Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 48


__ADS_3

Berlin, Jerman


Setibanya di mansion. Caca memarkirkan mobilnya kembali kedalam garasi. Gadis cantik itu berjalan memasuki mansion dan mendengar obrolan diruang tengah.


"Queen..." Panggilan itu membuat Caca menatap seorang wanita yang lebih tua darinya tengah duduk di sofa sebelah Lika.


"Kak Reni." Gumam Caca dan langsung menghampiri wanita itu yang kini tengah menatap tersenyum kearahnya.


Grepp...


Caca memeluk wanita itu cukup erat. Dia tidak ingin berjauhan lagi dengan managernya itu. Caca cukup dekat dengan sang manager, tidak seperti kedua model yang lainnya.


"Bagaimana kabar mu?" Ujar Manager Reni yang sudah melepaskan pelukannya.


"Baik, bagaimana dengan Zergan?" Tanya Caca yang penasaran dengan hasil pekerjaan partnernya itu.


"Cukup bagus, dia di tawari untuk menjadi model salah satu agensi di Jepang." Ujar Reni yang bangga memiliki ketiga model yang sangat berpotensial. Ketiganya tidak pernah membuat dia kecewa.


"Asal kau tau saja manager Reni, model mu yang satu ini juga ditawari tanda tangan kontrak dengan agensi disini." Ujar Asisten Lika membuat Reni cukup terkejut.


"Benarkah?" Tanya Reni menatap keduanya.


Alika mengangguk mengiyakan, sedangkan Caca hanya menanggapi dengan tersenyum.


"Jadi gimana? Kau terima?" Ujar Manager Reni dan dibalas gelengan oleh Caca.


"Kenapa? Ini peluang besar untuk mu Queen, kau bisa semakin terkenal, prestasi mu juga sangat bagus dan apalagi yang kau pikirkan?" Ujar Manager Reni menatap penuh tanya.


"Aku tidak yakin bisa tetap disini setelah aku mengambil alih perusahaan itu." Ujar Caca membuat manager Reni mengerti.


Manager Reni mengetahui semua kehidupan ketiga modelnya. Seperti Caca yang merupakan ahli waris keluarga Germani.

__ADS_1


"Apa kau sudah memberitahukan orang tua mu tentang ini?"


Caca menggelengkan kepalanya. Dia tidak yakin orang tuanya akan setuju membiarkan dia tinggal disini. Apalagi dia harus menjalankan perusahaan Grandpanya, yang membuat dia susah untuk berpergian terlalu jauh.


"Semua keputusan ada ditangan mu Queen, jika kau ingin semakin berkembang, ini salah satu jalannya. Tapi aku kembalikan lagi ke kamu Queen. " Ujar Manager Reni menepuk bahu Queen sambil tersenyum.


...----------------...


Paris


Di kediaman Roderick. Erika baru saja kembali bersama Tania dari kantor Sean. Sejak tadi wanita paruh baya itu hanya terdiam memikirkan perkataan putranya.


Sedangkan Tania, sesekali gadis itu menoleh menatap Erika yang tengah melamun. Sejujurnya dia tidak ingin semakin memperburuk hubungan antara ibu dan anak itu. Tapi dia tidak bisa menyangkal perasaannya, kini dia sudah mulai mencintai Sean dan tidak ingin melepaskan pria itu.


Bagaimana dengan perasaan cintanya kepada Leo, dia masih mencintai Leo. Katakan saja dia egois, ingin memiliki Sean dan Leo.


Rai yang baru saja pulang, menatap kedua wanita yang sama-sama terdiam. Rai menghampiri keduanya dan duduk disebelah sang istri.


Erika masih terdiam. Dia tidak menyadari kehadiran suaminya.


"Bisa jelaskan?" Rai kembali bertanya ke Tania.


Tania memilih diam sambil menundukkan kepalanya. Dia bukannya tidak ingin menjawab, tapi dia bingung harus memulai menjelaskannya darimana.


"Erika." Rai menepuk bahu istrinya itu membuat Erika tersadar dari lamunannya.


"Kau sudah pulang?" Tanya Erika menatap suaminya itu.


"Hmm, jelaskan ada apa?"


Erika menghela nafas dan memulai menceritakan kejadian di kantor putranya tadi. Rai diam terus mendengarkan penjelasan istrinya itu, sesekali dia menatap istrinya itu yang terlihat sangat sedih.

__ADS_1


"Sudah ku bilang batalkan perjodohan ini, biarkan Sean menentukan jalan hidupnya sendiri." Ujar Rai membuat Tania diam-diam mengepalkan tangannya.


"Tidak bisa." Rai menoleh menatap Tania.


"Om tidak bisa membatalkannya begitu saja, kita sudah menyebarkan undangan. Aku tidak ingin mempermalukan keluarga ku." Ujar Tania membuat Rai menatap datar kearahnya.


"Kenapa tidak bisa? Bukannya aunty mu juga setuju membatalkan perjodohan ini?" Ujar Rai membuat Tania mendengus kesal.


"Om tidak bisa memaksakan kehendak om sendiri, Tania tidak akan setuju jika perjodohan ini batal." Ujar Tania membuat Erika menatap kearahnya.


"Tania, sudahlah. Kita lupakan tentang perjodohan ini, Bunda akan bilang ke aunty dan keluarga mu. Bunda tidak ingin Sean semakin membenci Bunda. "


Rai menatap puas kearah istrinya. Keputusan yang diambil istrinya sekarang sudah sangat tepat.


"Tidak bisa seperti itu bunda, aku mencintai Sean dan tidak ingin jauh dari Sean. Bunda lupa dengan janji bunda ke orang tua Tania?" Ujar Tania menatap memohon kearah Erika untuk tidak membatalkan perjodohan.


"Tidak, bunda tidak akan pernah lupa dengan janji itu. Bunda bisa menjaga mu tanpa harus mengorbankan perasaan Sean. " Ujar Erika yang mulai memegang tangan Tania.


"Tania, bunda tau kau sudah mencintai dan menerima Sean. Bunda mohon hilangkan perasaan mu ke Sean, bunda tidak ingin menyakiti kalian berdua. Jika kau tetap bersama Sean, hanya luka yang kau dapatkan dan begitupun dengan Sean. "


Tania menghempaskan tangan Erika. Gadis itu mulai bangun dari duduknya dan menatap Erika dengan kesal.


"Kenapa saat aku sudah mulai mencintai Sean, bunda malah ingin membatalkannya? Kenapa tidak dari dulu saat aku belum mencintainya?" Ujar Tania membuat Erika ikut bangun dan mendekati gadis itu.


"Maafkan bunda ya, disini bunda yang salah telah memaksakan kalian berdua. Bunda pikir Sean bisa merubah perasaannya dan menerima mu, tapi bunda salah. Tania bunda tau kau anak baik, kau bisa menghilangkan perasaan mu dan melupakan Sean. Kau akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik dari Sean." Ujar Erika yang mencoba memberikan nasehatnya.


Tania menggelengkan kepalanya. Dia mulai menitikkan air matanya. Sesak saat kita sudah mulai mencintai seseorang, tapi disuruh melupakannya. Apa dia tidak berhak bahagia.


~Bersambung~


Author usahain untuk update setiap hari, biar cepet tamatnya🤭

__ADS_1


Likenya jangan lupa ya😘


__ADS_2