
soal panti ini semuanya Abang yang tanggung mulai dari sekolah sampai sarjana dan semua kebutuhannya" sahut Alan
semua orang melotot mendengar ucapan Alan
''Emang kamu mampu LAN''
''iya yah insyaallah jika niat baik Allah akan permudah"
" sajak kapan Lo bijak.? "
"saat adek bontot gue pulang" langsung memeluk Amel dan mencium pipi gembul Amel berkali kali sampai pipi Amel basah
"abang pipi Amel basah " sahut Amel dengan cemberut
""iya iya maaf adek cebol""
" jadi Amel punya tiga Abang dong sekarang,Abang Indra,Abang Aldo,Abang Alan.""
"kamu masih punya dua Abang nak"
"dua Abang namanya sapa..?"
"duo Z"
"oh Amel punya Abang kembar juga yeeeee" Amel yang bersorak bahagia
"kita balik sekarang atau besok aja..?" tanya ayah MALIk
"balik sekarang aja komandan" saran Indra
"Abang usir Amel"
"nggak mungkin Abang maunya kamu setiap detik di sini tapi kita semua takut dan berat untuk melepas kamu Mel"
"tapi kan Amel akan tetep kesini"
"iya Abang tau tapi langkah baiknya di percepat sebelum semakin berat''
"iya Amel pulang sekarang "
__ADS_1
" ibu Amel pulang dulu trimakasih kasih sayangnya"
"iya kamu harus jadi anak yang berbakti ya"
" iya Bu " memeluk ibu indah dan mencium pipi sang ibu yang membesarkannya
Amel dengan berat hati meninggalkan panti tempat di mana dia menghabiskan masa-masa kecil yang indah
"Bu Amel pergi, Amel mohon jangan lupain Amel,Abang jangan cari adek lain lagi yaa."
"Iya ibu sama Abang gak akan lupain kamu anak wanita satu satunya di panti ini"
"Abang juga sama gak mungkin cari adek baru, cuma kamu adek Abang, kamu juga gak boleh lupain Abang ya"
"Iya Abang adek janji" langsung menunjukan jari kelinci
"Iyaa " menyambut janji kelinci, mencium kening Amel dengan lama
"Assalamualikum"
"Waalaikumsalam tolong jaga Amel "
Di depan mobil masih di penuhi perkelahian antara tiga beda usia
"Ayah duduk di depan sama Abang Aldo,Alan sama bontot di belakang"
"Enak aja kamu di depan sama Abang kamu"
"Alan capek yah udah jemput ayah trs jalan panti Alan setir sendiri Abang Aldo gak ganti , tangan Alan masih kesemutan bang"
"Alasan aja "
"Silahkan adek bontot Abang" Alan yang membuka pintu belakang mobil buat Amel
"Is Abang gak usah panggil Amel bontot, gak cantik banget"
"Emang nggak cantik" sahut Alan
"Ayah Abang Alan nyebelin, marahin yah"
__ADS_1
"Alan gak boleh kayak gitu, adek kamu tuh cantiknya pull" ayah MALIk yang memarahi Alan
"Rasain tuh" Amel yang mengejek Alan
"Dasar bontot tukang adu"
"Abang Aldo belain Amel dong jangan diam Mulu, nanti Amel kalah nih" Amel yang meminta bantuan
"Abang mau bantu kamu apa princess kalian berdua tuh 12, 12 gak ada bedanya "
"Isss Abang " Amel yang merajuk
"Hahahahaha kasihan gak di bantu, sini Abang alan peluk"
"Abang katanya Amel punya Abang kembar orangnya baik kan.??"
"Ada yang baik ada yang judes" sahut aldo
"Yang baik namanya sapa bang.?
"Yang baik namanya Zaid, kalau yang judes namanya Zidan , nanti Abang kasih tau siapa yang namanya Zidan biar kamu jauh jauh "
"Kok Amel merinding yaa"
"Emang yang namanya Zidan tuh mengerikan" timpal Alan
"Apaan sih kalian adek sendiri di hujat "protes ayah
"Emang bener kok" kompak
" Udah sampai ayok naik"
"Wah Abang Aldo ini bener kita naik helikopter..?
"Iya bener ayok kita naik, biar cepat sampai masion"
"Keren banget, naiknya harus lepas sepatu gak bang.?
"Nggak usah kamu kira masjid, naik aja " timpal ala
__ADS_1
"Asyapp Abang