Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
37


__ADS_3

melihat Amel mengeluarkan puppy eyes yang begitu menggemaskan di mata mareka hanya bisa membuang nafas panjang lalu mengangguk tanda setuju


"Yeeeeeeeeee" teriakan Amel sambil bertepuk tangan ia senang sekali mampu melumpuhkan kependirian Abang twins hehehe


sesampainya mereka di masion indah dan menakjubkan Amel melengkungkan bibirnya yang sedari tadi tidak pernah memudar sedikitpun


"wisss ada apa nih, pulang sekolah tuh bibir melengking kayak zoker, sampe lupa salamnya " ejek Alan yang duduk santai di sofa depan rumahnya


"assalamualaikum Abang Amel tersayang" sahut Amel tetap melengkungkan bibirnya menyalami Alan sedangkan duo twins hanya mengucapkan salam Tampa menyalami abangnya


"wet wet , upin Ipin Lo nggak ikut salam kayak si cebol" ucap Alan menaiki Barito suaranya" Lo berdua mau jadi adek durhaka" sambung Alan


sedangkan twins yang sudah penak dan sanggat lelah ingin cepat masuk dan istirahat hanya bisa menuruti keinginan Abang nya untuk menyalami dengan tampang masam langsung bergegas masuk meninggalkan Alan dan Amel yang masih dengan senyumannya


"bang Amel masuk dulu ya" ucap Amel baru saja melangkah lengannya di tahan sang abangnya" ada apa bang" sambung Amel berbalik


"kamu belum jawab pertanyaan Abang loh" jawab Alan


"pertanyaan yang mana?"

__ADS_1


"kenpa senyum kayak orang gila" jawab Alan yang melihat tampang bodoh sang adik


"oohhhh Amel tuh lagi seneng bang, Abang twins bantuin Amel izin ke ayah" jelas Amel


"izin buat apa?"


"izin buat pergi ke panti asuhan Abang tengil" jawan Amel dengan mata berbinar binar" Amel capek banget, kepingin istirahat, Amel masuk dulu" sabung Amel dengan cepat untuk menghindari pertanyaan yang tiada ujungnya dan tinggallah Alan sendiri


Kediaman Gibran


Gibran yang baru saja pulang langsung menumpahkan beban tubuhnya di atas kasurnya yang empuk dan nyaman dengan senyuman yang begitu menawan


"Amlia Marlina Malik" gumam gibran dalam hati menyebut nama Amel sambil tersenyum


"hallo boss" sapa seberang telepon


"hemmm" Gibran menjawab dengan deheman saja


" Anda ada jadwal miting sore ini bos" sahut dari sebrang telefon

__ADS_1


"aku tidak bisa kau saja yang menggantikan" ucap Gibran tegas tidak bisa di bantah


"baik bos, apa anda akan ke kantor?" tanya Refill sekretaris sekaligus tangan kanan Gibran


"tidak , aku ada urusan penting, kau yang mengurus semuanya" jawab Gibran langsung mematikan TLFON


"Tuttttttttttttttt"


wajah Refill langsung pitam menahan rasa jengkel dengan sikap bosnya yang seenaknya


walaupun usianya masih muda tapi ia sudah dapat mendirikan sebuah perusahaan yang cukup terkenal namun tak bisa menandingi perusahaan sang papanya, usaha itu dia rintis dari keringatnya Tampa sepengetahuan sang papa


setelah menutup TLFON sepihak Gibran langsung bergegas bangun dari kasur yang begitu nyaman untuk membersihkan diri dan segera pergi menemui sahabatnya di kafe tempat mereka berjanji


"Bommmmmmm Bommmm" suara mobil keluar dari istananya


sesampainya di kafe Gibran menjadi titik fokus pada semua wanita disana yang lebih menyebalkan lagi ada beberapa laki-laki yang menatapnya dengan penuh minat


yaaa salahnya sendiri datang bak pangeran, memiliki wajah yang sempurna, menggunakan baju kesual warna putih berpadu yang membuat perutnya yang kotak kotak itu berbentuk dengan berpadu celana pendek yang langsung pemperlihatkan betapa kerasnya dan kekarnya tubuh yang di miliki Gibran.

__ADS_1


terimakasih telah menunggu sampai saat ini


saya harap kalian semua masih menyukai novel ini Salam cinta untuk kalian ❤️💯🌟


__ADS_2