
Tampa aba aba Amel langsung berlari menuju tempat duduknya bersama ke empat makhluk aneh, menurut Amel . semua murid yang melihat Amel duduk bersama iblis melongok
Rizki yang melihat Amel duduk seenaknya menegurnya
"siapa yang izinin Lo ?" ucap Rizki
"guru" sahut Amel polos, trs mendengarkan guru
" pindah Lo nggak boleh duduk di sini " ucap Rizki yang melempar tas Amel
Bunggkkk suara tas Amel yang jatuh berserakan
" apaan sih Lo, lempar lempar tas gue Lo kira tas yang Lo lempar tuh belinya pakek uang Lo,bisa seenak jidat Lo main lempar" ucap Amel yang meninggikan suara spontan berdiri
semua orang kaget mendengar teriakan Amel
"aduhh Amel Amel penampilan culun tapi tingkah bar bar''
" Amel Lo udah bosen hidup ya teriakin mereka"
" nah bukan temen gue ya''
"Ajim Lo nggak setia kawan
" Amel auto bahaya nih
ocehan Salwa,Laura,Nisa
__ADS_1
di tempat lain ayah Malik sedang tugas mendapat kabar dari para bodyguard
"hallo bos ada yang mengintai keluarga malik " ucap bodyguard
"musnahkan jangan biarkan sampai mereka menyentuh atau mendapat informasi apa pun tentang keluara Malik " sahut Malik tegas langsung mematikan TLFON
" siapa lagi yang mengusik keluarga Malik , apa mungkin Maksim masih hidup, tidak mungkin gue sendiri yang sudah bunuh dia " isi hati Malik langsung menelfon bodyguard nya
"selidiki tentang keluarga Maksim kalau ada yang mencurigakan hubungi saya dan ingat perkuat keamanan perinces Malik."
"siap bos, soal kemanan princess Malik sudah kamu tingkatkan.
"Oky jangan sampai kalian kecolongan kalau sampai terjadi Jawa kalian jadi taruhan "
kembali ke sekolah
"Bakkkkkkk " Gibran yang menggebrak meja " Lo berdua diem, dan Lo culun pindah sebelum gue muat Lo pindah dari sekolah ini" sambung gibran dengan suara bentakan dan menunjuk nunjuk pundak Amel
"apaan sih" Amel yang menepis telunjuk Gibran dari pundaknya" Lo bisa sopan nggak, kayak orang nggak punya adik cewek,kasar" sambung Amel yang melotot
semua orang yang menyaksikan kejadian itu langsung berhamburan keluar,sedangkan guru berusaha menengahi
"lebih baik ibu keluar, dari pada ikut terlibat " cegah Qabil yang menyeret keluar
Di kelas lain
"gaysss gaysss ada berita menghebohkan" teriak Siwa buang gosip
__ADS_1
sepontan semua siswa kelas 11 A. IPA mengerumuninya " berita apa " sambung semua siswa yang berkerumun
"sabar dulu kasih minum dulu" sahut Ema biang gosip" kampret Lo Ema" sahut siswi lainya , sedangkan Zaid tetap duduk di singgah sananya tak perduli.
"Oky gue mulai beritanya, kalian semua Taukan murid baru kelas 10 IPA, A" semua hanya mengangguk tanda iya" dia lagi ribut sama ketua iblis" sambung Ema
"seriusan Lo dia ribut sama ketua geng iblis??" tanya salah satu siswa tak percaya " bener, kalau nggak percaya kita liat ke kelas 10 aja" sambung Ema meyakinkan
Zaid yang baru ingat murid baru yang di maksud itu adalah si bocil langsung berlari " anjing sampe dia nyentuh si bocil" ucap Zaid dalam hati sedang berlari
Siswa yang berkerumun mendengar gosip sampe tak kedip melihat Zaid yang notabennya manusia anteng, langsung mengejar Zaid
mendengar ucapan Amel membuat amarah Gibran memuncak dan langsung mencekik leher Amel
"apa Lo bilang, Lo berani sama gue ha" bentak Gibran yang semangkin keras
" Akhsss Akhsss Akhsss lepasin " berontak Amel yang memukul tangan Gibran di lehernya
ke tiga sahabat Gibran melihat mencekik Amel langsung mencoba menengahi
"Gibran ini sekolah Lo nggak bisa bunuh dia " bisikan Rizki
" ahasksssss " suara amarah Gibran yang langsung mendorong Amel sampe terpental
"Bungkkk " suara tubuh Amel yang terpental mengenai tembok
"ini peringatan untuk kalian semu yang berani melawan " ucap Iqbal
__ADS_1
sedangkan Amel sudah tergeletak tak sadarkan diri