
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Cklek ...
Caca yang sedang asik melihat-lihat isi ruangan sahabatnya itu, menoleh menatap pintu ruangan yang terbuka.
Tania terkejut mendapati kehadiran sahabat itu. Dia mematung sebentar sebelum berlalu mendekati Caca yang tengah tersenyum menatapnya.
" Hallo bestih. " Ujar Caca dengan merentangkan tangannya.
Tania berlari memeluk sahabatnya itu. Walaupun umur mereka sudah memasuki dewasa, tapi kelakuan keduanya masih seperti anak kecil.
" Ahhh, kangennn. " Ujar Caca membalas pelukan Tania.
" Siapa suruh sibuk. " Ujar Tania melepaskan pelukannya dan berlalu duduk di kursi kerjanya.
" Kau kira aku mau seperti ini? " Ujar Caca berkacak pinggang menatap sahabatnya itu.
Tania terkekeh. Ya, dia selalu menjadi tempat curhatan sahabatnya itu dikala sahabatnya tengah dilanda kesibukan kerja yang tiada hentinya.
" Sudah pensiun saja. " Ujar Tania dengan terkekeh.
" Gampang sekali kau bilang pensiun, hmm? " Ujar Caca sambil duduk di bangku depan kursi kerja Tania.
" Hahahaha, kalau begitu nikmati saja. Bukannya ini keinginan mu sejak kecil? " Ujar Tania dan diangguki Caca.
" Ya ya ya, aku sangat menikmatinya. " Ujar Caca dengan mengehela nafas.
" Sepertinya hari ini jadwal kau tidak terlalu sibuk ya? Bisa main kesini. " Ujar Tania sambil menatap sahabatnya itu.
__ADS_1
" Kau benar, jadi aku bisa ada waktu untuk istirahat dan menemui sahabat kutub ku ini. " Ujar Caca dengan tertawa.
" Ck. " Decak Tania dengan menatap malas sahabatnya itu.
Tingg ...
Percakapan mereka pun berhenti dikala mendengar notifikasi pesan masuk di ponsel Caca.
Caca mengecek ponselnya yang berada di dalam tas selempangnya. Dia melihat satu pesan masuk dari kekasihnya, Sean.
Tania menatap heran sahabatnya itu yang senyum-senyum sendiri menatap ponselnya. Dia berpikir, siapa yang mengirimkan pesan ke sahabatnya itu sampai membuat dia senyum-senyum sendiri.
" Kau gila? " Spontan Tania mengatakan hal yang membuat Caca menoleh menatapnya.
" Enak saja, kau kali yang gila. " Ujar Caca menatap malas sahabatnya itu dan kembali membalas pesan yang baru di kirimkan Sean.
" Aku jadi penasaran, siapa yang membuat sahabat ku ini seperti orang gila? " Ujar Tania sambil menatap Caca yang kembali meletakkan ponsel nya kedalam tas.
" Anda kepo sekali nona Tania. " Ujar Caca sambil terkekeh.
" Sudahlah, aku pergi dulu. " Ujar Caca membuat Tania menggerutkan keningnya.
" Kemana? Bukannya kau bilang hari ini jadwal mu tidak terlalu padat? "
" Tiba-tiba aku ada urusan mendadak, byee bestih. " Ujar Caca sambil berlalu pergi dari ruangan Tania.
" Aneh. " Gumam Tania sambil menatap pintu ruangannya yang kembali tertutup.
...-------------...
Charles de Gaulle Paris Airport
Beberapa pria berjas hitam dengan kacamata hitam sedang berbaris menunggu kedatangan tuan mereka.
__ADS_1
Begitupun dengan Caca yang ternyata pergi ke bandara menyambut kepulangan kekasihnya itu. Gadis cantik itu tidak lupa mengenakan masker dan kacamata untuk menutupi identitasnya. Dia tidak ingin karna kehadirannya di bandara akan menjadi pusat perhatian.
Tidak lama kemudian datanglah seorang pria tampan dengan menggunakan jas hitam serta kacamata hitam turun dari salah satu pesawat pribadi.
" Selamat datang kembali Tuan. " Ujar serempak para bodyguard sambil membungkukkan badannya.
Sean hanya berdehem saja. Dia berlalu pergi sambil mencari-cari keberadaan gadisnya. Matanya menangkap kehadiran gadisnya yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
Caca melambaikan tangannya saat melihat kehadiran kekasihnya. Sean tersenyum melihatnya dan berlalu pergi menghampiri gadisnya itu.
" Aku rindu padamu baby. " Ujar Sean sambil menarik tubuh Caca kedalam pelukannya.
" Aku juga merindukan mu kak. " Ujar Caca dengan membalas pelukan kekasihnya.
" Selama aku pergi, kau tidak nakal kan baby? " Tanya Sean sambil melepaskan pelukannya.
Caca menggelengkan kepalanya. Mana mungkin dia berbuat nakal di tengah-tengah jadwalnya yang padat.
" Good Girl. " Ujar Sean sambil mengecup kening Caca.
Caca terdiam membeku mendapatkan ciuman tiba-tiba di keningnya. Di tambah lagi Sean kini mengecup sekilas bibirnya, tanpa memerdulikan kehadiran orang-orang disana yang kini tengah menatap keduanya. Untung saja dia mengenakan masker dan kacamata, kalau tidak dia akan jadi pembicaraan hangat di media.
" Ishh, kak malu dilihatin. " Ujar Caca mendorong dada Sean agar sedikit menjauh.
Sean menatap ke sekeliling aiport dan benar saja, semua orang kini tengah menatap dirinya. Sean menoleh kebelakang dan mengisyaratkan agar bodyguard nya menyuruh mereka semua bubar.
Para bodyguard mulai menatap tajam kerumunan orang-orang tersebut sambil mengacungkan senjata api yang selalu mereka bawa.
Semua orang disana yang melihat itu pun langsung berhamburan pergi. Mereka takut akan berurusan dengan seorang Sean Roderick.
~Bersambung~
Aduhh babang Sean😖 Janganlah umbar-umbar kemesraan kalian🤧 kasihan yang jomblo🤪
__ADS_1
Maaf kalau nama lengkap Sean salah?, soalnya author lupa, pernah ngasih tau nama lengkap apa gak🤭
Dan maaf juga ya guys, aku baru bisa up sekarang🤭 Jangan lupa like, komen end votenya😘 Sekarang tanggal muda nih, bisa kali gift hadiahmya🤭😁