KEKEJAMAN SUAMI LUMPUHKU

KEKEJAMAN SUAMI LUMPUHKU
23. Toilet


__ADS_3

"Tanyakan pada diri kalian sendiri apa yang sebenarnya kalian butuhkan dari istri kalian masing-masing," jawab Asya. 


Fagan tertegun mendengar semua yang Asya katakan. Dia benar-benar mencekik leher teman-teman Fagan yang penasaran akan kehidupan pernikahan mereka berdua. Seperti yang Isabelle katakan, Asya menguasai panggungnya. 


"Fagan, kamu mendapatkan wanita yang tepat. Aku tak bisa bayangkan jika sampai Elina yang menjadi istrimu. Bukankah semua akan hancur berantakan?" tanya Lionel—teman dekan Fagan. 


"Mana mungkin Fagan Elvander salah pilih, dia pria yang sempurna. Dedikasinya sebagai seorang suami juga sangat tinggi. Lihat saja apa yang akan terjadi setelah hari ini." Asya memberi peringatan. 


Lama-lama semua orang menjadi kagum pada Asya. Bukan hanya karena mengobrol dan isi obrolan itu, tapi juga karena melihat kesetiaan wanita itu pada Fagan. Asya terlihat sangat perhatian dan melayani Fagan. Mulai dari makan, minum sampai berpindah tempat wanita itu lakukan tanpa menyerah. 


"Elina benar-benar digantikan oleh sosok yang paling tepat untuk temanku itu," bisik Lionel pada istrinya. 


"Dia hancur saat itu, dia mengerikan dan bahkan sepertinya dia tak mau melanjutkan hidupnya. Lihat dia sekarang," balas istri Lionel. 


Mereka berdua adalah saksi di mana seorang Fagan Elvander dihancurkan oleh keadaan saat Elina memutuskan pertunangan mereka berdua. Kondisi Fagan saat itu membuat Lionel khawatir hingga dia terus memantau keadaan Fagan 24 jam dalam sehari melalui Abrisam. 


"Kamu luar biasa, terima kasih," bisik Fagan. 


"Untuk apa?" tanya Asya mendekatkan bibirnya ke telinga Fagan. 


Walau hanya pembicaraan biasa, tapi orang yang melihat hal itu menilai jika mereka berdua pasangan yang saling melengkapi. Kemesraan itu membuat semua orang melihat berapa Asya pantas untuk Fagan. 


"Apaan, sih? Kan aku bintangnya di sini, kenapa mereka nggak berhenti liat Fagan sama istrinya?" omel Elina. 


"Apa kamu merasa menyesal sudah meninggalkan Fagan," tanya Tere. 


"Enggak, kok. Sebel aja, kan aku yang punya pesta. Kenapa mereka yang jadi pusat perhatian?" jawab Elina. 

__ADS_1


"Karena mereka kagum sama Asya, El. Dia begitu memperhatikan setiap detail dari Fagan." Tere mengimbuhi. 


"Kamu malah nambahin masalah aja, ya. Aneh," keluh Elina dan dia segera pergi meninggalkan kursinya. 


Elina meminta pemandu acara untuk memulai pestanya. Dengan hitungan detik, suara kerumunan itu menghilang. Mereka berganti mengalihkan perhatian pada acara yang sedang berjalan. Gadis bernama Elina itu di gandeng orang tuanya masuk ke area pesta.


Setelah berdiri bersama Aksa, mereka segera mengumumkan jika hubungan cinta itu sudah diikat dengan pertunangan. Kebahagiaan terpancar hingga beberapa orang mengucapkan selamat kepada Elina dan Aksa. 


Baru tenang sebentar saja, keadaan sudah menjadi riuh lagi. Mereka kembali menikmati pesta sambil minum dan menikmati makanan yang ada. 


"Aku ke toilet sebentar," pamit Asya.


"Hm, hati-hati," jawab Fagan tak biasa. 


Pesan itu membuat Asya terdiam. Dia berdiri terpaku mendengar suaminya memintanya hati-hati hanya karena berpamitan ke kamar mandi. Matanya bergetar melihat Fagan yang mendongakkan kepalanya melihat wajah istrinya. 


"Aku hanya ke toilet saja, Sayang. Jangan terlalu khawatir," sahut Asya romantis. 


Beberapa pria yang mengetahui hal itu merasa iri pada Fagan. Cara Asya memperlakukan pria itu benar-benar luar biasa. 


"Kamu menemukan wanita yang tepat, Fagan." Suara itu masih terdengar oleh Asya yang berjalan ke arah toilet. 


