
sedangkan di toilet Laura yang sedang fokus dengan misinya,sambil bernyayi untuk menghilangkan rasa takut yang di alami,sebelum suara itu tembakan trdengar Laura sudah selesai dengan misinya,,belum sempat Laura keluar toilet langsung di dikagetkan dengan sura tembakan yang sangat dekat dengannya, sepontan Laura langsung masuk kembali kedalam toilet.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" teriakan Amel yang berguling terlempar ketanah
"ah sial,,," pekik bodygod itu langsung melesat pergi.
"ameLLL Lo dimana tolong respon Abang Mel!!!!!!! ,, triakan Zidan yang mengelilingi rumah hantu
"ya Allah Amel kenapa selau Lo yang menjadi incaran musuh ayah Mel,, semoga Lo gak apa apa dek" batin Zidan yang memasuki satu persatu ruangan.
"Abang!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
terikan Amel yang berguling sambil memeluk seseorang yang sudah berlumuran darah.
"Abanggggggggg khis Tolong Amel "
"sial,, keluar gak ya,,, " gumam Laura yang masih mondar mandir di dalam kamar mandi, '' ahsssss masa bodok temen lebih penting, hidup nggak hidup urusan belakang," ucap laura yang langsung membanting pintu keluar, mencari arah suara sahabatnya dengan mengendap-endap.
"Mellll loe di mana???" memanggil sambil berbisik
__ADS_1
"Laura gue ada di balik semak khis, Tolong gue khis " sahut Amel yang semangkin takut, melihat darah yang semangkin merembes di tubuh orang itu.
"astangfirullah Amel !!!," ucap laura kaget melihat kondisi Laura yang terguling sambil memeluk seorang laki laki yang penuh dengan darah di tubuhnya.
"Mel lu tunggu bentar gue cari bantuan yang lain,sementara gue pergi Lo tehen tuh luka jangan kasih daranya keluar trs, pakai pakai jaket lu aja Mel, gue cari orang dulu,''langsung meninggalkan Amel yang masih ketakutan
"ya Allah khis Laura gue fobia darah Laura khis" gumam Amel yang merasa kepalanya semangkin pusing
"akhhhh" suara orang itu yang setengah sadar.
"Gibran Lo bisa gerak nggak?" tanya Amel yang berusaha mengangkat badan Gibran yang menindihnya.
tak berapa lama para Abang dan empat sekawan datang melihat Gibran tidur di pangkuan dan melingkarkan tangannya di pinggang Amel dengan kondisi berlumur darah.
"khis Abang,,, khis Tolong Amel,,khis Amel Amel takut ," ucap Amel tubuh nya menggigil dan tiba-tiba,,,,
"BUNGKkkkk"
"Amellllllllllllllllllllll''
__ADS_1
teriakan semua orang yang melihat Amel tiba tiba pingsan.
"Telfon ambulan cepetttttt"" terikan Aldo langsung membopong Amel.
"Lo berdua Popong tuh cowok," sambung Aldo yang langsung berlari menaiki mobilnya.
"bang Aldo kita ikut " triakan empat sekawan langsung ikut masuk.
"Zidan Lo Bawak mobil gue" triakan Salwa yang melempar kunci mobilnya sembarang .
sedangkan Alan yang sedang sibuk dengan berkas berkas yang di bawa pulang mendapat kabar dari bodygad nya kalau cebol mengalami penembakan, tapi di selamatkan oleh orang pernah buat ia seakan ingin mati.
"akhhhhhhhh, kenapa kalian tidak cegah penembakan itu, saya bayar kalian semua buat lindungi adik saya, dasar kalian semu tidak berguna," triakan Alan murka dari telepon," trs semuanya ada di rumah sakit mana sekarang ?" tanya Alan dengan Sura dinginnya.
" Maaf bos mereka menembak dari arah gedung bos kita tidak bisa menemukan siapa pun di sana , sekarang mereka di rumah sakit harapan tuan" jawab bodyguard yang ketakutan dari seberang telfon.
Alan langsung mematikan TLFON sepihak
'' ini semua salah ayah yang tidak bisa menjaga keselamatan Amel , hanya mementingkan pangkat yang dia gapai" batin Alan dengan mengepal kedua tangannya langsung mengambil kunci mobil, keluarga dari masion menyusul saudaranya.
__ADS_1