
setelah kejadian itu Amel cuti beberapa bulan untuk mengobati trauma yang dialami, hingga 3 bulan lamanya Amel kembali menjalankan rutinitas seperti biasa
"Abang jangan gangguin Amel dulu"
Amel yang terus terusan di colek colek Alan
"Abang jangan ganggu, Amel nggak bisa fokus nonton Drakor nyaa... abang.." yang terus terusan menepis tangan Alan
" stop dulu nontonnya cebol, temenin Abang pergi'' alan yang mengayunkan tangan cebol
"hahahahaha"
ketawanya Amel melihat tingkah manja Abang Alan yang mengedipkan matanya berulang kali
"isss Abang jangan kayak gitu matanya"
Alan semangkin mengedipkan matanya, dan menggelitik cebol
"hahahaha Abang, udah..haha Abang udah ,Amel bisa kencing " Amel yang berusaha melawan
" bilang iya dulu, baru Abang berhenti " tetap menggelitik
"i..ya i...ya bang hahaha udah dong" Amel yang ketawa sampai menangis
Alan berhenti menggelitik cebol, langsung memeluknya'' trimakasih cebol ''
"Emang Abang mau kemana??"
Amel yang mulai bersiap siap
"mall"
sahut Alan berbaring di kasur cebol, sambil memainkan games
"bang "
panggil Amel yang bingung mau pakai yang mana
__ADS_1
"apa" sahut Alan cuek
"Abang lihat Amel dong"
Amel yang membawa dua pasang dress
Alan langsung melihat Amel
" Abang Amel bagusnya pakai yang mana yang .......
"nggak dua duanya " potong Alan
"kok gitu sih "
"kita cuma ke mall cebol , buat jalan-jalan aja,pakai baju biasa aja , yang penting paha,lengan kamu harus ketutup, kalau perlu kamu pakai hijab aja biara terhindar dari mata buaya "
"emang Abang izinin Amel pakai hijab?"
"buat apa kita nolak, itu hal baik cebol"
"yaudah Amel ke bawah dulu bang "
"buat apa cebol" teriakan Alan yang berlari
"Abanggggggggggggggg
teriakan Amel yang berlari turun ke ruang keluarga tempat para abangnya menghabiskan waktu senggang
"amelllllll jangan lari"
ucap Aldo yang langsung menghampiri Amel
tinggal dua anak tangga Amel langsung loncat
"Amelllllllllllllllllllllll"
teriakan Alan,Zidan dan Zaid kaget setengah mati
__ADS_1
Bunkkkkkkkk
"hahahahaha"
tawanya Amel melihat semua abangnya kaget
"isss nakal yaa " ucap Aldo yang menangkap Amel
"hehehe Abang 😙😙😙😙😙'' Amel yang mengecup pipi Aldo berkali-kali, dalam gendongan Aldo
"udah.. udah.. kecupannya pipi Abang banjir nih, gara gara liur kamu"
Aldo yang menurunkan Amel ke sopa ruang tamu
"Abang Amel mau pakai hijab" sahut Amel tiba tiba
"APAaaaaaaaaaaaaaaa ' teriakan mereka kecuali Alan
"kamu serius cil, mau pakai hijab?''
Amel hanya mengangguk bertanya YA
"pakai hijab itu nggak main main loh" sambung Zidan
"kalau Abang sih alhamdulilah, karna kamu mau meringankan dosa ayah" sahut Aldo
"kok gitu sih bang " protes zidan
"trs kamu mau sampai kapan liat princes mengumbar auratnya,Lo tega liat Ayah udah nanggung dosa sendiri pelus nanggung dosa anak anaknya, apalagi Amel perempuan punya bagian yang wajib ditutup, apa kalian tega liat bunda yang sudah meninggal masih terus menanggung dosa anaknya'' saut Aldo yang panjang lebar
zidan dan Zaid langsung terdiam tidak bisa berkata lagi
"jika kamu yakin dengan pilihan mu maka pakailah dan inggat Istikomah, karna menutup aurat itu wajib perinces" sambung Aldo yang mengusap lembut kepala Amel
"kamu harus pakai baju yang agak longgar bila perlu kita sama sama pergi ke mall buat pilih baju dan gamis buat Amel" ucap Zidan
"ide yang bagus, kalian semua siap siap kita ke mall sekarang" perintah Aldo
__ADS_1
mereka semua kembali ke kamar masing masing