Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
41


__ADS_3

saat ini Gibran berada di rumah tua yang kumuh terbengkalai jauh dari perkotaan,jalan raya maupun perumahan


di sana ia tidak sendiri melainkan bersama seorang laki laki paruh baya, menjadi tempatnya menumbuhkan amarahnya yang tertahan sedari tadi.


Tampa basa basi lagi ia langsung sebuah pisau kecil yang menyatu dengan sebuah korek api yang selalu ia bawa kemanapun itu dan mendaratkan benda tajam itu pada badan pria paruh baya itu


"akhkkkkkkkkkkks"


jeritan paruh baya itu saat benda tajam menyobek bagian pusarnya dengan kasar seakan tiada belas kasih.


"apa salahku?'' kata paruh baya itu disela jeritannya, ia tidak bisa berbuat apa-apa tangan,kakinya terikat kuat sedangkan matanya tertutup dengan kain hitam,membuat ia Tidak mengetahui siapa yang membuatnya kesakitan.


pertanyaan paruh baya itu tak di gubris Gibran ia malah semangkin membabi buta untuk menusuk perut yang sudah robek hasil karya ukiran pisaunya.


"tolong...akhis.. le-lepaskan..sa-saya " dengan suara terbata-bata merasakan darah sudah mengalir keluar dari perutnya yang tertusuk dengan membabi buta oleh seorang yang ia tidak tahu siapa.


"Tolong... Sa-saya...ma-masih.. memiliki keluarga menunggu di..ahuuuu....di..ru-rumah"


"tenang saja keluargamu tak akan kelaparan lagi setelah kau mati''

__ADS_1


dengan tampang devil, rasa bersalah sedikitpun tidak ada dalam hatinya yang saat ini telah di kendalikan oleh jiwa fisikopat nya.


setelah menjawab pertanyaan paruh baya itu,Gibran langsung mengeksekusi dan berujung dengan kematian.


"bereskan!!''


perintahnya pada anak buahnya yang sedari tadi hanya menjadi penonton bertapa kejam dan sadisnya bos mereka


"baik!!!'' jawab mereka, ia langsung meninggalkan tempat itu dengan membuang semua yang dia gunakan untuk eksekusi, kecuali pisau kesayangannya.


di toko buku Laura dan Angga masih setia berlama lama menduduki kursi sudah merasa panas akibat bersentuhan dengan bokong mereka mungkin sudah dua jam.


sebenarnya mereka janjian hari Minggu,tapi Angga mengubah rencana jadilah hari ini.


kata Laura yang sudah bosen akut duduk sedari tadi membuat bokong semoknya menjadi tirus.


" Lo laper??"


"yaelah ni orang di tanya malah balik tanya,sebel banget deh, untung aja gue suka sama Lo" batin laura yang kesel sampe ubun," nggak... Cuma nanya" jawab Laura langsung mengalihkan pandangannya ke arah handphonenya.

__ADS_1


Angga hanya Beroh riya dengan mengangguk pelan, membuat Laura semangkin kesel dengan tingkah cueknya.


"sebenernya yang ngajak nemenin ke toko buku siapa sih,dari tadi di cuek" omelnya hanya berani di dalam angan doang sambil memencet kasar handphonenya.


"udah....nggak usah ngomel terus"


ucapan Angga sontak membuat mata Laura melebar seakan ingin gelinding, sangking terkejutnya


"Si-siapa yang ngomel''


"hahahaha.. udah kita pergi makan dulu''


ajak dia masih tertawanya meninggalkan gue sendiri yang masih bengong melihat tawanya yang begitu cerah,buat gue seakan melayang, kupu-kupu bertebaran dimana-mana mengiringi alunan suara tawa yang semakin memudar.


"ayok"


ajaknya lagi, menyadari gue masih duduk dengan mulut yang terbuka,masih mode sefikles.


"i-ya''

__ADS_1


jawab gue singkat mengikuti langkahnya menuju montor yang terparkir antengnya.


yang membuat gue semangkin,Dang,Ding,Dong, dia dengan santainya memasangkan helm untuk menjaga kepala gue, aduhhhh dia yang terlalu santai atau gue yang terlalu baper jadi cewek.. Hehehe whatever.


__ADS_2