Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
44


__ADS_3

tampak jelas terlihat wajah berbinar binar gadis berjilbab pasmina, melihat perubahan panti asuhan yang dulunya sempit berubah menjadi rumah mewah dengan aneka permainan didalamnya. Amel sudah memberitahukan kepada tiga sahabatnya kalau ia akan pulang, mereka berjanji ingin barbeque untuk menyambut kedatangan mantan OSIS mereka.


"Amel......!!!! kangennnn" teriakan Fika dan maira berlari mendekap erat sahabatnya


" Gue juga kangen!" membalas pelukan kedua sahabatnya


merasa pelukan mereka cukup meringankan rasa rindu sekitar 3 menit baru mereka berdua melepaskan dekapannya


"Adam mana ?" kata Amel bertanya


" lagi sibuk dia, menjabat menjadi ketua OSIS" balas maira


" HA..... bener Adam jadi ketua OSIS?" gimana ceritanya manusia seperti adam memimpin.


" nggak usah kayak orang begok deh tuh muka biasa aja" ejek Fika


membuat Amel memutar mata malas " bangsat Lo"


" princess!!, mulutnya" cetus ayah tak sengaja jalan dan mendengar umpatan sang anak. Amel menoleh tersenyum lirih.


" MAMPUS!!" ejek dua laknat, mendapatkan pelototan maut dari Amel .


" nyengir nyengir aja sampe kering tuh gigi" ketus Amel


" gimana sekolah di sana?" celetuk maira


" mau jawab jujur atau ngibul ?" bertanya balik membuat Mira kesel cemberut.


"jujur lah, siapa yang mau dengar jawaban elo yang ngibul alias bohong" jawab maira sewot


"Hahahaha, gue bersyukur Lo berdua nggak berubah masih sama seperti dulu, terima kasih Sahabatku " merangkul bahu kedua sahabatnya

__ADS_1


mata Fika dan maira berkaca-kaca ingin mengeluarkan laharnya mendengar perkataan manis yang keluar dari mulut cabe sahabatnya.


"hu huuuuuuuu , nggak nyangka mulut Lo bisa semanis itu " serka maira merusak suasana.


" terus Lo berdua kira gue mulut gue cabe berubah menjadi gula gituh ?" sindir Amel


"EMANG IYA!!" teriak mereka berdua, benar-benar sahabat Dur Jana


" terserah Lo berdua deh, kedalem yok laper gue" ajak Amel menarik tangan sahabatnya


" asikkkk makan !!!" sorak Fika


"makan aja cepet, pas disuruh tunggu gue pulang nggak mau" sungut adam , membuat ketiga temannya teriak ingin memeluk Adam.


" No..No..No.. Lo berdua nggak bisa asal peluk !" cegah Fika merentangkan kedua tangannya membelakangi adam.


" kenap orang teman kita loh " protes Amel


" Bukan muhrim, Lo udah kerudung gak baik " kilah Fika


Fika berdecak sebel nggak pengertian sekali Bestie nya, malas menjawab pertanyaan Mira, kepala Fika menoleh kebelakang melihat Adam tertawa kecil.


" Yank bantuin " bisik Fika, Adam mengangguk mengiyakan.


" udahlah.. kalau kangen sama gue entar di belakang, jangan depan pawangnya Serem " canda Adam meninggalkan Fika cemberut menghentakkan kakinya kesel.


" ayang kok Fika di tinggal sih " rengek Fika jongkok


" WHAT!!!!! AYANG " umpat Amel dan maira saling pandang


" Lo berdua kapa jadianya?" Amel kepo tingkat dewa

__ADS_1


" kok gue nggak tahu yaa, Lo berdua udah jadian padahal nggak di sekolah, di rumah fika sama gue aja, Lo berdua kapan ngomongnya" omel maira merasa di tikung dari jalur tak dia ketahui


yang di tanya malah tertawa terbahak-bahak melihat dua temanya yang ngomel kepo stadium akhir, satu pacarnya merengek tak ada lagi kesan tomboy dari Fika saat bersamanya.


" entar gue jelasin deh, gue urus pacar manja dulu " jawab Adam berbalik menghampiri kekasihnya.


"bangun kotoran bajunya " ucap Adam membatu Fika berdiri


" Hehehehe, terimakasih ayang " balas Fika


maira dan Amel merinding mendengar suara manja Fika sampe-sampe pingin muntah


" cieee ada yang bicin nih "


" kata orang sih kalau udah bucin, putusnya cepet . bener nggak Mel?"


" Lo bener banget maira, hati hati Fika "


" KAMPRET LO BERDUA SUMPAHIN GUE PUTUS, SUNGGUH KALIAN SAHABAT DUR JANDA " teriak Fika mengamuk tak terima


" sabar ayang , kasihan yang jomblo cuma bisa ngelihat Tampa merasakan " balas Adam


siapa sangka dengan balasan adam mengatakan jomblo akan jadi ramai


" Lo nyindir gue !" sahut Zidan keluar


" gue jomblo tapi merasakan " sahut Zaid ikut keluar


" jangan Bawak-bawak nama jomblo " timpal mikel ikut keluar mendengar jomblo


" Lo berdua buat jiwa ke jomblo keluar " sahut Alan mencak mencak

__ADS_1


" om juga jomblo loh " celetuk ayah Malik ikut keluar membuat ia menjadi pusat perhatian para kaum jomblo dengan mulut berbuka


" Abang Aldo !!, ayah pingin nikah" teriakan Amel membuyarkan para jomblo


__ADS_2