Kekasih Simpanan Mafia Bastard

Kekasih Simpanan Mafia Bastard
Episode 30


__ADS_3

~Happy Reading~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh πŸ˜ŠπŸ˜—


°°°


Tingtong ...


Caca yang tengah menonton televisi itu langsung beranjak dari tempat tidur, membukakan pintu apartemennya.


Cklek ...


Saat pintu di buka olehnya, terlihat sahabatnya Tania yang tengah bersandar di tembok samping pintu apartemennya dengan sedikit oleng.


" Tata kau mabuk?! " Ujar Caca terkejut dan langsung membopong tubuh Tania masuk kedalam apartnya.


Tania terus meracau tidak jelas. Membuat Caca sedikit kesulitan membopongnya, karena Tania yang terus bergerak-gerak.


Brughh ...


Caca menjatuhkan Tania keatas kasur queen sizenya. Dia mulai membukakan sepatu sneaker yang dikenakan Tania, tidak lupa jam dan jaket kulit hitamnya.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu, sampai-sampai kau mabuk seperti ini, Ta. " Ujar Caca yang prihatin melihat kondisi sahabatnya itu.


Seberat-beratnya masalah yang menimpanya, sahabatnya itu tidak pernah mabuk-mabukkan seperti ini. Apalagi mereka paling anti dengan minuman beralkohol.


Drtt ...


Drtt ...


Caca mengambil ponsel Tania di dalam tas selempang gadis itu. Dia melihat panggilan dari Aunty mereka.


" Aunty pake nelpon lagi. " Ujar Caca dengan bingung, harus mengatakan apa. Tidak mungkin dia jujur bilang Tania datang ke apartemennya dalam keadaan mabuk bukan?.

__ADS_1


Drtt ...


Drtt ...


Lagi-lagi Veronica terus menghubungi Tania. Caca pun akhirnya menjawab panggilannya.


" Tania kau dimana?! Kenapa jam segini belum pulang?! " Terdengar nada bicara Veronica yang sedikit meninggi bercampur cemas.


" Halo aunty, ini Caca. Vero sedang menginap di apart Caca. " Ujar Caca dengan membekam mulut Tania yang terus meracau tidak jelas.


" Aishh, anak itu. Kenapa tidak bilang kalau mau menginap di apart mu. Sekarang dimana anak itu? "


Caca terdiam beberapa saat, memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan.


" Hmm, i-itu Ta-tata sedang ke kamar mandi. " Ujar Caca dengan gugup.


" Ohh ya sudah, nanti katakan padanya calon mertuanya mencarinya. " Ujar Veronica membuat Caca terkejut.


" Calon mertua? "


" Kau tidak tau? Tata sudah bertunangan dengan sahabat almarum orang tuanya dan sebentar lagi mereka akan menikah. "


Caca lagi-lagi dibuat terkejut. Kenapa kabar bahagia seperti ini sahabatnya tidak memberitahukannya?. Apa sahabatnya itu sudah tidak menganggap dirinya sebagai sahabatnya?.


" Hehehe, Caca tau kok aunty. Kalau gitu Caca matikan ya, sampai jumpa aunty. " Ujar Caca yang langsung mematikan sambungannya.


Sungguh dirinya sangat kecewa dengan sahabat kecilnya ini. Kenapa kabar segembira itu dirinya sampai tidak diberitahu?, Bahkan sahabatnya itu sampai tidak mengundang dirinya diacara pertunangannya dan juga kenapa Veronica tidak memberitahukan dirinya?.


" Aku kecewa padamu Ta. " Gumam Caca sambil menatap wajah sahabatnya itu yang sudah tertidur.


...-----------------...


Kediaman Zee Family

__ADS_1


" Aneh. " Ujar Veronica saat Caca mematikan sambungannya sepihak.


" Vero kau belum tidur? " Ujar Kania yang tadinya ingin mengambil minum di dapur, melihat putrinya yang masih berdiri di ruang tengah.


" Mamih? Mamih belum tidur? " Ujar Veronica yang langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


" Sudah, tapi mamih haus. Air di kamar habis, jadi mamih turun. Kamu kenapa masih disini? " Ujar Kania menatap putrinya itu yang terlihat cemas.


" Tadi Vero nelpon Tania, anak itu belum pulang-pulang juga dari rumah Sean. " Ujar Veronica membuat Kania cemas.


" Kau sudah menghubungi Caca? Siapa tau dia main kesana. " Ujar Kania membuat Veronica tersenyum kecil.


" Mamih tenang aja, Vero sekarang ada di apart Caca. Tumben sekali dia mau main kesana. " Ujar Veronica mengingat keponakannya itu paling males berpergian jauh, apalagi jarak apart Caca lumayan cukup jauh darisini.


" Syukur deh, mamih tenang dengarnya. Mungkin aja dia kangen berat dengan sahabatnya itu. Sudah sana kamu tidur. " Ujar Kania dan diangguki Veronica.


Saat Veronica ingin menaiki anak tangga. Kania kembali berucap yang langsung membuat dia terdiam.


" Kapan kamu mau menikah? Sebentar lagi keponakan mu nikah, masa auntynya belum. " Ujar Kania yang ingin secepatnya melihat putri bungsunya itu menikah.


" Huhh, belum dapat yang pas. " Ujar Vero membuat Kania langsung berjalan menghampirinya.


" Kenapa gak coba buka hati buat Derel? Mamih lihat Derel tulus mencintai mu, sampai sekarang dia terus mengejar-ngejar kamu, walaupun kamu tolak terus. " Ujar Kania membuat Veronica menghela nafas.


" Aku dan dia gak bakal pernah bisa bersatu, mamih ingatkan perkataan papihnya?, Lagian siapa yang mau sama wanita yang gagal nikah terus. " Ujar Veronica yang langsung berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


" Suatu saat kamu akan menemukan pria yang pas, mamih akan terus menunggu mu sampai kamu menemukan pendamping mu. " Ujar Kania dengan terus menatap putrinya itu.


Siapa sih yang tidak ingin melihat putrinya menikah?, Semua orang tua pasti menginginkan itu semua. Dan siapa sih yang tidak sedih melihat putrinya gagal menikah?, Pasti semua orang tua diluar sana tidak ingin melihat putrinya gagal dalam menikah.


~Bersambung~


Jangan lupa likenya ya😘

__ADS_1


__ADS_2