Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
16


__ADS_3

"Abang boleh nggak amel nggak ikut masuk..?"


"Loh kenapa nggak ikut bontot.??


"Amel nggak mau aja bang Alan "


"nggak maunya kenapa bocah, semua kata IYA dan ENGGAK tuh pasti ada sebab dan alasan" timpal Zaid


" bang Zaid mah gak bisa di boongin"


"Iya lah abangkan pintar bin cerdas, beda sama Abang Abang yang lain " sahut Zaid yang menyombongkan diri


"Sombong Amat " sahut mereka ber empat


Zaid mendengar Abang dan bocah tertawa merasakan kehangatan sebuah keluarga


" HeHehehehehe "


"uada udah sombong nya ,kita turun udah sampai sekolah kalian" timpal Alan


" Oky bang yok Mel turun " ajakan Zaid


"kan udah Amel bilang nggak mau turun"


"emang kenapa sih princes nggak turun?


"Amel nggak mau mereka tu Amel adik Abang semua "


"emang kamu malu punya Abang kayak kita?" tanya Zidan


"ya malu lah punya Abang kayak lu Zidan, udah sering bolos pelus peringkat trakhir lagi" timpal Aldo


"helooo Abang nggak ngantuk kan bilang gitu soal Zidan ingget bang , adek lu yang satu ini inceran para cewek tau "


"udah turun yuk, udah telat nih" sahut Zaid melihat Zidan yang menyombongkan diri


"yaudah bontot lu diem di sini sama bang Aldo ,Abang yang urusin semua pendaftaran " sahut Alan langsung pergi menyusul duo Z


Beberapa menit setelah kepergian duo Z dan Alan,Hp Aldo berdering


"TiTingTing


"princes tunggu bentar Abang angkat telfon dulu "


"OKY" sahut Amel yang masih fokus memainkan HP


Sedangkan di ruang guru Alan menyelesaikan pendaftaran si bontot


"gimana om udah bereskan"


"tunggu bentar lagi Alan" sahut om Arnol kepala sekolah sekaligus sahabat sang ayah

__ADS_1


"om denger dari Maikel soal perinces Malik di temukan di panti hasuhan, bener tuh LAN?"sambung om Arnol


"bener om, si bontot tinggal di panti "


"trs kenapa nggak ikut daftar..?


"nggak mau dianya om "


"kenapa, apa perinces nggak mau satu sekolah sama duo Z?


" Alan nggak tau pasti alasanya apa , tapi yang pasti dia seneng masuk sekolah ini om, jadi om tenang aja"


Tok tok


"masuk"


"maaf pak ini berkas pendaftaranya udah selesai"


"oh terimakasih pak Arga" sahut om yang langsung mengambil berkas tadi


"Kalau begitu saya permisi dulu"


setelah menerima berkas pendaftaran selesai Alan langsung meninggalkan ruang kepala sekolah, selama perjalanan di kolidor Alan selalu mendengar kekaguman para siswi di sekolah, langsung trsenyum


"aduh ganteng banget


"Abang culik aku dong


" ganteng banget


"aduh senyum man itu


"senyuman mu buat hati ini disko AA


Begitulah ocehan para siswi yang melihat Alan yan semangkin di puji semangkin tebar pesona yang tak jauh beda dengan sang adik Zidan.


"lama banget nlfon nya bang, bosen tau ngunggu sendiri"


"maaf perinces Abang lagi ngomongin kerjaan"


"Abang kerja apa?"


"Abang ngurus keleb dan hotel"


"wah uang haram tuh bang, nggak baik di konsumsi "


"iyaa Abang tau tapi mau gimana lagi, Abang udah cinta sama kerjaan Abang"


"punya Abang sendiri tuh keleb sama hotel?


"nggak punya berdua Abang sama temen"

__ADS_1


"emmm kalau Amel mau tanya boleh nggak bang" Amel dengan ragu ragu


"tanya aja pasti Abang jawab


"Abang sering nggak minum atau......" Amel yang memotong ucapan ya


Aldo yang mengerti maksud sang adek langsung menjawab apa adanya


"minum sih sering tapi kalau Atau itu nggak pernah Mel, mana berani Abang gitu sedangkan Abang punya perinces"


"tapi kan dulu Abang nggak tau Amel masih ada atau nggak "


"kita semua yakin kamu masih ada, tapi Tuhan belum inggin mempertemukan kita, Abang takut karma.


Amel mendengar kata kata sang Abang langsung menangis di pelukannya Aldo


"makasih bang telah jaga Amel meski kita nggak tau bisa ketemu atau nggak"


"kita semua punya ikatan saudara yang kuat, mungkin kalau salah satu di antara kita sakit pasti salah satu nya pasti ikut sakit juga, jadi kamu harus jaga diri baik baik, kalau nggak mau Abang Abang mu ikut mersa sakit itu, Oky perinces pemberani Abang "


"siep bang, Amel akan ingget semua pesan Abang "


"widih pade pelukan aje tuh " sahut Alan yang baru masuk mobil


"mau bilang bosss" timpal Amel


"ISS cebol mah gitu Abang udah capek capek naik turun tangga yang di peluk Abang Aldo." sahut Alan dengan wajah cemberut


" adu adu adu Abang Amel yang paling tengil ngambek,sini sini peluk Amel " ledekan Amel yang masih memeluk Aldo


"nggak Abang nggak mau peluk cebol kalau masih meluk Abang Aldo.


"yaelah Alan Alan kalau pingin peluk ya peluk aja repot amaet


"gue nggak mau yaa bagi pelukan sama orang lain trmaksuk Lo, sana minggir gue mau peluk cebol" timpal Alan yang menyingkirkan tangan Aldo


"isss Abang mah tar kalau Amel punya pacar Giman bang.?"


"nggak ada pacar pacaran Mel" sahut keduanya


"kan kata Abang Alan harus buka hati, trs gimana mau buka hati kalau nggak pacaran?.


"sialan Lo LAN kasih saran nggak bermutu sama princes gue "protes Aldo


"itu mah situasinya lain cebol, pokoknya nggak ada nama pacaran.


"kalau mau sekedar pergi makan atau liburan sama Abang aja, nggak usah ada cowok lain selain ayah sama Abang Abang yang lain. " sahut Aldo


" isss Abang nggak boleh gitu dong" Amel yang mulai protes


"nggak ada alasan, itu udah peraturan mutlak." sahut Alan

__ADS_1


"gini aja kalau ada cowok yang Deket sama perinces suruh aja berhadapan dengan Abang, gimana???


"kalau kayak gitu mending nggak usah aja bang Aldo,udah yok pulang Amel udah bedmoood "


__ADS_2