-baik dan juga terpandang, jadi apa lagi yang kau permasalahkan? "


" Aku tau, tapi aku tidak setuju putra kita berpacaran dengan seorang model. Kau tau kebanyakkan scandal para model? Yang menjual tubuh mereka untuk bisa populer, yang kehidupannya selalu di soroti oleh media dan pakaian mereka sangat seksi. " Ujar Erika.


Erika terlahir dari keluarga yang sangat memperhatikan cara berpakaian. Dia tidak suka dengan wanita yang memakai pakaian kurang bahan. Walaupun dia tau di zaman modern seperti ini, pakaian seperti itu terlihat sangat biasa. Tapi tidak dengan dirinya.


Kenapa dia suka dengan Tania?, Karna gadis itu sangat sopan dalam berpakaian. Dia selalu mengenakan pakaian yang tertutup dan jauh dari jangkauan media.


Bukannya dia tidak suka dengan media. Tapi sangat tidak nyaman memiliki menantu seorang publik figur.


" Sekarang ku tanya, dulu apa profesi mu sebelum menjadi ibu rumah tangga dan seorang pembisnis? " Ujar Rai membuat Erika terdiam.


" Ya aku tau, aku dulu juga sama seperti dia. Tapi sekarang aku telah jauh berbeda dengan dulu dan karna aku dulu seorang model, jadi aku tau scandal apa saja yang dilakukan oleh mereka. " Ujar Erika membuat Rai tertawa.


" Jadi kau juga melakukan scandal itu? Menjual tubuh mu untuk bisa naik daun? " Ujar Rai membuat Erika menggeram kesal dengan perkataan suaminya itu.


" Apa yang kau katakan Rai? Aku tidak seperti mereka, tidak semua model seperti itu. Masih banyak model yang bekerja keras dengan kerja keras mereka sendiri untuk bisa berada di puncak kejayaan termasuk aku. " Ujar Erika membuar Rai mengangguk mengerti.


" Jadi kenapa kau memandang rendah pilihan putra mu? Jangan karna dia model membuat kau tidak suka. Bukannya kau sendiri yang mengatakan bahwa tidak semua model diluar sana begitu? Jadi apa yang membuat mu masih ragu? " Ujar Rai membuat Erika lagi-lagi terdiam.


" Jika kau tidak suka dengan cara berpakaiannya, bukannya dia bisa berubah setelah bersama Sean? Seperti kau dulu, sebelum bersama dengan ku pakaian mu lebih parah dari calon menantu kita dan semuanya berubah saat kau bersama dengan ku. " Penjelasan Rai membuat Erika masih terdiam.


" Pikirkan lagi Erika, kebahagian putra kita lebih penting. Aku ingin putra ku hidup bersama dengan pilihannya sendiri. " Jeda Rai tersenyum membayangkan kebahagian keluarganya dan keluarga kecil putranya.


" Aku dulu juga salah telah memaksa Sean untuk menerima perjodohan itu. Tapi aku sekarang sadar, mau sekeras apapun kita menjodohkannya, dia tidak bisa melupakan cinta pertamanya. Apalagi menerima perjodohan ini. " Ujar Rai menatap istrinya yang terdiam memandang dirinya.


" Aku harus berangkat ke kantor, pikirkan sekali lagi. Aku tidak ingin kau menyesal nantinya. " Ujar Rai yang langsung mengenakan jasnya dan berlalu pergi meninggalkan istrinya yang masih terdiam memikirkan perkataannya.


~Bersambung~


Pesan Author untuk bab kali ini:


...Jadilah orang tua yang bijak, hargai pilihan anak dan jangan mementingkan ego sendiri☺️...

__ADS_1


Hehehe, maaf kalau gaje😅 Terimakasih😘


__ADS_2