Asya menyelesaikan tujuannya ke toilet. Dia mencuci tangan dan mengeringkannya dengan sangat rapi. Tiba-tiba dari cermin terlihat Elina berada di belakangnya. 


"Kamu ingat aku?" tanya Elina. 


"Tentu saja, mantan kekasih suamiku yang melakukan pengkhianatan sesaat sebelum mereka menikah," ujar Asya telak. 

__ADS_1


Kalimat penjelasan itu membuat Elina terpukul, baru kali ini ada yang berani mengatakan dia seorang pengkhianat. Apalagi hal itu keluar dari mulut wanita yang menggantikan dirinya mendampingi Fagan. 


"Bukankah kamu hanya mengincar harta Fagan? Apa benar ada gadis tulus yang akan menerima pria yang sudah lumpuh itu?" ejek Elina tak mau kalah. 


"Harta? Bukankah itu hanya berlaku untuk kalangan kalian? Menikah karena alasan perusahaan, menikah karena kerja sama perusahaan?" Asya menghardik. "Lalu seperti apa cintamu pada Fagan sebelum aku menikah dengannya? Apa cinta yang berharap hartanya? Cinta yang terjalin untuk memperluas bisnis?" lanjut Asya. 


"Aku mencintainya dengan caraku. Dia sempurna sebelum kecelakaan itu terjadi. Dia pria yang sempurna lahir dan batin. Aku mencintai Fagan dengan cara yang sempurna dan juga sebaliknya," jelas Elina. 


Asya tersenyum miring. Dia tak percaya dengan apa yang Elina katakan. 


"Cinta sempurna itu tak akan lemah oleh apa pun. Kenapa hanya karena dia lumpuh kamu berkhianat?" tanya Asya. "Kami hidup bahagia, kenapa kamu mengusik? Kenapa sengaja mengundang suamiku? Bukankah ini artinya kamu ingin melihat betapa kami berdua bahagia?" cecar Asya menyombong hubungan palsu itu. 


"Wah, wah, wah, kamu mulai menyombongkan dirimu." Elina menertawakan. 


"Jika bukan itu, apa lagi?" tanya Asya. 


Elina terdiam, dia sudah kehilangan kata. Dia mengundang Fagan karena ingin menunjukkan kebahagiaan yang dia dan Aksa jalani. Namun ternyata semua salah. Pasangan pengantin baru itu mengalihkan perhatian sebagian besar tamu undangan. Mereka memuja Asya karena berhasil membuat Fagan bahagia. 


"Jangan bangga hanya karena kamu jadi pusat perhatian. Mereka semua hanya sedang memastikan Fagan mendapatkan wanita yang tepat. Karena sebagai besar tamu yang datang memang kalangan atas dan mereka rekan bisnis dan kolega Fagan," jelas Elina. 


"Kamu juga jangan terlalu khawatir dengan Fagan. Jangan sok membuat Fagan harus selalu tahu semua yang terjadi padamu. Apalagi dengan sengaja membuatnya menghadiri pesta semacam ini. Atau kamu akan malu sendiri. Fagan sudah melupakan kamu, Elina." Asya menegaskan dan dia segera keluar dari toilet. 


Asya meninggalkan Elina tanpa pamit, hal itu cukup membuat Elina menjadi geram. Bagaimana juga keadaannya memang tak seperti yang Elina inginkan. Dia berusaha menjadi bintang malam itu, tapi ternyata bintang malam ini adalah Fagan dan Asya. Semua mata tertuju pada pasangan baru itu karena kebahagiaan dan cinta mereka yang sangat romantis. 


"Brengsek, dia mengutuk dan membuatku menjadi kambing congek. Bisa-bisanya aku menjadi figuran di acaraku sendiri." Elina kesal dan dia segera mengikuti Asya keluar. 


Saat Asya keluar, dia melihat meja sudah di singkirkan. Hal itu karena acara mencapai puncaknya yaitu pesta dansa. Asya sedikit bingung karena tak melihat Fagan di bagian yang tadi mereka duduki. Wanita itu melinguk ke kanan dan ke kiri, mencari di mana sebenarnya Fagah berada. Hingga saat musik diputar, Asya masih belum menemukan Fagan sedangkan lantai dansa sudah dipenuhi pasangan-pasangan yang saling berpeluk mesra dan bergerak sesuai irama. 

__ADS_1


"Akh, lepaskan aku," teriak Asya saat tiba-tiba seseorang menarik paksa tangannya. 


__ADS_2