Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
34


__ADS_3

Angga yang tadinya tertawa langsung bungkam dengan ucapan yang di lontarkan Alfin


"apa Lo nggak salah informasi Fin?'' tanya Angga yang belum percaya dengan Perubahan Gibran


Alfin menganggukkan kepanya bertanya ya ini fakta"kalok Lo masih belum percaya kita kelapangan buat lihat mereka berdua" sambung Alfin yang menarik tangan Angga keluar meyaksikan Amel dan Gibran


Denggg


Dengggg


Denggggg


bagi di sayat beribu belati yang dirasakan Angga melihat wanita yang dia cintai dalam diam saat masih sekolah SD kini, Tampa A,,,,,i,,u,,,e,,o Angga langsung bergegas pergi sebelum hatinya teriris lebih banyak lagi


di dalam kelas Angga masih saja menggepal jemari jemari kekarnya ingin sekali memukul wajah laki laki itu, Tapi tidak beberapa watuk "TINgggg" suara pesan masuk atas nama princess, sebelum membuka isi pesan itu Angga berusaha meredakan emosinya dengan loncat loncat


sontak itu semua membuat semua siswa yang berada di kelas tertawa dengan tingkah konyol Angga Tampa kecuali Amel yang pergi menyusul Angga

__ADS_1


''asalamualaikum'' ucap Amel yang sengaja ingin mengerjai Kaka kelasnya


sepontan Angga yang tadinya loncat loncat langsung mematung mengengar suara yang begitu menghangatkan hatinya"dosa Loh Kaka nggak jawab salam, apalagi membelakangi orang yang berbicara nggak sopan sekali deh" sambung Amel yang menyindir Angga


"waalikumusslam , mau apa?tumben yariin?"balas Angga yang perlahan membalik berhadapan dengan Amel


"kita bicara di kanti aja gimana kak, soalnya Amel belum makan siang nih"Amel yang memegang perutnya yang berbunyi dari tadi


"kenap nggak ngomong disin, ters kalau lapar Napa nggak makan,Napa kekantin buat beli minum aja?'' jawab sinis Angga yang kembali duduk di bangku nya sambil memain hp.


berlahan lahan Amel menarik kursi yang ada di samping dan duduk berhadapan dengan Angga" kak Angga Amel laper" dengan mengedip-ngedipkan matanya


"Kak Angga lagi marah ya sama Amel?"


"marah karna apa, emang kamu ngerasa salah gitu" ucap Angga yang mendapat anggukan dari wajah sempurna Amel'' pingin peluk ,pingin cium, hemzz gemesin banget deh untung aja sekarang pakek hijab kalau nggak udah habis kamu princces" ucap Angga dalam hati yang tak tahan melihat wajah manyun Amel dan langsung berdiri


"kak Angga mau loncat lagi?" dengan wajah polosnya

__ADS_1


"nggak, mau kekantin laper'' lirih Angga yang langsung meninggalkan Amel yang senyum senyum sendiri "udah ayok jangan suka senjum gak jelas deh " sambung Angga yang berteriak di depan pintu kelasnya


'' isss pakek hijab tapi semua cowok di goda dasar wanita pelcur"


"bener banget Livia, udah rayu gibran sekarang kakak kelasnya yang dapat jatah"


"dasar gatel,sok alim"


begitulah makian yang terlontar dari mulut tiga wanita yang tidak menyukai Amel


"wah wah wah apada ngumpul aja nih adek gue mana?'' ucap Zidan yang seperti tuyul datang tiba tiba


"astagaaa bang zidannnnnnn" terika tiga sahabat Amel yang ikut memanggil Zidan dengan panggilan Abang


"woii eoiii santay, jangan ngegas dong adek adeknya Abang" Zidan yang langsung duduk bersama sahabat Amel" si cebol mana, nggak biasanya pergi sendiri tuh anak'' sambung Zidan yang setiap hari harus mengecek kondisi dan apa pun yang di butuhkan si bontot tersayang nya


"lagi kasmara kaka'' sahut Nisa keceplosan , sahabatnya Amel loh buakn Nisa antariksa cemcemnya Zidan

__ADS_1


"wah jangan ngaur kamu nis mana mungkin Amel ucah punya cem cem " jawab santai Zidan sambil membuka cemilan Nisa


"isss Abang jangan makan Senk nya Nisa dong kayak nggak punya modal yaa bang" ucap sinis Nisa menarik keripik berukuran jumbo dari tangan Zidan


__ADS_2