Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 29


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Sebuah mobil sport hitam memasuki perkarangan mansion keluarga Roderick. Mobil yang tidak lain dikendarai oleh Sean.


Saat sedang asik menikmati makan malam bersama sang kekasih. Sebuah pesan penuh ancaman dari sang bunda membuat dirinya mau tidak mau harus kembali ke mansion terkutuk ini dan meninggalkan kekasihnya seorang diri di restoran.


" Selamat kembali tuan muda. " Ujar kepala maid menyambut kedatangan putra majikannya itu.


Sean hanya acuh dan terus berjalan menuju ruang keluarga, dimana bundanya berada. Dan benar saja, disana ada bundanya bersama seseorang wanita yang sangat tidak dia harapkan kehadirannya, siapa lagi kalau bukan Tania.


" Gak sia-sia juga bunda ancam kamu. " Ujar Erika menatap sinis putranya itu.


" To the point. " Ujar Sean yang masih berdiri tidak jauh dari bundanya itu duduk.


" Jelaskan video ini. " Ujar Erika menunjukkan ipadnya dimana di dalamnya menyaksikan adegan dimana Sean yang mengecup bibir seorang wanita di bandara.


Sean hanya menatap santai video dirinya yang menjadi trending topik.


" Dia kekasih ku. " Ujar Sean membuat Erika menatap marah putranya itu.


" Putuskan dia! Kau ingat Sean, kau sudah bertunangan! " Ujar Erika membuat Sean mengepalkan tangannya.


" Tidak! Sampai kapapun Sean tidak akan pernah putus! " Ujar Sean yang langsung berlalu pergi menuju kamarnya tanpa memerdulikan teriakan bundanya yang terus memanggil dirinya.


" SEAN BUNDA BELUM SELESAI!!!" Teriak Erika.

__ADS_1


" Sudah bund, Tania gak papa. " Ujar Tania yang merasa tidak enak menjadi penyebab pertengkaran antara putra dan ibu itu.


" Tidak sayang, bunda gak bakal biarin Sean semena-mena begitu sama kamu. Minggu depan, bunda dan ayah akan menyebarkan status pertunangan kalian ke publik. "


Tania yanh mendengarnya terkejut. Kalau sampai itu terjadi, hubungan Erika dan Sean akan semakin renggang. Sean juga akan semakin membencinya.


" Jangan bund, biarkan saja. Nanti Tania yang akan bicara dengan Sean pelan-pelan. " Ujar Tania mencoba membatalkan niat Erika.


" Tidak, keputusan bunda tidak bisa di ganggu gugat. " Ujar Erika yang langsung pergi ke kamarnya meninggalkan Tania seorang diri di ruang keluarga.


" Aku harus gimana. " Ujar Tania dengan bingung.


" Kau belum pulang? "


Tania menoleh menatap Rai yang baru menuruni anak tangga. Pria paruh baya itu berjalan menghampiri dirinya.


" Belum Yah, ini mau pulang. Bilangin bunda ya Yah kalau Tania pulang dan maaf Tania gak bisa menginap hari ini. " Ujar Tania dengan sopan.


" Dia cinta pertama Sean. " Ujar Rai sebelum berlalu pergi ke dapur membiarkan Tania yang berdiri terdiam di depan pintu.


Tania mengerti apa yang dikatakan Rai. Kata Dia mengarah ke gadis bandara yang menjadi trending topic.


Entah kenapa perasaannya menjadi sakit mengetahui gadis itu yang merupakan cinta pertama Sean.


Tidak, dia tidak boleh sampai menaruh hati. Bagaimanapun mereka bertunangan karena paksaan.


...------------------...


Di sebuah kamar apartemen mewah. Seorang gadis cantik yang tidak lain ialah Caca, baru selesai membersihkan tubuhnya, sehabis pulang dari restoran seorang diri.

__ADS_1


" Huhh, capeknya. " Ujar Caca yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur queen sizenya.


Tingg ....


Caca langsung bangkit dari atas kasur saat mendengar notifikasi pesan masuk dari ponselnya. Gadis itu meronggoh tasnya mencari keberadaan ponselnya.


" Tania. " Ujar Caca yang heran melihat sahabatnya itu mengirimkan pesan malam-malam.


Drtt ...


Drtt ...


Caca langsung mengangkat panggilan masuk dari sahabatnya itu.


" Ca, kau belum tidur? " Ujar Tania dari sebrang telpon sambil mengemudikan mobilnya.


" Mau tidur, kenapa? Tumben sekali kau menghubungi tengah malam. " Ujar Caca yang melihat jam dinding di dalam kamarnya yang menunjukkan pukul sebelas malam.


" Aku ke apartemen mu ya? " Ujar Tania membuat Caca semakin bingung.


" Iyaa, kemari saja. Kau sedang ada masalah? " Ujar Caca sambil kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur.


" Huhh, begitulah. Tunggu aku, sebentar lagi sampai. "


" Baiklah, hati-hati bawa mobilnya. " Ujar Caca yang langsung mematikan sambungannya setelah mendapatkan jawaban ya dari sahabatnya itu.


Caca meletakkan ponselnya diatas kasur sebelah dirinya. Sambil memikirkan masalah apa yang menimpa sahabatnya itu, sampai-sampai rela malam-malam ke apartemen dirinya yang jaraknya cukup jauh dari apartemennya.


~Bersambung~

__ADS_1


Maaf baru up ya, jangan lupa like end votenya😘


__ADS_2