
Paris
Di ruangan Ceo, Sean yang baru saja tiba di kantor langsung mengerjakan dokumen yang sudah menumpuk diatas meja kerjanya. Dia akan menuntaskan semua pekerjaan untuk bisa terbang ke Berlin menemui kekasihnya.
Tingg ...
Bunyi notifikasi pesan masuk di ponselnya itu membuat Sean mengambil ponselnya yang sudah tergeletak di meja kerjanya.
" Jangan lupa jam makan siang jemput Tania buat ke butik. "
Begitulah isi pesan yang dikirim sang bunda. Sean menghela nafas, dua minggu lagi dia akan menikah dengan Tania. Ini semua paksaan bundanya yang ingin mempercepat pernikahannya.
Tanpa berniat membalas, Sean kembali menaruh ponselnya kembali. Dirinya kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Tokk ...
Tokk ...
Tokk ...
" Masuk! " Teriak Sean tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang akan dia tanda tangani.
__ADS_1
Cklek ...
Masuklah sekretaris Will sambil membawa ipad ditangannya.
" Ada apa? " Tanya Sean menatap sekilas sekretarisnya itu sekaligus sahabatnya.
" Maaf tuan, Nyonya Erika menyuruh saya untuk memberikan beberapa foto gaun pernikahan. " Ujar sekretaris Will sambil meletakkan ipad yang dipegangnya tadi ke atas meja.
" Ck, bawa kembali ipadnya. Saya tidak ingin melihatnya. " Ujar Sean yang kembali membaca dokumen yang akan di tanda tanganinya tadi.
" Baik tuan, kalau begitu saya kembali keruangan. " Ujar sekretaris Will dengan membungkukkan badannya sebelum berlalu pergi.
" Will tunggu! " Panggil Sean.
" Ada yang bisa saya bantu? " Tanya sekretaris Will yang sudah berdiri di depan meja kerja bosnya.
" Kapan kita bisa mulai rencana mu itu? " Ujar Sean membuat sekretaris Will terkejut.
Sempat awalnya Will mengira bosnya sekaligus sahabatnya itu menolak tentang rencananya. Tapi ternyata bosnya itu setuju dengan rencananya.
" Bisa hari ini tuan, saya akan menyuruh orang untuk memata-matai nona Tania. " Ujar Will dengan serius.
__ADS_1
" Bagus, kali ini harus berhasil Will. " Ujar Sean dengan tersenyum menyeringai.
" Baik tuan, apa ada lagi? " Tanya sekretaris Will yang sempat merinding melihat senyuman menyeringai bosnya itu.
" Tidak ada, kau bisa kembali keruangan mu. Oh ya Will, satu lagi siapkan tiket keberangkatan ku ke Jerman, aku ingin penerbangan umum dan pastikan tidak ada satu pun yang mengetahui aku pergi ke Jerman. " Ujar Sean membuat Will mengangguk mengerti.
Bukan tanpa alasan Sean memilih penerbangan umum daripada harus menggunakan pesawat pribadinya. Dia ingin merahasiakan keberangkatannya ke Jerman agar dia bisa berlama-lama disana.
Awalnya dia hanya dua hari di Jerman. Tapi mendengar nada kecewa kekasihnya di telpon tadi, membuat dirinya memilih untuk berlibur di Jerman sedikit lebih lama dan untuk itu dia ingin penerbangan umum agar tidak ada satu pun yang akan mengetahui serta menganggunya disana.
" Will! "
Sekretaris Will yang baru saja ingin melangkahkan kakinya keluar, kembali berbalik menghampiri tuannya.
" Selama saya di Jerman, handle semua pekerjaan. " Ujar Sean menatap sekretarisnya itu.
" Baik tuan. Apa ada lagi? " Ujar Will yang tersenyum tertekan mendengar dirinya yang harus menghandle semua pekerjaan bos nya itu.
" Nanti siang saya akan makan diluar. Jangan biarkan wanita itu masuk kedalam ruangan ku. " Ujar Sean dan sekretaris Will hanya mengangguk mengerti.
Will sangat yakin, kalau bosnya itu akan menghindari jadwal kepergiannya ke butik dengan tunangannya itu dan sudah bisa dipastikan dia yang akan kena imbasnya menerima kemarahan nyonya Erikanya nantinya.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa yaππ