Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
31


__ADS_3

"cebol!!!!!!!!!!" teriakan Alan yang berlari dari kolidor rumah sakit


"Abang tengil khis khis " sahut Amel yang sesenggukan


" gimana ada yang parah gak?" tanya Alan yang memutar tubuh Amel


" Alan Lo" timpal Aldo yang geram


"apa Lo, jaga adek aja nggak becus" sahut sinis Alan


"Lo!!!!!!!!!!!!!!" kesal Aldo yang membanting pintu keluar "Bunggg"


"Abang Aldo " teriakan Amel


" Lo berdua juga ngapain?'' tanya Alan


" mau jagain Amel lah " balas Zidan membuang muka, sedangkan Zaid merunduk.


"TELAT" membentak '' lebih berguna kalau Lo berdua anter tuh temen2 Amel" sambung Alan


"tapikan,,,,


" gue nggak terima penolakan " terikan Alan yang memotong perkataan Zaid


"Abang jangan marahin duo Z, ini murni salahnya Amel kok'' timpal Amel yang menggenggam tangan alan


" kamu nggak salah, mereka yang lalai jalanin tugas dan kewajibannya sebagai seorang Abang'' balas Alan penuh penekanan

__ADS_1


"yang di bilang Abang Alan benar kita salah, tapi gak seharusnya Abang kayak gini sama kita, Abang nggak di situ, Abang nggak tahu keadaan di sana jadi Abang jangan keterlaluan'' sahut Zidan dengan wajah merah padam


" hahahahahaha''


"Lo bilang gue nggak tahu keadaan disana?, gue tau kalau kalian berdua terlalu sibuk dengan permainan, tertawa cengar cengir , sampai lupa kewajiban Lo semua, untung aja ada Gibran nolongin dia, masih mau bilang gue nggak tau apa apa lagi?" balas Alan yang menunjuk nunjuk pundak Zidan


"Abang udah ya,, ini rumah sakit, kalau Abang mau berantem lebih baik keluar'' ucap amal dengan tegas


"Oky Oky Abang nggak marah marah lagi " sahut Alan yang berusaha menahan emosinya


"bang kembar tolong anterin Amel ke kamar rawat Gibran, amel mau rawat"


"nggak bisa cil,, Gibran masih di UGD belum keluar" balas Zaid


"Mel lebih baik istirahat dulu, kalau udah pulih baru kita anter" sambung Zidan


"yaudah Abang anter sahabat kamu dulu,Mel mau nitip apa?" ucap Zidan


"kelamaan mikir kamu cebol, ayam bakar pakek nasi 2 porsi" potong Alan Tampa basa basi


" yang gue tanya Amel bukan Abang" balas sinis


"udah Lo gak usah perhitungan sama gue, ingget montor Lo hasil tetesan keringet gue" ucap Alan yang berdiri


"hahahahaha,, Zidan cuma bercanda loh bang " balas Zidan yang menepuk bahu Alan dan langsung tancap gak kabur


sedangkan Amel dan Zaid tertawa melihat Zidan yang mati kutu kalau menyangkut harta yang paling berharganya

__ADS_1


Di UGD Gibran masih setia terlelap dalam tidur indahnya setelah berhasil menjalankan operasi pengangkatan peluru yang mengenai bagian bahu dan perutnya, untung saja pelurunya tidak terlalu dalam sehingga tidak beresiko tinggi untuknya.


"Dok gimana keadaanya?" tanya Aldo


" tidak ada yang perlu dikawatirkan,nak Aldo tunggu saja sampai nak Gibran siuman.jawab dokter


"alhamdulilah kalo gitu,kira kira kapan Gibran bisa siuman dok?'' ucap Aldo


"lagi 15 menit lagi'' balas dokter dan berjalan meninggalkan Aldo


"Abang "


" apa,"


" pingin pipis gak kuat jalan nya"


" hemzzz " Sura helaan nafas Alan yang langsung menggendong Amel


" Abang,,"


"Hemmmm"


" ayah kok gak kesini sih?" tanya Amel yang berada di dalam toilet


" lagi sibuk ngurus pangkatnya" balas sinis


" isss kok gitu" sahut Amel yang manyun

__ADS_1


" udah gak usaha banyak tanya deh, udah selesai belum?" balas Alan yang mengalihkan pembicaraan


"belum bang lagi sebentar "


__ADS_2