Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
35


__ADS_3

sesampainya di kantin mereka berpapasan dengan Gibran dan kawan-kawanya


"jaga mata Mel jangan liat orang kayak liat duit deh" sindir Angga yang memperhatikan Amel sejak tadi memandang Gibran


"astangfirullah,hehehe maaf Kaka" ucap Amel yang langsung mengalihkan pandanganya


"mau makan apa mel?"


"emmmm makan bakso sama teh hangat aja Kaka "


"kamu dak mau beli cemilan buat di kelas?"tanya Angga yang ingin pergi membeli makanan


"nggak kak nanti mintak Senk Nisa aja "


"dasar modal mintak kamu Mel, yaudah tunggu dulu Kaka pergi order" sahut Angga yang langsung meninggalkan Amel yang fokus dengan hpnya


"boleh duduk disini'' tanya seorang laki laki


"nggak boleh" balas Amel Tampa melihat perang itu.


"kok nggak boleh, kursinya kan kosong"


"orangnya lagi older makanan, cari kursi lain aja" masih fokus dengan hp nya


"mmmm yaudah " ucap Gibran pasrah pergi bergabung dengan kawan kawanya

__ADS_1


'' Giman berhasil nggak??" tanya Rizki yang penasaran


"gak" sahut Gibran dingin dan membut sahabatnya tertawa terbahak bahak melihat raut wajah Gibran karna penolakan


"Mel makan jangan main hp terus''


"bentar kak balas chat bang Alan dulu penting soalnya"


"Mel boleh nanyak gak'' Angga yang penasaran akan satu hal "tanya aja'' sahut Amel "kamu ada hubungan apa sama Gibran "sotak pertanyaan Angga membuat Amel mengalihkan pandanganya dari hp'' gak ada hubungan apa-apa sih, Amel cuma ingin balas Budi aja sama gibran, soalnya dia pernah nolong bahkan korbanin nyawanya buat Amel " jawab Amel yang mengingat lagi kejadian di pasar malam Diaman dia selamatkan oleh Gibran dan mengakibatkan Gibran menetap di RS untuk pengobatan dari tembakan itu


"Mel kamu mikin apa?" ucap Angga yang berkali kali memanggil Amel tapi tak mendapat respon


"i-ya ada apa lagi kak'' ucap Amel yang terkejut"Gibran nolongin kamu maksudnya apa" sambung Angga dan membut Amel menceritakan sedetail detailnya peristiwa penembakan itu, sedangkan Angga hanya mengangguk paham dan meringankan beban penasaran yang ada di hatinya


Tetttt


suara bell masuk mereka berdua langsung bergegas menyelesaikan makanan nya dan kembali ke kelas masing masing.


dikelas yang begitu ribut kebetulan guru mplnya nggak masuk dan membuat Amel cs langsung berkumpul mengosip


pingggg


pingggggg


suara dering panggilan dari hp Laura

__ADS_1


"diem dulu gue mau angkat telfon dari Kaka Angga ni" ucap laura dengan wajah sumringahnya "hallo Ra" panggilan dari TLFON "iya ada apa Kaka" sambung Laura sengaja melosviker panggilan


"kamu lagi sibuk nggak?"


"nggak kak "


"kamu mau ngak temenin Kaka pergi"


"kemana,kapan "


"besok sore ke toko buku, mau nggak Ra temenin Kaka"


"iya kak"


"yaudah besok sore kak jempet ya,and jangan lupa serlok biar nggak kesasar "


"iya Kaka"


Tuttttttttttttttt


Angga mematikan TLFON sepihak


"cieeeee yang di ajak jalan sama gebetan"ledek Nisa yang menyenggol bahu Laura yang masih senyum-senyum sendiri" wah bentar lagi ada yang nggak jones nih bener nggak Mel" sambung Salwa yang melihat raut wajah Amel berubah derastis yang tadinya tawa lepas sekarang seakan di paksakan


"gaysss gue ke toilet dulu" sambung Amel yang pura- pura ingin pipis.

__ADS_1


"tumben kak Angga gak pergi cari buku bareng, kenap mintak tolong sama Laura atau kak Angga lagi mau pdkt sama sahabat gue" ucap Amel yang bergumam dalam hati


__ADS_2