
Berlin, Jerman
Setibanya di sebuah gedung mewah yang akan dijadikan tempat untuk pemotretan selama kontes berlangsung, Caca berjalan berdampingan dengan Lika dan juga Mr Gio memasuki gedung itu.
Selama diperjalanan Mr Gio memberitahukan peraturan yang tidak boleh dilanggar selama kontes berlangsung dan selama kontes itu berlangsung setiap harinya Caca harus melakukan pemotretan untuk di balik layar saat dia tampil nanti.
" Selamat datang di Berlin nona Queen. " Sapa seorang wanita cantik dengan tersenyum menyambut kehadiran mereka.
" Terimakasih. " Queen tersenyum balik.
" Queen kenalkan ini Miss Renata, dia yang akan menjadi penanggung jawab nona selama kontes dan Miss Renata ini Queen model yang terpilih dari Paris. " Ujar Mr Gio memperkenalkan satu sama lain.
" Hallo, senang bisa bekerja sama dengan nona. " Ujar Miss Renata dengan mengulurkan tangannya.
" Terimakasih, senang juga bisa bekerjasama dengan Miss Renata. " Ujar Queen dengan menyambut uluran tangannya.
" Panggil saja Rena, saya rasa umur kita tidak terlalu jauh. " Ujar Renata dengan tersenyum manis.
" Tentu Rena. " Ujar Queen dengan tersenyum kikuk.
" Tidak usah terlalu kaku begitu, bisakah kita mulai sekarang? " Ujar Renata menatap ketiganya secara bergantian.
" Silahkan Miss, nona saya dan nona Lika akan menunggu di ruang pemotretan. " Queen hanya mengangguk mengiyakan.
Setelahnya Miss Renata membawa Queen keruang wardrobe. Dia yang akan memilihkan konsep apa yang harus ditampilkan Queen nantinya.
Setibanya di ruang wardrobe, Queen menatap kedua orang wanita yang juga menatap kearahnya.
" Nona Queen perkenalkan mereka hairstylist dan Mua anda. " Ujar Miss Renata menatap kedua wanita yang berdiri di depan mereka.
" Perkenalkan saya Zelin, hairstylist yang di pilih Miss Renata. Saya akan membantu nona selama kontes berlangsung. " Ujar Zelin dengan tersenyum, di dalam hatinya dia sangat senang bisa menjadi hairstylist dari idolanya. Ya, Zelin sangat mengidolakan sosok Queen yang selalu menjadi tranding topik di media sosial.
" Saya Viola, selaku Mua nona selama kontes dan saya akan berusaha melakukan yang terbaik. " Ujar Viola dengan membungkukkan badannya.
" Tidak perlu seperti itu, justru saya sangat berterimakasih bisa dibantu kalian dan mari bekerjasama dengan baik. " Ujar Queen dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Caca senang bisa mendapatkan orang-orang baik yang akan membantu dirinya selama kontes berlangsung. Kalau seperti ini dia bisa merasa sedikit tenang.
" Baiklah, mari nona-nona kita mulai bekerjasama. " Ujar Miss Renata dan diangguki ketiganya.
Mereka mulai membagi tugas masing-masing. Queen yang sudah duduk di bangku depan cermin. Miss Renata yang mulai mengecek pakaian, aksesoris dan sepatu yang akan digunakan Queen. Zelin yang mulai mempersiapkan model rambut yang pas dengan wajah, makeup dan pakaian yang akan dikenakan Queen. Dan juga Vio yang mulai mempersiapkan alat makeup yang akan digunakan selama merias.
" Bagaimana semua sudah siap? " Ujar Miss Renata yang menghampiri kedua asistennya yang berada di dalam ruang ganti.
" Semua sudah siap miss. " Ujar keduanya serempak.
" Bagus setelah pemotretan ini selesai, saya akan memperkenalkan kalian berdua ke nona Queen. " Ujar Miss Renata yang belum memperkenalkan kedua asistennya, karna keduanya tadi tengah sibuk mempersiapkan semunya.
" Baik miss. " Ujar keduanya.
Miss Renata kembali keluar dari ruang ganti menghampiri Vio.
" Vio kau sudah bisa mulai merias nona Queen. " Titah Miss Renata dan diangguki Vio.
Vio langsung menghampiri Queen dan mulai merias.
" Bagaimana dengan tata rambutnya? Kau sudah pilih yang pas? " Tanya Miss Renata dan diangguki Zelin.
