Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
40


__ADS_3

"Upin Ipin, perinces mana kenapa nggak kelihatan kecantikannya dari tadi"


aldo yang sedari tadi berkeliling masion untuk mencari keberadaan princess namun nihil batang hidungnya mancung pun tidak terlihat


"Upin...... Ipin Lo denger nggak!!!" terikannya masih berusaha celingak-celinguk, sementara twins hanya mengangkat bahu acuh tak acuh


Aldo berulang kali mencoba tlfon princess, sialnya lagi hp Amel tertinggal'' princess kamu keman,knp nggak izin dulu " pekikan suara hati Aldo yang khawatir


sama halnya dengan Alan yang tidak dapat dihubungi, sudah sejam belum saja ada tanda tanda kehadirannya.


"heyyyy... bengong lagi, Lo kenapa sih cil, ada masalah sama cowok tadi atau dia boyfriend Lo "


kata Alan melihat tingkah laku Amel mencurigakan,Amel sedari tadi hanya merunduk diam bila di tanya jawabannya, Emm,Ya, Udah, kemarin,nggak, satu kata saja membuat siapa saja yang mendengar jawaban itu langsung kesel banget.


"jangan ngomong sama amel,Amel masih marah sama Abang tengil.


"Abang udah minta maaf loh cil,nggak baik marah lama-lama''


tangan Alan terulun untuk mengusap kepala Amel, membuat hijab yang di tata rapi berubah kusut dengan tangan Abang nya.


"Abang tengil, nyebelin '' langsung menepis tangan sodara tengilnya membuat pipinya menggembung bertanda tidak suka

__ADS_1


"aduh aduh aduh pipinya jangan gitu, udah jelek tampah jelek loh " Alan menoel Noel pipi gembul my princess


"hahahaha, suka banget Lo buat si cantik bedmood parah Al"


sebenarnya dalam hati mikel ngilu melihat kedekatan dua sodara ini, kalau orang lain yang melihat interaksi mereka pasti mengira mereka berpacaran atau hubungan di atasnya.


"makanannya di makan jangan di mainin doang" lirih mikel yang membuat Amel memakan sepagetti itu dengan wajah masamnya


" cil makannya cepetan, Abang udah di teror sama bang Aldo''


memang dari sejam yang lalu benda pipih itu selalu bergetar dengan nama orang yang sama.


"gue cabut duluan, takut si Aldo ngamuk di rumah,nggak Nemu sama princess kesayangannya'' pamit Alan dengan salam so ala ala cowok biasa.


"mau beli buku apa?'' kata Laura yang dari tadi hanya mengekor di belakang Angga yang sedari tadi berganti rak ke rak buku yang lain


"buku tentang kedokteran" jawabnya Tampa menghilangkan fokusnya untuk mencari buku itu


"emmmm, emang kak Angga nerusin kuliah kedokteran?" tanyaku dengan aggak canggung gitu


"masih rencananya aja, mungkin masih bisa berubah,sama panggil Angga aja nggak usah pakai embel-embel di depannya" jawabnya sambil berbalik melihat dia

__ADS_1


"kalo capek duduk aja di kursi ujung, tempat biasanya gue duduk, kalau udah ketemu bukunya gue pasti nyusul kesana'' mendapat anggukan patuh dari Laura,langsung meninggalkan laki-laki itu , menuju tempat yang dia tunjukkan.


"cil...udah dong ngambeknya " rayuan Alan


sedari tadi Amel diem waek, wajah di tekuk masam,bibir maju delapan Senti ,belum berubah, membuat Alan cemas pulang dapet bonus bogem mentah dari Aldo sekaligus menjadi Abang Ter fosesif, over protektif,kalau mengenai si ceboll, Abang Aldo lah yang paling sensitif.


"kita mampir dulu deh,beli martabak manisnya,biar nggak bedmood lagi" membelokkan mobilnya mencari pedagang martabak terdekat"kamu tunggu di sini,jangan ikut antri" sambung Alan langsung keluar dari mobilnya mengantri untuk membeli martabak yang cukup ramai pembeli.


terimakasih yang baru mampir


terimakasih atas kunjungan


terimakasih atas semangatnya


Semoga kalian suka.


jangan lupa jempolnya


...Like✔️...


...Komen ✔️...

__ADS_1


...ikuti ✔️...


...Favorit ✔️...


__ADS_2