Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
27


__ADS_3

"bro..gue denger denger adek Lo pakai hijab,bener tuh zid" ucap Roki


Zidan sekedar membalas dengan dhem " Hemmmm"


"HEmm hemm doang Lo mau nyanyi apa??" Sambung Rizal yang sedang ganti seragam


"Udah lo pada jangan kepo, mending cepetan ganti, pelatih udah panggil Lo pada" saut Zidan


"Sombong amat " teriakan semua orang


Orang yang di teriaki melambaikan tangan sambil berjalan keluar


"Terus kalo Lo Iqbal gimana kabar temen Lo yang gangguan jiwa tuh?" Ucap Riski


"Iya juga yaa, semenjak kejadian itu tuh anak nggak muncul muncul." Sambung Roki


"Gue juga nggak tau tuh anak sekarang di mana,kita berempat udah los kontak sama Gibran " jawab Iqbal yang berjalan keluar


"Roki.....Rizal ......Riski...cepat keluar!!!!!!!!!!!!!!!"


Teriakan pelatih dari lapangan


Sedangkan trio rumpi yang lagi asik ngegosip kebirit birit keluar berhamburan


"Kalian cowok tapi mulut kayak cewek lemes, sekarang kalian lari keliling lapangan!!!!!!!!!!!!!!!!


"Kalo kita nggak lemes, entar pacar kita nanya atau kepo sesuatu trs kitanya nggak bisa jawab gimana "" ucap Riski yang di anggukan oleh Rizal dan Roki


"Capat lari atau saya tambah..


"Kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr


Triakan mereka yang memotong ucapan pelatih


"Hahahaha"


"Mampus lo trio rumpi hahahaha!!!!"


Suara tawa dan teriakan mereka semua


TeTttttttttttttttttttt

__ADS_1


Tettttttttttttttttttttttttt


Bel istirahat berbunyi


Sesuai janji dua Z mereka akan menjemput Amel untuk makan siang bareng


"Gaysss udah bel..... kantin yuk udah laper nih" ucap Nisa yang mengelus-ngelus perutnya


"Masih kenyang" saut Salwa


"Astaga Nisa..... Beneran tuh perut atau jangan jangan karung belum aja dua jam lu dah laper, padahal tadi Lo makan banyak banget sampe 2 mangkok loh, masa secepat itu prosesnya sih.."" sambung Laura yang heran dengan Nisa


"Yaelah tadi tuh gue nggak baca doa pas makan, gara gara khilaf sama Abang Angga yang gantengnya tuh melebihi batas wajar " timpal Nisa yang memegang dua pipinya" oh ya Mel gue penasaran nih kok kak Angga kenal sih sama Lo?" Sambung Nisa yang pindah duduk di atas meja Amel


"Oh kak Angga itu ketua OSIS di sekolahan gue dulu nis"


"Loh kok ketua OSIS jadi murid pindahan sih?"


"Sebenernya sih gue yang seharusnya jadi murid pertukaran meski cuma kelas 10" ucap Amel yang membalas pertanyaan Laura


"Wah berarti Lo pinter binggo dong Mel "


Amel hanya membalas dengan senyuman "Salwa...." Sambung Amel yang memanggil


"Lo Deket ya sama kak Angga??"


"Nggak, malah gue gedek banget sama tuh tukaran, ngomong trlalu basa basi, Abisin kosakata"""


" Tapi ganteng '" sambung Nisa


"Eh lu anto dari tadi ganteng ganteng Mulu, emang Lo bisa kenyang apa cuma liat ganteng doang" protes Salwa yang memanggil Nisa dengan nama mantan pacar yang nisa benci


"Apaan sih Lo sal, gue cuma bilang ganteng doang kenapa Lo yang sewet ,jangan bilang tuh gedek udah jadi klop...""ucap Nisa yang membalas ucapan Salwa


"Amit amit tujuh turunan " saut Salwa yang menggetok meja


Hahahahahahahahahahahahhahahahahahahahahahahaha


Tawa renyah 4 sekawan


"Hmzzzz seneng banget " ucap Zidan yang memeluk Amel dari belakang

__ADS_1


Emakkk


Sankkkk


Gantenggggg


Abangggggggggggg


Suara kagetnya 4 sekawan yang di kejutkan dengan kedatangan dua pangeran tak berkuda duo Z


"Abangg ngagetin "


"Is kok Abang sih Kaliannya aja yang terlalu fokus berempat, sampai yang lain kayak ngonterak"""


""kalian udah pada makan???" Sabung Zaid yang bertanya


"Udah" ucap laura


Belummmm"""sambung salwa


Belummmmm" sambung Nisa yang paling keras.


Salwa kata Lo tadi udah kenyang "protes Laura


"Nggak pernah lu salah denger Ra " ucap ngeles Salwa


"Hahahahahah budek lu Ra" sabung Nisa yang mengejek


"Udah udah kok pada ribut" ucap Zaid yang melerai


"Kalian bertiga abang traktir, kita sama sama ke kantin" sambung Zidan


"Kak Zidan mau dong di peluk kayak Amel " ucap nisa yang berlagak sedih


"Oh adek Nisa mau di peluk juga"" saut Zidan


Nisa langsung mengangguk kegirangan


"sini maju Kak peluk " sahut Zidan yang membuka lebar tangganya menunggu Nisa


Nisa perlahan lahan maju tinggal satu jengkal saja Nisa sampai dalam pelukan Zidan namun tiba tiba

__ADS_1


Bunkgggggggggggggggggggg


Nisa terjatuh pingsan tak sadarkan diri


__ADS_2