Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
22


__ADS_3

Aira yang sudah ada di dalam kelas yang begitu ribut langsung duduk di ujung dekat jendela


dengan penampilan yang cupu tak ada satu pun orang yang menyapa atau berkenalan setelah Aira maju


''hemzzzz gini amat yaa jadi orang yang diasingkan'' ngedumel Aira melihat jendela mata Aira fokus melihat orang yang sangat dia kenal'' itukan kak Angga kenapa bisa di sini " Aira yang ngomong sendiri


Angga yang berjala di lapangan menuju ruang kepala sekolah merasa di perhatikan,spontan Angga langsung mendongak DENGGG kedua mata mereka bertemu


Angga langsung melambaikan tangannya


sedangkan Aira hanya tersenyum.


""gayss tadi gue lihat ada murid pertukaran sekolah loh'' ucap SIWI yang baru masuk kelas


" ganteng gak??" sahut siswi lainya


"ganteng binggo, udah tinggi manis popoknya idaman gue dah hehehe"sahut siswi tadi" gayss siapa tuh yang duduk di bangku si kulkas..?" sambung siswa itu


"murid baru kalau nggak salah sih namanya Amelia " sahut siswi yang masih menulis


"kenalan yuk kasihan tau " ucap SIWI yang terbilang Tomboy


"ayok sekalian suruh nggak usah duduk di tempat itu Bahaya" sambung siswa yang menulis tadi


ketiga Siwa itu langsung menghampiri Amel yang fokus ngelamun , salah satu siswa menepuk pundak Amel


"hyy Amel " sapa siswa yang menepuk pundak amel

__ADS_1


"iya ada apa yaa?" sahut Amel yang bingung


"nggak ada apa apa kok, kita cuma mau kenalan aja" sahut siswa tadi


"ohhhh duduk dulu kenapa pada berdiri??" sahut Amel sopan


"mana mungkin kita berani duduk di tempat terlarang " timpal murid yang masih membawa Senk


" nggak papa berdiri, kenalin nama gue Laura,yang bawa Senk namanya Nisa, kalau yang tepuk Lo tadi namanya Salwa" potong Laura sambil menunjuk satu persatu


" btw Lo pindahan mana ?" sambung Salwa


"pindahan SMA 37 bangsa di kota S


" wah hebat gue dengar dengar masuk ke sekolah itu sulit banget loh " sahut Laura


" yaa nggak heran Lo nggak kenal kan yang Lo kenal kan cuma cowok ganteng doang " sahut Salwa


"anjim Lo pada gue incar cogan buat memperbaiki keturunan " protes Nisa yang langsung membuka Senk


"hahahahahaha'' tawa ketiganya


"udah pindah yuk duduk di bangku gue aja pegel nih " potong Salwa "Amel Lo ikut kita yaa. '' sambung Salwa


"kenapa nggak duduk di sini aja sih, apa sih yang kalian takuti sih..?"


"Lo belum liat orang yang punya singgah sana ni bangku "

__ADS_1


"hahaha singgah sana kayak paduka raja aja sih nis "


"udah yokk nanti kita ceritain,pindah dulu keburu Dateng " timpal Salwa panik, mereka berempat pindah, kebetulan ke empat Pria yang di takutkan datang


"syukur kita udah pindah " sahut Nisa yang mengelus dada


"kenapa sih kalian semua takut sama mereka berempat orang cakep gitu loh"timpal Amel penasaran


"cakep sih cakep tapi sadis binggo" sahut Laura


"ya Mel Lo jangan deh kemakan sama ganteng nya mereka, mereka tuh gila abis" sambung Salwa


"kalau orang gila Napa masuk sekolah sih, kenapa nggak ke rumah sakit jiwa aja ngerepotin banget " timpal Amel yang meninggikan suara


"anjim Lo Mel bicaranya jangan keras keras" protes nisa,Salwa,laura yang memukul kepala Amel


"assss sakit nih pala gue" Amel yang mengelus kepalanya


"salah Lo sih, mau bikin kita dalam bahaya" sambung


"kalian nya yang lebay orang cuma ngomong aja" protes Amel


"gue kenalin sama satu persatu, pertama orang yang duduk di sebelah Lo namanya Rizki , dua orang di depan Lo namanya Iqbal,Qabil mereka saudara kembar nah orang yang duduk sendiri di belakang itu ketua mereka namanya Gibran" ucap Salwa yang menjelaskan


mereka keasikan ngobrol sampai tidak menyadari guru datang


"Amelia kembali ke tempat duduk mu"ucap guru yang baru masuk .

__ADS_1


Tampa aba aba Amel langsung berlari menuju tempat duduknya bersama ke empat makhluk aneh, menurut Amel . semua murid yang melihat Amel duduk bersama iblis melongok


__ADS_2