Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
39


__ADS_3

Silahkan daftar menunya,mas,dek... mau pesan apa?


suara pelayanan wanita membuat mengalihkan perhatian


"Abang pesen apa? " tawar Amel yang membolak-balik buku menunya


"seperti biasa mbak ''


jawan kompak keduanya membuat pelayanan itu mengangguk patuh, sedangkan Amel masih setia membolak-balik buku menunya mencari makanan yang di iming-imingi bang Alan.


"cil Lo milih atau nggak bisa baca lama banget, kasihan mbaknya nunggu" ucap Alan namun tak di hiraukan Amel


"kamu cari apa sih dek''' kali ini Maikel yang bertanya'' kamu mau pesen jus jeruk atau apel,mangga,mungkin sepagetti'' sambung mikel


"cari martabak manis kak, tapi nggak ketemu udah Amel bolak-balik,baca dengan teliti, tetap nggak ketemu''


Alan yang keringat dengan iming-iming yang dia buat agar si cebolllll mau ikut, sekarang menepuk keningnya, mencari solusi supaya adek kesayangan nya tak merajuk, beda dengan mikel terbahak-bahak mendengar penjelasan Amel yang mencari martabak manis begitu pula dengan pelayanan menunggu sedari tadi sekuat tenaga untuk menahan diri agar tidak kelepasan ngakak.

__ADS_1


"Abang ke toilet dulu cil" Alan yang ingin melarikan diri dan di balas dengan gerakan tangan Oky.


"emang martabak manis nggak ada di sini dek" kata mikel menyudahi tawanya melihat wajah manyun Amel"susu hangat coklat satu sama pancake satu kejunya lebih banyak" membuat pelayanan itu meninggalkan mereka berdua


"emang yang kasih tau kau siapa?"


"Abang Alan yang kasih tau, katanya di sini ada martabak manis dengan parutan keju yang lumer,buat Amel ngiler sampe ikut kesini" jelas Amel dengan merunduk menahan kesalnya dibohongi oleh Abang tengilnya, sambil mengepalkan tangannya''Abang laknat,Bakan Amel balas" batin Amel


" tuh Abang mu jahil banget, udah nggak usah sedih balek dari sini kak beliin martabak sesuai keinginan kamu " sontak membuat mata Amel berbinar binar dengan bibir yang perlahan-lahan terangkat


"bener kak, janji Lo jangan bohong kayak sebelah"sindir Amel melihat dari sudut matanya orang yang baru selesai dari toilet.


"iiiiissss Abang tukang bohong, Pakkkkk.. pakkkkkkk'' pekikan nya langsung memukul pundak keras bang Alan


"maaf...cil, stop sakit cil''


puas memukul pundak keras Alan sampai membuat ia kehabisan tenaga lagi

__ADS_1


semua kelakuan yang dilakukan Amel tak luput dari pantauan si ganteng yang wajahnya mulai memerah dengan urat urat rahang yang tertarik mengeras melihat interaksi antar Amel dengan laki laki yang di panggil Abang dan kakak itu, Gibran hanya mengetahui Abang Amel hanya sikembar yang pernah adu jotos dengannya dan putra sulung keluarga Malik.


Gibran semangkin mengeratkan tangannya yang terkepal erat seakan ingin meremukkan tulang tulang laki laki yang membuat miliknya mengeluarkan puppy eyes nya membuat semua kaum Adam, semangkin betah melihatnya


" hanya gue yang bisa lihat Lo mengeluarkan ekspresi itu, secepatnya Lo akan jadi milik seorang Gibran gibrialde'' suara batinnya


"Bakkkkkkkk"mengebrak meja langsung meninggalkan sahabatnya, ingin mencari pelampiasan amarahnya.


" gib !!!!!!!''


teriakn mereka yang terkejut dengan kepergian Gibran dengan mengebrak meja membuat isi di atas meja itu terangkat untung saja tidak ada yang tumpah.


suara gebrakan meja membuat seisi kafe itu terlonjak kaget, begitu pula dengan Amel yang langsung melihat sumber suara itu dan Denggggg, ia melihat wajah orang yang sempat membuat ia terauma dengan wajah merah padam dengan rahang yang mengeras, membuat bulu kuduk Amel meremang


"cil Lo kenal sama cowok itu?'' kata bang Alan membuyarkan lamunannya


"TE---temen sekolah'' jawab Amel terbata bata dengan tangan bergetar seakan merasakan tangan yang dulu pernah membuat ia merasakan pahitnya obat

__ADS_1


...Kau ada yang Kurang mohon masukannya...


...jangan lupa Like jempolnya dong sobat kau pembaca setia...


__ADS_2