
Amel yang kembali duduk di tempat yang dulunya pernah membut ingatan buruk baginya, sambil mimikirkan kejadian saat dia di tolong oleh Gibran dan tak menyadari orang yang saat ini di pikirannya duduk tepat di sampingnya.
"Riz Lo duduk di bangku gue" ucap yang menepuk sambil berbisik
"oke"
"hemm" deheman Gibran yang ingin mengubarkan lamunan wanita di sampingnya
"hemmm" balas Amel dengan deheman juga
sedangkan Gibran yang mendapat deheman melengkungkan bibirnya dan terukir jelas betapa mainsnya lesun pipi di kedua pipinya dan terukir pikiran jahilnya
"lagi mikirin apa sih??"
"Gibran " jawab Amel Tampa sadar
"Hahahahahahaha" tawa Gibran yang mengubarkan lamunanya Amel
"astasfirullah " ucap Amel yang teriak terkejut langsung menyembunyikan wajahnya yang merah padam dengan tas yang berada di atas mejanya
"Amelia!!!!!" suara terikan ibu ines yang terusik
"aduh mampus gue bisa kena jeweran nih" ucap Amel bergumam dalam hati"MA-A--"
"maaf Bu saya yang salah, bukan Amel" potong Gibran
"wah wah ada apa nih''
__ADS_1
"bisa jadi gosip hot nih"
"emmm benih benih cinta hhh''
"iblis tobat "
" anjim tuh orang mimpi apa"
begitulah ucapan dan bisikan semua orang yang menyaksikan perubahan Gibran sekarang ini
"oh itu salah kamu Gibran!!'' ucap guru tersebut dan mendapat anggukan dari Gibran'' jadi sekarang kamu keluar berdiri hormat tiang bendera sampai jam istirahat!!" sambung guru dangan tegas
Tampa basa basi lagi Gibran pun bangun di ikuti oleh ketiga kawannya
"trs kalian kenapa ikut berdiri?,mau ikut di hukum juga , boleh silahkan kalian keluar "ucapa Bu guru dengan kedua tangannya berada di pinggang dan mimik wajahnya yang begitu judes
"wah Lo nggak setia temen ya awas-
"saya juga Bu pinggul saya sakit"sahut Rizki memotong ucapan Iqbal
"ah Lo berdua kok gitu sih!!"
"ya kalau Lo mau temenin ya boleh boleh aja sih Iqbal tapi jangan suruh kita jugalah" ucap Rizki
"iya nih Lo tau kan perawatan muka itu mahal kalau gue kusam Lo mau beliin sekincer" sahut Qabil
"udah Lo bertiga diem aja biar gue yang di hukum '' ucap gibran yang baru saja ingin melangkah keluar dari bangkunya damu di tahan oleh Amel
__ADS_1
"maaf en terikasih" ucap Amel yang perlahan-lahan membuka tutup wajahnya
"iya gak papa tapi entar kalau udah jam istirahat bawain air ya" sahut Gibran
"PDKT nya di lanjutin di lapangan aja!!" terikan Bu Ines yang melihat tingkah kedua murid nya
"huhuhuhuhuhuhu''
"ada yang lepas stats nih''
"wah kalah cepet nih "
ocehan para sahabat Amel yang mengejek
sedangkan di kelas lain Angga yang sekarang sudah mulai dekat dengan Amel dan sudah mendapatkan lampu hijau dari keluara amel samangkin semangat mengejar cinta pertamanya
"hemm Amel Amel semangkin hari semangkin lama perasaan aku ke kamu gak pernah berkurang " gumam Angga dalam hati dengan memandang foto Amel
"hyy bro Lo, lagi apa?''ucap Alfin yang melihat Angga fokus pada hpnya
"kepo"sahut Angga yang langsung mematikan hp
"is Lo mah, ngga Lo tau nggak--
"enggak tahu " sambung Angga yang memotong ucapan Alfin
" gue belum selesai bicara kampret" ucap Alfin yang menggulung buku''Bungk" untuk memukul pundak Angga .
__ADS_1