Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 24


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Suasana ramai di galeri seni milik Tania kini bertambah ramai akan kedatangan seorang gadis cantik yang merupakan model berbakat se-internasional, siapa lagi kalau bukan Caca.


Hari ini jadwal gadis cantik itu tidak terlalu padat, membuatnya bisa menemui sahabatnya di galeri seninya. Lagian juga dia sudah jarang sekali mengunjungi galeri seni sahabatnya ini dan sekarang lah waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini.


Beberapa karyawan yang mengenal Caca sebagai sahabat dari bos mereka langsung menyapanya.


" Nona Caca. " Panggil salah satu karyawan Tania yang sudah bekerja sejak galeri ini di buka dan dia tau perjuangan bosnya dalam mendirikan galeri seni ini.


" Pagi Sil. " Sapa Caca sambil tersenyum.


" Pagi nona, nona sudah lama sekali tidak berkunjung. " Ujar Sisil sambil tersenyum senang mendapati kehadiran Caca.


" Huhh, kau tau sendiri sil. Jadwal ku sangat padat, sampai-sampai membuat ku tidak ada waktu kemari, bahkan waktu istirahat ku pun berkurang. " Ujar Caca dengan mengeluh dan sisil pun terkekeh mendengarnya.


" Yang sabar nona, kau harus tetap semangat. Ingat perjuangan nona untuk bisa sampai di titik sekarang. " Ujar Sisil dan Caca pun mengangguk setuju.


Bukan hanya mengetahui perjuangan bosnya untuk bisa menjadi seorang seniman. Sisil juga tau perjuangan sahabatnya bosnya ini untuk menjadi seorang model. Kedua sahabat ini memiliki cita-cita yang bertentangan dengan keinginan orang tua mereka, tapi berkat tekad keduanya. Mereka bisa sampai di titik sekarang ini, hebat bukan?


" Ya, akan ku ingat selalu. Btw dimana Tata? Aku sejak tadi tidak melihatnya. " Ujar Caca sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sahabatnya.


" Nona Tania sedang menemani tamu spesialnya. " Ujar Sisil sambil terkekeh, dia juga mengetahui pria idaman yang di cintai bosnya itu.


" Siapa? " Tanya Caca sambil membalas tersenyum kepada karyawan yang menyapa dirinya.


" Intinya orang spesial. " Ujar Sisil membuat Caca mengangguk mengerti.

__ADS_1


" Dia disini? " Tanya Caca dan Sisil yang mengetahui kata 'Dia' yang dimaksud sahabat bosnya itu mengangguk mengiyakan.


" Pantes tidak kelihatan, ya sudah aku menunggunya di ruangannya saja. "


" Ya nona, kalau begitu saya mau lanjut kerja dulu. " Ujar Sisil dan diangguki Caca.


Caca pun langsung berlalu pergi menuju ruangan sahabatnya, Begitupun dengan Sisil yang juga kembali bekerja.


...------------------...


" Bagaimana sudah dapat yang cocok? " Tanya Tania yang baru datang dan menghampiri Leo yang sedang berdiri di depan lukisan yang baru di dapatnya dari seorang seniman.


" Sudah. " Ujar Leo sambil menatap lukisan itu.


" Yang ini? " Tanya Tania sambil menatap lukisan pemberian seorang seniman yang sangat dia kagumi.


" Ya, boleh kan? " Ujar Leo membuat Tania terdiam.


" Tapi kalau kakak suka, aku bisa kasih ke kakak. " Ujar Tania membuat Leo tersenyum.


" Terimakasih, kau emang calon kakak ipar ku yang terbaik. " Ujar Leo membuat Tania tersenyum kecut.


Tania ingin Leo menganggapnya lebih dari calon kakak iparnya. Tapi seperti itu mustahil. Leo tidak akan pernah tau perasaannya yang selama ini dia pendam.


Sebelum dia mengenal Sean dan di jodohkan. Tania sudah mengenal Leo duluan. Pertama kali dia bertemu dengan Leo, Tania sudah menaruh hati kepada sosok Leo yang tampan dan sopan kepada orang lain.


" Tapi kau harus janji kak, kau akan rawat lukisan ini baik-baik. " Ujar Tania dan diangguki Leo, padahal niatnya Leo ingin memberikan lukisan ini ke gadis yang di cintainya.


" Kakak juga harus janji jangan kasih lukisan ini ke orang lain, kakak juga tau gak arti lukisan ini? " Tanya Tania dan Leo pun menggelengkan kepalanya.


" Lukisan ini memiliki lambang kesetian, bentuk cinta kita ke pasangan. Semua orang menyebut lukisan ini sebagai pohon cinta. " Jeda Tania menatap Leo yang fokus mendengarkan.

__ADS_1


" Kakak lihat kan daun-daun pohonnya berwarna merah merekah? " Leo mengangguk mengiyakan.


" Daun itu melambangkan betapa cintanya kita ke pasangan kita, atau lebih singkatnya daun ini tuh melambangkan perasaan cinta kita. " Tutur Tania.


" Semua pasangan mengharapkan hubungan mereka seperti pohon ini, yang selalu kokoh berdiri walaupun sering di terjang angin. " Ujar Tania dengan tersenyum.


" Aku dapat lukisan ini dari seniman favorit ku dan sekarang aku kasih lukisan ini ke kakak. " Ujar Tania membuat Leo tersenyum.


Leo berpikir sangat pas memberikan lukisan pohon ini ke gadis yang di cintainya. Bukannya lukisan ini melambangkan cinta?. Leo ingin gadis itu mengetahui perasaannya lewat lukisan pemberiannya ini.


" Kau gadis yang sangat baik Tania, kak Sean beruntung bisa memiliki tunangan sebaik dan secantik dirimu. " Ujar Leo sambil tersenyum menatap Tania.


" Dan lebih beruntungnya lagi jika kau mencintai ku kak. " Lirih Tania.


" Kau mengatakan sesuatu? " Tanya Leo dan Tania pun menggelengkan kepalanya.


" Tidak kak, nanti aku suruh orang bawakan lukisan ini ke mansion kakak. " Ujar Tania dengan tersenyum.


" Tidak usah, aku akan bawa sekarang. " Ujar Leo yang ingin memberikan lukisan ini langsung ke gadis pujaan hatinya.


" Ya sudah, aku ambil kardus besar dulu. " Ujar Tania sambil berjalan mengambil kardus besar yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


" Ini kak. " Ujar Tania dan Leo pun langsung mengambil lukisan itu dan di letakkannya kedalam kardus.


" Sekali lagi makasih kakak ipar. " Ujar Leo dan Tania hanya mengangguk mengiyakan.


" Kalau gitu aku pergi dulu, sampai jumpa kakak ipar. " Ujar Leo yang langsung berlalu pergi meninggalkan Tania seorang diri disana.


" Aku akan menjadi gadis yang paling beruntung jika aku mendapatkan mu kak. " Gumam Tania dan dia pun langsung pergi dari ruang lukisannya menuju ruangannya.


~Bersambung~

__ADS_1


Maaf udah lama banget gak up-up🙏😖 Sebagai gantinya aku banyakin episodenya🤭 Jangan lupa likenya ya😊😘


__ADS_2