
Sinar matahari kini sudah berganti dengan cahaya rembulan malam. Kedua sepasang kekasih yang sejak siang menghabiskan waktu berdua masih asik mengelilingi kota Paris di malam hari.
Seperti saat ini, mereka tengah berada di dalam mobil yang di kendarai langsung oleh Sean. Tempat tujuan mereka kali ini adalah sebuah restoran yang saat ini tengah ramai di perbincangkan karena menu masakkannya yang enak dengan di suguhi nuansa mewah di dalamnya.
Kini mobil yang di kendarai Sean telah sampai di tempat tujuan mereka. Keduanya pun langsung turun dan masuk kedalam restoran yang terlihat mewah, dengan saling bergandengan tangan. Tidak lupa Caca setia memakai masker, kacamata hitam dan juga topinya.
" Good evening Sir, Miss. Welcome to De Luna Restaurant, How may I help you? " Ujar salah satu waiters wanita menyambut kedatangan keduanya.
" Good evening. " Balas Caca sambil tersenyum di balik maskernya.
" A VVIP room for two. " Ujar Sean dengan tatapan datarnya.
" Yes Sir. Would you follow me please. " Ujar Waiters itu sambil berjalan terlebih dahulu diikuti Caca dan Sean di belakangnya.
Saat mereka memasuki restoran, terlihat begitu banyak pengunjung yang datang untuk sekedar makan, rapat ataupun berkumpul. Tidak salah mereka menjadikan restoran ini sebagai tempat pilihan untuk mereka bertemu dengan client atau menghabiskan waktu bersama orang spesial ataupun teman.
Banyak dari mereka yang menjadikan restoran ini sebagai objek selfie mereka. Tidak heran, karena hiasan di restoran ini sangat cantik dan terlihat mewah untuk di foto.
Sampai keduanya tiba di depan pintu ruangan yang bertuliskan VVIP Room 4. Ya, Ruang VVIP di restoran ini sangat banyak sampai menghabiskan 50 ruangan untuk VVIP room nya.
" Please Sir, Miss. " Ujar waiters tersebut sambil membukakan pintu ruang VVIP tersebut.
__ADS_1
Caca bisa melihat pemandangan di dalamnya yang begitu mewah. Bagaimana tidak mewah, hampir semua hiasan di dalamnya terbuat dari emas yang terlihat sangat mengkilap.
Caca yakin pemilik restoran ini menghabiskan ber milyar-milyar untuk membangun ini semua.
" Thanks you. " Ujar Caca yang mengucapkan terimakasih, tapi berbeda dengan Sean yang hanha acuh masuk kedalam sambil menarik pelan tangan Caca.
Waiters itu mengikuti keduanya memasuki VVIP room itu. Tidak lupa dia menutup pintunya terlebih dahulu, karena dia tau pengunjungnya memiliki privasinya sendiri.
" What would you like to have? " Ujar Waiters itu setelah Caca dan Zeno duduk, tidak lupa dia memberikan buku menu untuk keduanya.
" Kau mau apa by? " Tanya Sean sambil menatap Ana yang tengah sibuk membolak balikkan buku menu di tangannya.
Note : Steak tartare, steak yang disajikan mentah dengan daging sapi berkualitas tinggi dengan bawang bombai dan acar kaper. Dengan dipadukan satu kuning telur mentah diatasnya dan dilengkapi dengan saus serta bumbu seperti Worcestershire dan Moster. Serta dipadukan dengan hiasan selada air atau percikan minyak zaitun. Biasanya saat memakan steak ini ditemani dengan Frites(kentang goreng) atau salad.
Chocolat lancienne, minuman coklat khas Prancis. Yang terbuat dari dark coklat yang dilelehkan. Memiliki tekstur yang kental dan juga sangat kaya akan rasa coklat. Biasanya, minuman ini dinikmati bersama dengan whipped cream untuk menghasilkan rasa yang lebih creamy.
Mocha pots de creme, salah satu dessert dengan bahan krim coklat yang disajikan dalam mangkuk mungil lengkap bersama whipped cream diatasnya.
" Kalau kakak apa? " Tanya Caca sambil meletakkan buku menunya diatas meja.
" Beef bourguignon and Cognac. " Ujar Sean sambil meletakkan buku menunya kembali.
__ADS_1
Note : Beef bourguignon adalah salah satu makanan terkenal di paris. Dengan potongan tebal daging sapi yang empuk yang direbus dalam kaldu diatas api kecil dan ditambah dengan wine burgundy yang melimpah. Hindangan ini dimasak lama dengan berbagai rempah aromatik, wortel, bacon asin, kentang, bawang bombai dan bawang putih.
Cognac, minuman beralkohol khas Prancis yang tergolong sangat mahal. Terbuat dari fermentasi buah anggur Prancis yang memiliki cita rasa yang unik dan tidak biasa.
" Certainly. Please wait for a moment. " Ujar waiters itu yang langsung berlalu pergi meninggalkan keduanya.
" Oh ya kak, kabar bunda gimana? Aku sudah lama tidak bertemu mereka dan terakhir bertemu waktu di taman saat kakak pamit pergi. " Ujar Caca dengan tersenyum kecut mengingat saat-saat Sean berpamitan kepadanya.
" Heyy, jangan sedih begitu by. Kan sekarang aku sudah disini. " Ujar Sean sambil mengenggam dan mengelus kedua punggung tangan Caca.
" Hmm, jadi gimana kabar bunda? Aku ingin sekali menemuinya. " Ujar Caca membuat Sean berhenti mengelus punggung tangan Caca.
" Ada apa kak? Bunda baik-baik saja kan? " Ujar Caca menatap Sean yang tengah terdiam memandanginya.
" Bunda baik, lain waktu kita bertemu bunda. " Ujar Sean dengan datar.
Caca hanya mengangguk saja. Sejujurnya dia heran dengan perubahan ekspresi Sean yang tiba-tiba. Apakah hubungan diantara keduanya tidak baik-baik saja?.
~Bersambung~
Jangan lupa like and komennya😘
__ADS_1