Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
42


__ADS_3

sudah berulang-ulang kali Aldo mencoba menghubungi Amel dan Alan namu seakan-akan hp mereka berdua mati ditelan bumi tidak dapat dihubungi.


"bang Aldo mending duduk, nggak capek apa bolak-balik terus kayak setrika" tegur Zidan


"ehh.... Lo berdua kenapa nggak ada paniknya lihat princess belum pulang?" tanya Aldo yang jengah pelus heran melihat wajah twins tetap tenang dengan tangan yang masih setia menggenggam stik PS


" buat apa panik, khawatir.. princess udah besar bisa jaga diri " sahut Zaid dengan tampang acuh tak acuh


sedangkan Aldo yang sudah panik dan khawatir, mendengan jawaba Zaid denga tampang acuhnya membuat kedua tangannya mengepal kuat dengan urat-urat yang terlihat membiru, menahan emosi yang sudah di ubun-ubun


"apa Lo bilang.." terikan Aldo menggema


"bang Aldo tahan emosi," sambil menahan tangan bang Aldo yang ingin melayang ke wajah tampan zaid


"kita cuma bercanda, mana mungkin kita nggak khawatir sama bocil, apalagi kita baru saja bertemu dengan bocil-

__ADS_1


"becanda Lo berdua nggak lucu, Lo berdua tau berapa sulitnya ayah, gue,Alan bertahun-tahun mencari princes, dengan mudahnya Lo ngomong gitu" bentaknya memotong ucapan Zidan sambil menghempaskan tangannya dari genggaman tangan Zidan


" maaf bang kita terlaluan,kita salah sampai membuat abang marah" ucap Zaid yang menunduk tak berani menatap mata Aldo,bukan karna takut namun iya memang salah.


"bang maafin kita ya" Zidan yang ikut menunduk


"Hah............." hembusan nafas panjang seakan mewakili rasa emosinya" maafin Abang juga twins" sontak ucapan Aldo membuat twins mendongak langsung memeluk Abangnya, begitulah cara keluarga Malik berbaikan dengan cara berpelukan dan saling memaafkan


"Widihhhhhhhhh....... ada acara apani saling peluk peluk, kayak teletabis BERPELUKAN.." terikan Alan Tampa beban dan dosa langsung ikut berpelukan


"Abang kangennnnn princess......."trikan Aldo sembari berlari


"Abang juga bocilllll......."sahutan zidan


"Abang Lo lebay semuanya...." ejekan Alan

__ADS_1


sedangkan Zaid hanya tersenyum, bayangkan saja mereka berlari seperti film Bollywood India yang suka kejar mengejar sampai Punkkk mereka berakhir berpelukan.


bukannya lebay ini semua biasa Karana darah lebih kental dengan air, apalagi keluarga memiliki ikatan batin yang kuat.


_____________&&&&___________


setelah mengesekusi mangsanya gibaran tak langsung pulang melainkan berbelok menuju tempatnya pelampiasan amarah,rasa sepi,nafsu,, tempat yang paling setia untuk perlarian .


"seperti biasa"


mendapat anggukan kepala dari barista yang sudah pro dalam mencampur minuman yang membuat tenggorokan mereka semua panas dan segar "ini tuan " dengan hati hati memberikan segelas minuman.


sedikit demi sedikit ia rasakan sensasi panas dan segar manis mengalir dalam tenggorokannya dengan mata memindai pelacur mana yang akan ia gunakan melepaskan rasa sesak dibawah dan rasa pening di atas kepalanya, setelah memindai ia langsung merogoh benda pipih di saku celananya


"aku ingin wanita yang sedang menari di tiang tengah " ucapnya langsung mematikan sepihak tanpa basa basi lagi ia menuju kamar yang biasa ia gunakan untuk bermalam dengan berbagai macam wanita.

__ADS_1


wanita yang di minta untuk bermalam dengan Gibran langsung mengeluarkan wajah sumringah, sombong dan angkuhnya berjalan berlenggak lenggok dengan senyum mengejek pada teman-temannya, namun ia tidak tahu di balik kenikmatan itu ada sebuah momen yang menakutkan di sana.


__ADS_2