
Berlin, Jerman
Di dalam kamar bernuansa putih gold, Caca tengah bersiap untuk berangkat pemotretan. Gadis cantik itu mengenakan baju crop tebal berwarna putih dengan di padukan rok putih sepaha dan sepatu high heels bewarna putih.
" Perfect. " Ujar Caca tersenyum manis memandangi penampilannya di kaca.
Gadis cantik itu kembali memasuki ruang wardrobe untuk memilih tas yang akan dia gunakan. Dia memilih tas kulit berwarna coklat.
Tokk ...
Tokk ...
" Ya, Tunggu!!!" Teriak Caca yang langsung berjalan keluar dari ruang wardrobenya menuju pintu kamarnya.
Cklek ...
" Sudah siap? " Tanya Lika melihat penampilan nona mudanya.
" Hmm, ayo kita berangkat kak. " Ujar Caca yang langsung menutup pintu kamarnya. Caca sangat-sangat menjaga privasi kamarnya, dia tidak mengijinkan siapapun masuk kedalam kamarnya, kecuali Mommynya.
" Ayo, Mr Gio juga sudah menunggu di depan. " Ujar Lika dan mereka pun mulai berjalan menuruni anak tangga menuju halaman utama mansion.
Setibanya di depan mereka melihat Gio yang berdiri di samping mobil mereka. Gio membungkuk horman saat menyadari kehadiran Queen dan asistennya.
" Mr Gio kita satu mobil saja. " Ujar Queen yang melihat dibelakang mobilnya terdapat mobil pribadi Mr Gio.
" Baik nona Queen. " Ujar Mr Gio dan mereka pun langsung masuk kedalam mobil. Caca dan Lika dibelakang dan Mr Gio disamping supir.
...----------------...
Pari, Prancis
Setelah meninggalkan ruangannya, kini Sean masuk kedalam ruangan sekretarisnya. Dia akan memarahi sekretarisnya itu yang mengijinkan Tania masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
Cklek ...
Sean menatap Will, Sekretarisnya sekaligus orang kepercayaannya yang juga tengah menatap kearahnya.
" Tuan Sean..." Ujar Will yang langsung berdiri dan membungkukkan badannya.
" Siapa yang membiarkan dia masuk kedalam ruangan ku? " Ujar Sean dengan menatap tajam Will.
" Maaf tuan, nona Tania memaksa untuk masuk dan juga nyonya Erika menelpon saya untuk membiarkan nona Tania masuk. " Ujar Will dengan menundukkan pandangannya, dia tidak berani menatap bosnya itu yang tengah menahan amarah.
" Ck, lain kali jangan biarkan dia masuk. Walaupun wanita tua itu yang menyuruh sekalipun. " Ujar Sean yang langsung duduk di sofa yang digunakan Will untuk bersantai.
" Baik tuan. " Ujar Will yang kembali duduk di kursinya.
" Will, suruh ob belikan capucino coffee di coffeshop depan. " Ujar Sean sambil bersandar di sofa dengan memejamkan matanya.
" Baik tuan. " Ujae Will yang langsung menekan nomor telpon yang terhubung ke pantry.
" Tolong belikan capucino coffe untuk Mr Sean di coffe shop depan dan bawakan keruangan saya. " Ujar Will setelah sambungannya terhubung.
Will menghampiri tuannya itu dan duduk disebelahnya. Sepertinya tuannya itu sedang banyak pikiran.
" Ada apa? "
Sean membuka matanya dan menatap kearah Will.
" Sekarang anggap aku sebagai sahabat mu. " Ujar Will yang seakan tau dengan tatapan Sean.
Will merupakan teman kecil sekaligus sahabat Sean sejak kecil. Sejak kecil Sean hanya berteman dengan Will dan Sean sudah sangat mempercayai Will dan itu alasan mengapa Sean sangat mempercayai Will untuk mengelola perusahaannya selama dia sibuk dengan bisnis dunia bawahnya.
" Hanya muak dengan wanita itu dan keluarga ku. " Ujar Sean dan Will pun mengerti.
" Kau kurang tegas, seharusnya kau tegas membantah keputusan Bunda Erika. " Ujar Will dengan bersandar si sofa.
__ADS_1
Will selalu memanggil bunda sahabat sekaligus bosnya itu dengan sebutan Bunda Erika. Karna keingin Erika juga yang menyuruhnya memanggil bunda seperti Sean. Lagian mereka sudah sahabatan sejak kecil dan yang pastinya Will juga sudah dekat dengan orang tua sahabatnya itu.
" Wanita tua itu mengancam akan memberitahukan kekasih ku jika aku menolak perjodohan itu. " Ujar Sean dengan menghela nafas.
" Bagaimana dengan menikah diam-diam? " Ujar Will membuat Sean yang tadinya memenjamkan matanya kembali terbuka menatap dirinya.
" Kau gila? Kau tidak tau siapa kekasih ku? " Ujar Sean membuat Will terkekeh.
" Aishh, aku lupa. Keluarga mu dan keluarganya terbilang seimbang, sama-sama berpengaruh. " Ujar Will membuat Sean menghela nafas lelah.
" Kalau seperti ini jalan satu-satunya kau jujur dengan kekasih mu itu. Katakan saja semua yang terjadi. " Ujar Will membuat Sean menatap tajam kearahnya.
" Kau gila? Kau mau membuat dia menjauh dariku? " Ujar Sean membuat Will tambah bingung.
Will tidak habis pikir dengan hubungan rumit yang terjadi pada sahabatnya itu.
" Jadi keputusan mu apa? Menikahi keduanya? " Ujar Will membuat Sean mengangguk mengiyakan.
" Tidak ada cara lain selain menikahi keduanya. " Ujar Sean membuat Will terkejut.
" Kau gila? Kalau sampai Caca tau kau menikahi sahabatnya juga bagaimana perasaannya? Lagian kalau kalian akan menikah bagaimana tanggapan publik? Secara kau menikah dengan Tania pasti akan di publish ke media. " Ujar Will yang tidak habis pikir dengan keputusan yang diambil sahabatnya itu.
" Aku akan menikahi Queen tanpa diketahui media. " Ujar Sean menatap Will dengan serius.
" Kau bodoh Sean! Kau melupakan siapa keluarganya dan apa statusnya? Dia seorang model, setiap kesehariannya akan tercium oleh media dan keluarganya pasti tidak akan mengijinkan kau menikahi Queen tanpa di publish ke media. " Ujar Will dengan emosi.
Sean terdiam mendengar ucapan sahabatnya itu. Apa yang dikatakan sahabatnya itu ada benarnya juga. Tapi bagaimana lagi?, Dia sangat mencintai kekasihnya itu dan dia juga tidak bisa membatalkan perjodohannya. Dia takut bundanya membocorkan pertunangannya kepada kekasihnya itu dan membuat kekasihnya itu menjauh darinya.
~Bersambung~
Sungguh cinta yang rumitttt🤧
...Visual penampilan Caca...
__ADS_1
Likenya jangan lupa ya😘