Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 22


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Berlin, 08 a.m


Setelah semua masalah terselesaikan, Zeno memutuskan untuk kembali ke kota asalnya. Pria tampan itu tidak sabar untuk bertemu dengan kekasih hatinya.


" Siapkan penerbangan, aku akan kembali sekarang. " Ujar Sean sambil duduk di sofa balkon kamarnya sambil nyudut.


" Baik tuan. " Ujar Victor dengan membungkukkan badannya sebelum berlalu pergi.


" Tunggu! " Panggil Sean kembali membuat Victor berhenti dan membalikkan badannya kembali.


" Ada apa tuan? " Tanya Victor dengan menatap tuannya itu.


" Pantau terus tikus-tikus kecil itu, sampai mana mereka bermain-main dengan ku. " Ujar Sean santai, dia akan membiarkan tikus-tikus kecil itu bermain sesuka hati mereka sebelum dia melenyapkan mereka semua.


" Baik tuan. " Ujar Victor dengan menundukkan kepalanya.


" Satu lagi, kirimkan beberapa anak buah ke Amrik, Suruh mereka pantau pria ini, jangan sampai dia lolos. " Ujar Sean dengan memberikan semua foto.


" Dia target kita selanjutnya. " Ujar Sean membuat Victor paham arti dari 'Target'.


" Kali ini siapa tuan? " Tanya Victor.


" Pengusaha muda, Hans Wilson. " Ujar Sean membuat Victor terdiam, Hans Wilson dikenal sebagai pengusaha muda yang sangat di hormati karna keramahannya dan sikapnya yang selalu menghargai siapapun, ternyata orang sebaiknya masih ada yang tidak menyukainya.


" Aku tak menyangka orang sebaik tuan Hans memiliki musuh, sampai dia berani bayar mahal untuk melenyapkannya. " Ujar Sean sambil menatap Victor.

__ADS_1


" Siapa yang menyuruh kita kali ini tuan? " Tanya Victor kembali.


" Vincent nichollas. " Ujar Sean sambil menatap Victor yang terlihat terkejut.


" Bukannya dia target kita juga? " Sean mengangguk mengiyakan.


" Bagus bukan? Target kita menyewa kita untuk membunuh seseorang? " Ujar Sean sambil tersenyum smrik.


" Setelah kita menyelesaikan tugasnya dan mendapatkan bayaran, baru kita bunuh dia. " Ujar Sean tersenyum licik.


" Kali ini aku tidak mau dengar kegagalan. " Ujar Sean menatap Victor tajam.


" Ba-baik tuan. " Ujar Victor yang gugup mendapatkan tatapan tajam dari ketuanya itu.


" Pergilah, sebelum itu aku punya tugas untuk kalian. " Ujar Sean dengan tersenyum menyeramkan membuat Victor lagi-lagi dibuat ketakutan.


...----------------...


" Maaf menunggu lama. " Ujar Caca dengan membungkukkan badannya sekilas.


" Tidak masalah nona. " Ujar Derel Axsenio yang tidak lain sahabat Zeno.


" Uncle Derel. " Caca baru sadar ternyata rekan kerjanya adalah sahabat daddynya.


" Halo princessnya uncle. " Ujar Derel dengan terkekeh melihat wajah terkejut keponakannya itu.


" Ekhem, kenapa Queen tidak tau kalau rekan kerja Queen Uncle Derel? " Ujar Caca sambil duduk di bangku depan khusus dirinya.


" Siapa suruh tidak mencari tahu. " Ujar Derel membuat Caca mencebikkan bibirnya.


" Aku ngambek sama uncle, ingat aku belum selesai ngambek sama uncle, sekarang kita mulai. " Ujar Caca yang langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius, datar dan dingin.

__ADS_1


Semua yang berada disana terkejut melihat perubahan ekpresi wajah Ceo baru mereka itu. Tapi tidak dengan Derel, dia sudah biasa melihat perubahan ekspresi wajah keponakannya itu secara tiba-tiba.


" Silahkan di mulai. " Ujar Caca dan meeting pun di mulai.


Sekretaris dari Derel mulai mempresentasikan kerja sama yang akan mereka jalankan berdua dan keuntungan yang akan di dapatkan kedua belah pihak.


Sampai dua jam berlalu, meeting pun selesai. Caca mengajak Derel ke ruangannya. Dia belum selesai ngambek ke unclenya itu dan bodohnya dia tidak mengetahui dengan siapa dia akan bekerjasama.


" Duduklah uncle. " Ujar Caca dan dia pun langsung menghubungi nomor dapur untuk dibuatkan minuman.


" Kenapa uncle gak ngasih tau? " Ujar Caca setelah selesai menelpon dan duduk di sebelah Derel.


" Mana uncle tahu, kamu sendiri aja gak tahu. " Ujar Derel dengan santai membuat Caca cemberut.


Kedua asisten pribadi mereka atau sekretaris mereka hanya bisa diam melihat interaksi keduanya.


" Ihh jelek. " Ujar Derel.


" UNCLE!!! " Teriak Caca kesal dan Derel tertawa.


" Canda princess, Ohh ya. Princessnya uncle ini sudah punya pasangan? " Tanya Derel membuat Caca langsung tersenyum.


" Sudah lah, emang uncle masih menjomblo sampai sekarang. " Ujar Caca dengan terkekeh.


" Uncle bukan jomblo, tapi lagi nunggu jodoh uncle. " Ujar Derel yang terus mendapatkan penolakan dari gadis yang di cintainya, Veronica Zee.


" Tetap saja jomblo, xixixi. " Ujar Caca dengan terkekeh, dia senang meledek unclenya itu.


" Anak sama bapak, Sama-sama ngeselin. " Ujar Derel membuat sekretarisnya dan sekretaris keponakannya itu menahan tawanya.


~Bersambung~

__ADS_1


Maaf banget baru up🙏 Kemarin-kemarin mau up, tapi otak buntu banget😖 Ini juga rada-rada gaje nulis episodenya, maaf banget nunggu lama🙏


__ADS_2