" Baiklah, setelah nona Queen selesai dirias dan berganti pakaian, kau bisa langsung menata rambutnya. " Zelin mengangguk mengiyakan.
Renata kembali menghampiri Queen yang tengah dirias.
" Nona, selesai dirias. Kau bisa berganti pakaian, nanti kedua asisten saya yang akan membantu. " Ujar Miss Renata yang berdiri di samping Queen.
" Baiklah, aku serahkan saja ke kalian. " Ujar Queen yang tengah menutup matanya atas intruksi Vio, karna kini Vio tengah merias dibagian matanya.
Riasan Queen kini sudah setengah sempurna. Renata sudah bisa bersantai sedikit dan menunggu Queen di sofa yang tidak jauh dari tempat rias Queen.
Renata mulai mengecek grub khusus penanggung jawab setiap model. Di grub itu setiap penanggung jawab wajib mengirimkan foto pakaian yang akan digunakan setiap modelnya, katanya biar tidak ada kesamaan.
" Syukur deh gak ada yang sama, kalau ada aku bingung harus milih gaun lagi. " Gumam Renata sambil menscrool isi grub.
__ADS_1
" Miss, sudah selesai. " Ujar Vio yang menghampiri Renata.
" Baiklah, nona mari ikut saya keruang ganti. " Ujar Miss Renata dan Queen pun mengikuti miss Renata masuk kedalam ruang ganti.
" Nona Queen perkenalkan mereka asisten saya yang akan membantu nona. " Ujar Renata dan diangguki Queen.
" Halo, senang bertemu dengan kalian. " Ujar Queen yang mulai menyapa duluan.
" Halo nona, senang bertemu dengan mu. " Uhar keduanya serempak.
" Baiklah, perkenalannya bisa dilanjut nanti. Karna waktu kita terbatas. " Ujar Miss Renata dan diangguki keduanya.
Salah satu dari mereka mulai membantu Queen berganti pakaian. Dan yang satunya lagi mulai mempersiapkan accesoris serta sepatu yang akan digunakan Queen.
Setelah semuanya selesai, Queen mulai kembali duduk di tempat riasnya yang tadi. Dan Zelin pun mulai menata rambut Queen, kali ini model rambut yang dipilih Zelin cukup simple dengan di kuncir dan diberi sedikit mutiara di sisi rambut sebelah kiri dan kanan.
" Selesai, nona kelihatan sangat cantik. " Ujar Zelin menatap penampilan Queen.
" Terimakasih, ini juga berkat kalian. " Ujar Queen dengan tersenyum.
" Baiklah nona, mari saya bantu keruang pemotretan. " Ujar Miss Renata dan diangguki Queen.
Setelah kepergian Miss Renata dan Caca. Keempat wanita cantik yang sejak tadi disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing kini berkumpul sambil menatap pintu yang sudah tertutup.
" Aku rasa nona Queen yang akan menjadi juaranya tahun ini. " Ujar Vio yang sejak tadi menatap kagum kecantikkan Queen.
" Kau benar, tapi kurasa perjalanan ajang kontes kali ini tidak mudah. Begitu banyak model profesional yang mengikuti kontes ini. " Ujar Soya salah satu asisten Miss Renata, Wanita dengan rambut sebahu itu menatap ketiganya.
" Kau jangan meremehkan bakat nona Quen, nona Queen juga salah satu model profesional bahkan dia sudah go internasional dan aku percaya dia yang akan menang. " Ujar Zelin yang sangat percaya dengan kemampuan idolanya itu.
" Yang ku takutkan model itu akan berbuat curang. " Ketiganya menatap Aurel, salah satu asisten Miss Renata juga yang menatap lurus kearah depan.
Ketiganya menganggu mengiyakan. Mereka hampir lupa bahwa model licik itu juga mengikuti kontes ini mewakili Jerman.
Mereka lahir dan besar di negara ini. Jadi mereka tau dengan isu-isu tidak sedap yang terjadi belakangan ini dan salah satunya berita tentang model itu yang katanya ketahuan melakukan hal licik dengan mencelakai partnernya sendiri, atau model yang sama-sama satu agensi dengannya. Karna nama mereka yang sama-sama cukup terkenal, membuat salah satunya melakukan hal kotor untuk menyingkirkan saingannya.
__ADS_1
~Bersambung~
Jangan lupa likenya ya.