Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
08


__ADS_3

Setelah menutup TLFON ayah malik langsung bergegas ingin berangkat menuju kota S namun di hentikan oleh anak buahnya yang ingin meminta izin


suara khas tentara tegas


"mohon izin pulang komandan" dengan tangan masih di kepala hormat


"" Ada masalah apa..?" tegas


"" ibu memanggil pulang komandan""


""siap saya izin "


"" siap terimakasih " hormat dan berbalik


setelah selesai dengan urusannya sekitar jam 12 malam ayah MALIk langsung menaiki helikopter menuju kota S yang menempuh waktu yang cukup lama sekitar 7 jam perjalanan, sedangkan indra bisa pulang besok pagi jam 7 karna Tike pesawat yang di beli secara online


tak terasa helikopter yang membawanya menuju kota S telah lending ayah MALIk turun dari helikopter langsung terdiam melihat putra keduanya ALAN Marlin Malik datang menjemputnya dengan senyuman yang sama seperti mendiang istri mempunya lesung pipi dan manis , Tampa basa basi lagi ayah MALIk langsung bergegas menghampirinya memeluk dengan erat putra yang hanya dapat mendengar suaranya lewat handphon sekarang dia peluk


""ayah Alan nggak bisa nafas ""sapa Alan yang tak ingin melihat air mata ayahnya terjatuh


"maaf dek, ayah trlalu rindu pada kalian berdua,Abang kamu mana..??"


"Abang gak sanggup ketemu ayah, Abang kan cengeng " sahut Alan yang mencium tangan ayah


"kayak gak aja kamu" langsung memeluk putranya lagi


" ya nggak lah Alan kan mau jadi kayak ayah "


" kayak ayah maksud Alan ..??


"maksud Alan tuh mau jadi pondasi sama kayak ayah pondasi yang sangat kokoh bagi keluarga Malik "


"terimakasih ayah gak bisa ngomong apa apa lagi,kalian yang membuat ayah bertahan ""


"Giman kehidupan kalian di luar..??""

__ADS_1


" kita ngomongnya di mobil aja sambil jalan Abang udah nunggu si restoran risozz"


mereka memasuki mobil Lamborghini hasil dari perusaan yang dia rintis dari umur 15 tahun Tampa sepengetahuan siapa pun , Alan memulai usaha ruko kecil makanan umur 15 sekarang sudah menjadi restoran yang besar dan terkenal nama restorannya di ambil dari nama mendiang bundanya Dinda Marlina tapi hanya di ambil kata Marlina ,memiliki cabang di berbagi tempat. lanjut ke cerita


"gimana kehidupan kalian diluar Tampa menggunakan uang yang ayah kirim setiap bulan pada kalian .??""


""Alan bantu usaha Abang Aldo,Maikel,Gilang. sambil kuliah "


"emang Abang kamu usaha apa.??"


"perhotelan sama bar semua modal dari mereka bertiga"


"emm gitu bar nya legal kan.?


"udah dapat surat izin"


"tapi sekarang barnya udah di ambil alih Abang sama Gilang "


"Maikel kenapa ada masalah sama kalian..??"


"andai aja adek kalian udah ketemu""


""kalau adek ketemu emang apa hubungannya..??


"ayah mau jodohohin dia sama Maikel"


"yah udah sampai" Alan bergegas turun dan menunggu ayah untuk masuk bersama


di depan pintu privat yang di pesan oleh Aldo


Alan langsung membuka pintu dan masuk mendahului ayah


Aldo melihat ayah di belakang Alan langsung berdiri dan berjalan Muju ayah langsung memeluk nya dengan erat seakan akan tak ingin lepas


"Abang Aldo apa kabar..?" tanya ayah MALIk yang bergetar

__ADS_1


"Aldo rindu ayah tapi Aldo malu ketemu ayah" sahut Aldo yang menangis


""Dasar Abang cengeng"sahut Alan


"Lo aja pasti mengisikan ketemu ayah " Aldo yang menyangkal


"Maaf anda salah besar, saya tidak cengeng seperti anda"


"Lo pasti bohong jujur aja Lan gak usah gengsi""


"gak percaya tanya aja sama ayah"


Aldo langsung melihat ayah


"nggak malah duluan ayah yang nangis" sahut ayah MALIk yang mengerti tatapan Aldo


"kok bisa sih LAN ,Lo nggak nangis.??


"ya bisa lah orang gue setiap Minggu ke masion ngendep ngendep kayak maling buat lihat kondisi dua curut dan kebetulan setiap Minggu ayah pulang demenin mereka."


"oh kamu yang pecahin ban motor adek Zidan..?" sahut ayah yang berjalan menuju meja makan


"100 buat ayah""


"kenapa Lo pecahin ban zidan, nggak ada kerjaan Lo ya""


" gue kesel aja bang dia judes banget, ngomong sama ayah aja cuma balas ya ,nggak ,oh . coba aja bukan adek Alan udah Alan buang tuh bocah di rumah tetangga"


"hahahahahaha'' tawa ayah yang mendengar ocehan Alan yang cerewet


"" oh ya kita mau kasih tau hal penting untuk ayah" sahut Aldo yang mengalihkan pembicaraan Alan tak tidak ber buntut


"hal penting apa""


""kita udah......

__ADS_1


__ADS_2